
“Elyana! Kami sangat mengkhawatirkanmu, aku dengar dari ayahmu kalau kamu melarikan diri dari kediaman Alston.” Caitlin terus menangis sambil memegang kedua lengan Elyana. “Tapi tidak kusangka kamu ada disini, ayahmu pasti senang sekali! Syukurlah kami menemukanmu disini, bukankah begitu Albern?” Caitlin melihat ke arah Albern dengan sebuah senyuman dan air mata yang mengalir.
Albern terlihat sedikit kebingungan dengan sikap Caitlin, tetapi ia langsung menjawab Caitlin dan membantunya. “Benar, ayahmu pasti akan senang sekali.”
Caitlin terlihat senang sekali dengan jawaban Albern, kemudian ia kembali melihat ke arah Elyana dan seperti ingin mengatakan sesuatu.
Plak
Tamparan keras mendarat di wajah Caitlin hingga membuatnya terjatuh di depan Elyana. “A-Apa yang telah kamu lakukan?!” Teriak Caitlin kepada Elyana yang menamparnya dengan keras.
“Diamlah. Kamu dari tadi berisik sekali.” Elyana menepuk-nepuk lengannya yang dipegang Caitlin tadi. “Kamu kira dirimu siapa berani memegang tanganku dengan tangan kotormu itu? Orang kotor sepertimu lebih pantas menjilati lantai yang kamu duduki itu.” Elyana menggunakan sepatu high heels nya untuk menginjak tangan Caitlin yang terletak di bawahnya.
“AHHH!” Caitlin meringis kesakitan saat Elyana menginjaknya menggunakan high heels nya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?!” Albern segera berlari ke arah Elyana untuk menghentikannya. Saat Albern sudah dekat dengan Elyana, ia langsung mengangkat tangannya dan berusaha untuk memukulnya.
Armand yang melihat itu segera menghentikan tangan Albern yang mau memukul Elyana. “Tolong hentikan ini Pangeran Albern. Kamu juga Nona Elyana, segera singkirkan kakimu dari dia.”
Elyana sama sekali tidak mendengar Armand ataupun melihat ke arahnya. Ia hanya menatap Caitlin yang meringis kesakitan dengan tatapan kosong dan senyuman yang mengerikan di wajahnya.
“Mati! Mati! Mati!” Injakan Elyana semakin kuat, ia terlihat sangat menikmatinya.
Saat Armand memegang tangannya, Elyana langsung sadar dan segera bergerak mundur beberapa langkah. Saat ia melihat tangan Caitlin yang berdarah, ia terlihat sangat terkejut. “A-Apa yang sedang kulakukan…?” Elyana menutup kedua matanya dengan tangannya.
“Caitlin! Apa kamu baik-baik saja?!” Albern langsung berlari ke Caitlin dengan khawatir. Saat Albern melihat tangan Caitlin yang terlihat terluka sangat parah, ia terlihat sangat marah sekali.
“Beraninya kamu!” Albern melihat ke arah Elyana dengan tatapan kebencian sedangkan Caitlin menangis tersedu-sedu di pelukannya.
“Bunuh… Bunuh kedua orang itu…” Suara yang sangat keras berteriak di kepala Elyana berkali-kali dan menyuruhnya untuk membunuh Albern dan Caitlin.
“Berisik…” Elyana menurunkan tangannya dari kedua matanya. “Jangan menangis hanya karena luka seperti itu, itu masih tidak sebanding dengan apa yang telah kamu lakukan pada hidup ku…” Elyana kini menatap Albern dan Caitlin dengan tatapan yang seakan ingin membunuh mereka berdua.
“Aku… harus membunuh mereka berdua untuk menghapus suara di pikiranku ini… sial!” Elyana berteriak dalam pikirannya sendiri untuk menghentikan suara-suara di kepalanya.
Armand yang melihat tatapan Elyana segera berjalan di depan Elyana dan berbicara dengan mereka berdua. “Pangeran Albern, segeralah bawa perempuan itu pergi dari sini. Dan jangan pernah mencoba untuk mengatakan hal yang terjadi disini.”
“Hah?! Kamu kira kamu siapa berani berbicara seperti itu kepadaku?!” Albern terlihat tidak menyukai ucapan Armand.
“Hah… mohon Anda lebih sadar diri. Jika ini tersebar kepada bangsawan-bangsawan lain, seorang pangeran yang membawa kekasihnya yang hanya seorang rakyat biasa ke istana raja. Saya rasa saya tidak perlu mengatakan apa yang akan terjadi bukan?” Armand terlihat lelah karena harus berurusan dengan Albern.
“Ugh!” Albern terlihat berpikir beberapa saat, kemudian ia segera membopong Caitlin. “Baiklah, kali ini saja aku akan mendengarkanmu. Tapi lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu!” Albern segera membalikkan badannya dan membawa Caitlin pergi dari sana.