Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 30



Lia selesai menyiapkan makanan kepada Elyana dan Willard di kamarnya dan pergi meninggalkan mereka berdua. Elyana yang melihat makanan yang sudah dihidangkan di mejanya segera menyantap makanannya tanpa mempedulikan Willard yang masih menertawakannya. 


"Kamu begitu imut saat mengunyah makananmu." Ucap Willard sambil tersenyum jahil kepada Elyana. 


Elyana berusaha untuk fokus pada makanannya dan mengabaikan ucapan Willard. Namun, Elyana tiba-tiba mengingat tentang Festival Perburuan dan menanyakannya pada Willard. 


"Will, apakah kamu akan ikut dalam Festival Perburuan?" Tanya Elyana setelah menelan makanan yang ada di mulutnya. 


"Hmm, tidak. Tapi jika kamu mau pergi kesana untuk menonton, aku akan ikut dalam perburuan itu." Jawab Willard sambil mengambil makanan yang ada di piring Elyana kemudian memakannya. 


Elyana yang melihat itu menjadi kesal "Padahal kamu ada makananmu sendiri kenapa kamu harus mengambil makananku." Ucap Elyana dengan kesal. 


"Aku hanya senang melihat wajah kesal mu, hahaha." Willard tertawa melihat Elyana yang kesal karena makanannya diambil oleh dirinya. 


Elyana berusaha untuk menahan emosinya "Aku rasa aku akan pergi menonton Festival Perburuan itu." Ucap Elyana sambil mencoba untuk tersenyum. 


"Benarkah? Kalau begitu aku akan ikut dalam perburuan itu, dan memberikan hasil buruanku kepadamu." Ucap Willard dengan senyuman yang memesona. 


Elyana terpesona dengan senyuman Willard "Walaupun dia menjengkelkan, tetapi wajah tampannya itu benar-benar luar biasa." Gerutu Elyana dalam hatinya. 


"Pangeran Albern dan Caitlin pasti akan datang ke Festival Perburuan itu. Lagipula itu adalah festival yang diadakan oleh Keluarga Kerajaan." Gumam Elyana dengan kesal. 


"Apakah kamu sedang memikirkan tentang Pangeran Albern?" Tatapan Willard tiba-tiba menjadi dingin. 


"Aku hanya merasa Pangeran Albern akan datang ke Festival Perburuan. Itu saja." Elyana tersentak kaget dengan tatapan Willard. 


"Ya mungkin saja, tetapi yang akan menjadi pemenangnya pasti aku." Willard melihat mata Elyana tanpa senyuman di wajahnya. 


Elyana memalingkan pandangannya ke samping, ia tidak berani melihat ke mata Willard. "Aku ingin menanyakan apa yang telah dia lakukan pada Caitlin, tapi melihat situasi sekarang rasanya tidak mungkin." Gumam Elyana dalam hatinya. 


"Baguslah jika kamu sadar." Willard kembali tersenyum setelah mendengar permintaan maaf dari Elyana. 


"Ngomong-ngomong bagaimana pertemuanmu dengan anak Count Abelard kemarin?" Willard mencoba untuk mengganti topik. 


"Anak Count Abelard? Oh… maksudmu Arabella? Itu sangat menyenangkan! Ini pertama kalinya aku bisa berbicara dengan orang seumuran ku!" Elyana tampak senang saat membicarakan tentang pertemuannya dengan Arabella. 


"Awalnya aku salah paham tentang dia, tapi setelah benar-benar berbicara dengannya itu sangat menyenangkan! Katanya nanti dia akan mengenalkan kakak laki-laki nya kepada ku! Aku penasaran orang seperti apa kakak laki-lakinya!" Elyana menjelaskan dengan singkat pertemuannya dengan Arabella. 


"Laki-laki?" Willard merasa tidak nyaman saat Elyana menyebut laki-laki lain selain dirinya. 


"Iya?" Elyana kebingungan dengan ekspresi Willard. 


"Kalau dia mengenalkan kakak laki-lakinya padamu, ajaklah aku juga ya?" Willard memasang mata memohon kepada Elyana. 


"Baiklah, tapi aku tidak janji." Ucap Elyana setelah selesai mengunyah makanannya. 


Willard kembali tersenyum setelah mendengar ucapan Elyana. Elyana kembali menjelaskan bagaimana pertemuannya dengan Arabella dan apa saja yang mereka bicarakan. Willard duduk di depan Elyana mendengarkan ceritanya dengan fokus, kadang ia memberikan respon kepada Elyana dengan senyuman. 


Setelah selesai makan, Willard pun berpamitan dengan Elyana karena ada pekerjaan yang harus ia kerjakan. Elyana mengantar Willard sampai depan rumahnya. 


"Kalau begitu, sampai jumpa di Festival Perburuan. Aku akan memberikan kemenangan ku kepadamu, Ely."


Willard mencium tangan Elyana dan pergi meninggalkan kediaman Alston. Elyana yang melihat kepergian Willard tersenyum bahagia.


"Sejak kapan kata sampai jumpa dapat begitu berarti di hidup ini."