Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 91



“Hahaha.” Elyana tertawa keras sambil menari di kamarnya.


Lia yang melihat Elyana yang tertawa keras seperti itu awalnya merasa terkejut, tapi di saat yang sama ia merasa senang saat melihat Elyana tertawa keras seperti itu, karena Elyana biasanya tidak pernah tertawa dengan penuh kebahagiaan seperti itu sebelumnya.


“Anda terlihat senang sekali, Nona Elyana.” Ucap Lia dengan senyuman lega di wajahnya.


“Tentu saja Lia. Sebentar lagi tidak akan ada orang yang bisa menggangguku lagi di rumah ini, aku akan bebas…” Elyana masih tertawa keras dan melihat Lia dengan tatapan yang kosong.


Lia terlihat kebingungan saat mendengar ucapan Elyana, ia memang merasa lega saat Elyana kembali ke kediaman Alston ini. Tapi, entah kenapa kegelisahan yang dirasakannya semenjak sebelum Elyana melarikan diri dari kediaman Alston belum juga menghilang. “Aneh… Ada sesuatu yang aneh dengan perilaku Nona Elyana…”


“Apa yang sedang kamu pikirkan Lia?” Elyana tiba-tiba melihat wajah Lia dari jarak yang sangat dekat.


“T-Tidak, saya tidak memikirkan apapun.” Lia terlihat sedikit panik saat Elyana melihatnya dari jarak yang dekat.


“Begitukah? Jika ada sesuatu yang mengganggumu, segeralah beritahu aku. Aku akan berusaha untuk membantumu.” Elyana tersenyum dengan indah sambil melihat ke mata Lia.


tok tok tok


“Nona Elyana!” Suara ketukan pintu dan suara pelayan yang memanggil Elyana terdengar dari luar kamar Elyana.


Elyana segera berlari ke pintu kamarnya dengan sangat bahagia dan membukakan pintunya. “Ada apa?” Tanya Elyana pada pelayan yang kini berdiri di depannya.


“Maafkan saya yang mengganggu istirahat Anda, Tuan Willard Harbert kini sedang berada di kamar ayah Anda dan meminta Anda untuk menemuinya.” Ucap pelayan itu dengan terburu-buru seperti orang yang sedang ketakutan.


“Will…?” Elyana sangat terkejut saat mendengar ucapan pelayan itu, senyuman di wajahnya tiba-tiba menghilang. “Tidak mungkin… tidak mungkin will tahu apa yang sedang kulakukan, walaupun dia tahu aku meracuni ayahku, dia pasti tidak tahu obat penawarnya. Lalu apa yang sedang dia lakukan di kamar ayahku?! Sial!” Elyana menutup mulutnya dengan tangannya yang gemetaran.


“Antarkan aku kesana sekarang juga…” Elyana memerintah pelayan itu dengan suara yang gemetaran.


“B-Baik.” Pelayan itu langsung menuruti perkataan Elyana dan berjalan dengan terburu-buru.


Elyana melihat ke Lia yang berada di belakangnya. “Lia segera kembali ke kamarmu dan beristirahatlah.” Ucap Elyana dengan dinginnya.


Lia terlihat terkejut dengan ekspresi Elyana yang tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin, namun ia langsung segera memberi hormat kepada Elyana dan menjawabnya dengan singkat. “Baik.”


Setelah Elyana mendengar jawaban Lia, ia langsung berlari mengikuti pelayan tadi. Pikirannya sangat kacau saat memikirkan Willard yang saat ini berada di tempat ayahnya berada. “Sial! Apa yang harus kulakukan?! Apa dia akan melaporkanku?! Apa aku akan mati sebelum membunuh kedua orang itu?! Tidak akan kubiarkan itu terjadi, aku tidak ingin mati dan hanya melihat kehidupan bahagia mereka berdua! Tidak akan kubiarkan dua orang itu hidup bahagia, Aku akan membunuh mereka semua apapun yang terjadi. Karena…”


Elyana tiba-tiba merasa sangat sedih. “…Itulah satu-satunya hal yang dapat kulakukan untuk mengakhiri semua ini…”