
"Sudahlah, lupakan saja kehidupan yang tidak berarti itu… bukankah kamu lebih menyukai dunia ini daripada dunia itu bukan?" Orang bercahaya yang mirip dengan 'Elyana' itu muncul kembali, ia perlahan mendekati Elyana dan menggunakan kedua tangannya untuk mengangkat wajah Elyana yang tidak berdaya di depannya.
"K-Kamu…" Elyana mencoba untuk menggunakan seluruh kekuatannya untuk berbicara kepada orang bercahaya itu, tetapi kepalanya terasa sakit sekali dan perlahan pandangannya menjadi gelap.
"Nona Elyana!" Panggil kedua pelayannya yang sudah kembali membawakan obat dan kompres dingin untuk Elyana saat melihat dirinya membuka matanya dengan perlahan.
"Ugh…" Elyana kembali meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.
Pelayannya yang membawakan obat segera membantu Elyana bangun sebentar untuk meminum obat sakit kepala yang dibawanya, setelah itu ia kembali membaringkan Elyana dan pelayan yang satunya lagi segera meletakkan kompres dingin yang dibawanya ke kepala Elyana. Elyana hanya bisa menatap kedua pelayannya dengan tidak berdaya hingga ia tertidur.
***
Willard membuka matanya dengan perlahan, rasa sakit yang dirasakannya kini sudah mulai membaik. Saat ia membuka matanya, ia melihat Armand yang sedang meracik sesuatu di depannya.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Willard yang masih setengah sadar.
"Saya sedang meracik obat untuk luka Anda. Apakah Anda sudah merasa lebih baik?" Armand menghentikan tangannya sebentar untuk melihat ke arah Willard.
"Ya, aku rasa sudah lebih baik. Bagaimana dengan musuh di luar? Apakah mereka masih berada di sekitar sini?" Ucap Willard sambil mencoba menggerakkan lengan tangannya.
"Saya sudah tidak merasakan keberadaan mereka di sekitar sini, tapi kita tidak bisa keluar dari sini terlebih dahulu. Harusnya para ksatria kerajaan lainnya sudah mulai mencari kita." Ucap Armand sambil kembali menggerakkan tangannya untuk meracik obat yang sedang dibuatnya.
"Ngomong-ngomong, kamu memiliki pengetahuan yang luas tentang obat-obat seperti itu, apakah kalian diajarkan untuk meracik obat untuk menjadi ksatria kerajaan?" Willard tampak penasaran dengan keahlian Armand.
Armand sempat terkejut dengan pertanyaan Willard dan menghentikan tangan nya sebentar, tetapi ia segera kembali melanjutkan pekerjaannya. "Tidak. Ini hanya hobi saya sejak kecil."
"Saya hanya mengikuti keinginan orang tua saya. Bagi para bangsawan seperti kita, menjadi ksatria kerajaan yang berkorban untuk kerajaan adalah hal yang sangat mulia bukan?" Armand masih fokus untuk meracik obat yang sedang dibuatnya dan tidak melihat ke arah Willard.
"Kamu mungkin benar… tapi, jika kamu mati berkorban kepada sesuatu yang tidak kamu sukai sama sekali, itu sedikit menyedihkan…" Ucap Willard sambil meletakkan kembali pedang yang dipegangnya.
"Mau bagaimana lagi bukan? Kata-kata orang tua saya adalah hal yang mutlak." Ucap Armand dengan senyuman yang sedih.
Setelah Armand selesai meracik obat nya, ia segera menghampiri Willard untuk melepas perbannya dan mengoleskan obat yang sudah diraciknya itu, kemudian kembali memperban luka Willard.
"Seharusnya, luka seperti ini butuh waktu berminggu-minggu ataupun berbulan-bulan baru bisa sembuh. Kekuatan regenerasi tubuh Anda benar-benar hebat Tuan Harbert." Ucap Armand setelah selesai mengoleskan obatnya dan meletakkan kembali sisa obat nya di tas kecil yang ia bawa.
"Hmm… lalu sekarang kita harus bagaimana? Tidak mungkin kita akan selalu bersembunyi disini bukan?" Ucap Willard dengan mengabaikan ucapan Armand.
"Ya, Anda benar. Para ksatria kerajaan tidak akan menyadari kita jika kita tetap bersembunyi disini." Armand mencoba untuk berpikir apa yang harus mereka lakukan.
"Apakah para ksatria kerajaan benar-benar sudah mulai mencari kita?" Tanya Willard dengan ekspresi yang serius.
"Apa maksud Anda? Ini sudah hampir 4 hari kita berada disini, harusnya mereka sudah mulai mencari kita." Jawab Armand dengan kebingungan.
"Jika begitu, seharusnya sekarang kita sudah mendengar suara kuda mereka ataupun langkah kaki di sekitar sini, tapi aku tidak mendengar apapun di sekitar sini. Ini aneh bukan?" Ucap Willard sambil memfokuskan pendengarannya.
"Memang benar… saya merasakan hal yang tidak mengenakkan di sekitar hutan ini." Armand melihat ke arah mata Willard, mereka tampak saling setuju bahwa hutan ini terasa sangat aneh.
"Perasaan tidak enak ini… apa jangan-jangan?... Tidak mungkin…" Willard merasakan kehadiran seseorang yang tidak mengenakkan sekali.