
“Entahlah, bagaimana menurutmu?” Willard tersenyum sambil melihat Armand dengan tatapan yang serius.
“Saya rasa sebentar lagi kita akan sampai.” Armand kembali menundukkan kepalanya dan menutup kedua matanya.
“Kamu mengabaikanku?” Willard terlihat sangat tidak senang saat Armand mengabaikannya.
“Saya hanya tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini.” Jawab Armand tanpa melihat ke arah Willard sama sekali.
“Kamu sedang menyembunyikan sesuatu tentang perempuan itu bukan?” Nada suara Willard kini terdengar sangat serius.
“Saya rasa Anda juga menyembunyikan sesuatu.” Armand perlahan membuka matanya kembali saat merasa kereta kuda yang didudukinya saat ini berhenti.
“Lebih baik kita bahas ini lain kali.” Willard membuka pintu kereta kudanya sendiri dan keluar dari kereta kuda itu.
“Baiklah.” Armand juga mengikuti Willard dan segera keluar dari kereta kuda yang sedang didudukinya.
Saat Willard dan Armand sudah berdiri di depan gerbang kediaman Marquis Alston, gerbangnya tiba-tiba terbuka dan terlihat ayah Elyana Henry Alston sedang berjalan mendekati mereka.
“Saya tidak menyangka kepala keluarga Marquis Alston akan menemui saya secara langsung.” Ucap Willard dengan sopan saat melihat ayah Elyana yang kini berdiri di depannya.
“Maafkan atas ketidaksopanan kami karena datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.” Armand membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada Henry Alston.
“Tidak perlu basa-basi, katakan apa mau kalian datang kesini. Jika ini soal putriku, kamu harus tahu bahwa aku tidak akan memberikannya dan tadi dia sudah bilang padaku bahwa dia akan membatalkan pertunangan kalian.” Ayah Elyana terlihat sangat tidak senang melihat kedatangan mereka berdua.
“Putriku akan menikah dengan Viscount Dallen Brant, jika mereka berdua sudah menikah, politikus-politikus itu tidak akan bisa mencampuri urusan keluargaku lagi.” Ayah Elyana senyum menyeringai saat membayangkan Elyana yang akan menikah dengan Dallen Brant.
“Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi…” Willard menatap ayah Elyana dengan tatapan yang sangat dingin. “Walaupun Anda adalah ayahnya sekalipun, saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Elyana akan menikah dengan saya apapun yang terjadi.”
Ayah Elyana tersentak saat melihat tatapan dingin Willard, namun ia masih tetap menyeringai terhadap Willard. “Terserah apa yang akan kamu katakan, jika mereka berdua sudah menikah, itu sudah bukan urusanmu lagi Tuan Duke Harbert.”
Saat mereka berdua sedang berbicara, Armand menyadari sesuatu yang aneh dengan wajah Henry Alston yang terlihat pucat. “Apakah Elyana Alston sudah memberikan racunnya kepada ayahnya?”
*cough* *cough*
Ayah Elyana tiba-tiba batuk berat, kedua pelayan yang ada di sampingnya terlihat sangat panik saat melihat tuan mereka yang tiba-tiba batuk dan mencoba untuk melihat keadaannya, tetapi ayah Elyana malah menepis tangan pelayan yang mencoba untuk memegangnya. “Jangan sentuh aku!” Teriak ayah Elyana kepada kedua pelayannya itu.
“Hah… sepertinya dia sudah memberikan racunnya, dilihat dari kondisinya… pasti perempuan itu baru memberikannya beberapa saat yang lalu.” Armand mengamati kondisi ayah Elyana dari jauh dengan seksama.
“Sejujurnya aku ingin membiarkannya mati begitu saja…” Willard terlihat kecewa saat mengingat alasannya datang kesini untuk menyembuhkan ayah Elyana agar Elyana tidak dituduh sebagai pembunuh yang membunuh ayahnya sendiri.
“Apa katamu?!” Ayah Elyana terlihat kesal saat mendengar ucapan Willard, setelah ia berteriak kepada Willard tiba-tiba ayah Elyana batuk semakin kencang, ia menggunakan tangannya untuk menutup mulutnya dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat tangannya yang kini dipenuhi dengan darah.
“A-Apa ini…?” Kepala ayah Elyana kini terasa berat dan perlahan kesadarannya mulai melemah, ia mencoba untuk mempertahankan kesadarannya, tetapi ia tidak berhasil dan kehilangan kesadarannya pada saat itu juga.