
"Aku merasa kita semakin dekat dengan energi negatif yang kurasakan." Ucap Willard sambil memegang pedangnya.
"Ya, saya juga merasakannya…" Armand masih merasa tubuhnya terasa sakit, walaupun begitu ia mencoba untuk tidak merasakan rasa sakit yang dirasakannya.
"Apa kamu baik-baik saja?" Willard memasang ekspresi wajah yang khawatir kepada Armand.
"Sudah saya bilang berkali-kali bahwa saya baik-baik saja. Kenapa Anda terus menanyakannya, apa Anda melakukan sesuatu yang membuat tubuh saya sakit seperti ini? Tidak bukan?" Armand mulai sedikit kesal dengan Willard yang terus menanyakan kondisi tubuhnya.
"T-Tentu saja bukan. Aku hanya khawatir karena jika kita berdua terluka seperti ini, bagaimana kita bisa menang dan keluar dari sini?" Willard memfokuskan matanya ke depan dan berusaha untuk menghindari tatapan Armand.
"Mungkin Anda benar saya sedang tidak dalam kondisi yang baik, tetapi saya masih bisa bertarung dengan baik, jadi jangan terlalu khawatir. Kita hanya punya dua pilihan disini, mati atau bertarung, hanya itu saja." Ucap Armand dengan ekspresi yang serius.
"Kamu benar." Willard tiba-tiba membayangkan wajah Elyana, ekspresi nya seketika berubah menjadi sedih.
"Tapi, dulu saya pernah terjatuh dari jurang dan saya rasa, rasa sakitnya tidak separah ini, apakah ada sesuatu yang jatuh di punggung saya saat saya tidak sadarkan diri?" Armand merasa sedikit bingung dengan rasa sakit yang dirasakannya.
Tiba-tiba keringat dingin bercucuran dari wajah Willard lagi. "B-Begitukah? M-Mungkin kita terjatuh sangat dalam hingga membuat tubuh kamu mendapat benturan yang parah."
"Hah… Mungkin saja." Armand terlihat kecewa dengan tubuhnya yang masih terasa sakit.
Willard tiba-tiba merasakan sesuatu yang mendekati mereka, ia segera mengambil pedangnya dan berteriak. "Siapa itu?!"
"Kalian!" Willard tersentak kaget saat melihat orang-orang berpakaian hitam itu sama persis dengan orang yang sudah dikalahkannya.
"Tuan Harbert! Lihat mata mereka!" Teriak Armand yang kepada Willard saat ia menyadari sesuatu yang aneh dari mereka.
Saat mendengar teriakan Armand, Willard segera melihat ke mata mereka, dan betapa terkejutnya ia saat melihat pandangan mata orang-orang itu terlihat sangat kosong dan warna kulitnya pucat, mereka terlihat seperti mayat yang sedang dikendalikan.
Sebelum Willard dapat melihat mereka dengan lebih teliti lagi, anak panah dalam jumlah yang cukup banyak mengarah pada Willard dan Armand, mereka dengan cepat menangkis semua anak panah itu. Sebelum mereka dapat menangkis semua anak panah itu, orang-orang berpakaian hitam di depan mereka kembali menyerang Willard dan Armand dengan pedang mereka. Satu per satu serangan yang diarahkan pada Willard dan Armand dihindarinya dengan sangat baik.
"Hei! Apa lebih baik kita membunuh mereka semua?!" Teriak Willard sambil sedang menangkis salah satu serangan mereka.
"Saya rasa walaupun kita memotong tubuh mereka, mereka tetap tidak akan berhenti. Aku melihat seperti sebuah benang yang terlihat seperti sedang mengendalikan bagian tubuh mereka!" Armand kembali berteriak kepada Willard sambil mencoba untuk menghindari serangan dari orang-orang berpakaian hitam itu.
"Lalu kita harus bagaimana?!" Willard mengernyit kesakitan saat mencoba menangkis serangan dari beberapa orang sekaligus.
"Sial!" Armand melihat Willard yang diserang oleh orang-orang berpakaian hitam dalam jumlah yang banyak segera menuju ke arah Willard dan memotong leher salah satu orang-orang berpakaian hitam itu dan Willard segera mendorong mundur sisa orang yang menyerangnya.
Willard dan Armand melihat ke arah salah satu orang berpakaian hitam yang lehernya dipotong oleh Armand dan betapa terkejutnya mereka saat melihat kepala orang berpakaian hitam itu menyatu kembali dengan badannya.