Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 29



Malam pun tiba, Elyana terlihat senang sekali di tempat tidurnya mengingat pembicaraan nya dengan Arabella. 


"Teman kah? Hehehe." Elyana tersenyum sendiri. 


Sebelum mereka berpamitan, Arabella mengajak Elyana untuk bertemu lagi lain kali. Elyana yang menerima ajakan Arabella terlihat sangat senang. Dan juga Arabella bilang bahwa lain kali ia akan mengenalkan kakak laki-lakinya pada Elyana. 


"Tidak kusangka mempunyai 'teman' akan menyenangkan seperti ini. Aku tidak pernah mempunyai hal seperti itu di kehidupanku sebelumnya." Gumam Elyana dalam hatinya. 


"Oh ya, Lia bilang bahwa dalam beberapa minggu lagi Festival Perburuan akan diadakan. Hmm… apakah Will juga akan ikut acara itu?" Elyana tersipu malu saat mengingat nama Will, dan tanpa sadar ia pun tertidur. 


***


"Ely…"


Panggilan lembut di telinga Elyana membangunkannya. Elyana perlahan membuka matanya dan di depannya terdapat Willard yang tersenyum. 


"Will…" Elyana perlahan bangun dari tempat tidurnya untuk menyapa Willard. 


"Apa yang kamu lakukan disini sepagi ini?" Tanya Elyana kepada Willard yang masih tersenyum disana. 


"Aku hanya ingin melihat wajah pagimu saja hehehe…" Ucap Willard sambil tertawa kecil. 


Elyana meregangkan badannya dan mengabaikan ucapan Willard. Ia merasa dari hari ke hari tindakan dan ucapan Willard semakin menjadi-jadi. 


"Kamu mengabaikanku?" Willard sedikit kesal dengan Elyana yang kini mengabaikannya. 


"Tidak, aku hanya berpikir apa yang harus kukatakan kepadamu saja." Ucap Elyana sambil berdiri dari tempat tidurnya. 


"Ely, bolehkah aku menciummu?" Willard tersenyum dengan sangat gembira ke arah Elyana. 


"Hah?" Elyana menolehkan kepalanya kepada Willard seakan sedang bertanya-tanya apa yang tadi ia dengar. 


Saat Elyana menolehkan kepalanya ke arah Willard, Willard langsung mendekati Elyana dan menciumnya sampai Elyana kehabisan napas. 


"Hum…" Elyana mencoba untuk mendorong Willard tapi tenaganya tidak cukup. 


Setelah beberapa saat, akhirnya Willard menjauhkan bibirnya dari Elyana, kemudian ia memeluknya. 


"Kamu!" Elyana mendorong Willard dengan wajah yang tersipu malu. 


"Hehehe." Willard terlihat senang sekali saat melihat Elyana yang tersipu malu dan ia kembali memeluk Elyana dengan erat. 


"Kapan kita akan menikah? Bagaimana jika besok?" Willard tiba-tiba melontarkan pertanyaan tentang pernikahan mereka. 


"Tidak, tidak dalam waktu dekat." Ucap Elyana yang masih tersipu malu dan pasrah dengan pelukan Willard. 


"Ehh…" Willard terlihat kecewa dengan jawaban Elyana.


"Yah… tidak usah buru-buru juga, pada akhirnya kamu juga akan menjadi milikku." Willard kembali tersenyum sambil melihat dengan dekat wajah Elyana. 


"Sudahlah, aku lapar." Ucap Elyana sambil mendorong Willard hingga menjauhinya. 


"Ayo kita makan bersama." Ucap Willard yang masih tersenyum mengejar Elyana yang mau pergi keluar dari kamarnya untuk memanggil Lia. 


Lia tampak panik saat melihat Elyana dan Willard yang berlari menuju ke arahnya. 


"A-ada apa ini?" Tanya Lia dengan ekspresi wajah yang panik. 


"Lia… aku lapar, bisa tolong siapkan makanan sekarang juga?" Ucap Elyana dengan wajah yang memohon.


"Benar Lia, kamu harus segera menyiapkan makanan untuk nona mu yang sangat kelaparan ini hahaha." Ucap Willard yang berada di samping Elyana seakan mengejek Elyana. 


"Berhentilah mengikutiku!" Ucap Elyana dengan kesal setelah melihat Willard yang sedang menertawainya. 


"Aku tidak mengikutimu, hahaha." Willard tidak bisa menghentikan tawanya saat melihat Elyana yang kesal. 


Lia yang melihat mereka berdua bertengkar seperti itu hanya bisa menghembuskan napasnya. "Baiklah, saya akan segera menyiapkan makanan Anda. Sekarang lebih baik kalian berdua kembali ke kamar."


"Baik. Kamu memang yang terbaik Lia, kalau begitu aku akan segera kembali ke kamarku." Ucap Elyana sambil berjalan menuju ke kamarnya dan diikuti oleh Willard yang masih tertawa. 


"BERHENTILAH MENGIKUTIKU!" Elyana berteriak kepada Willard, tetapi Willard hanya tertawa saat melihat Elyana yang berteriak memarahinya.