
“Dan saat dia sudah duduk di kereta kudanya, dia bilang dia akan membunuh ayahnya dan mengambil posisinya…” Armand menjelaskan semuanya pada Willard.
“Membunuh ayahnya…? Bagaimana mungkin? Jika itu benar kenapa dia memberitahumu yang seorang ksatria kerajaan bahwa dia akan membunuh ayahnya sendiri?!” Willard merasa tidak percaya dengan apa yang Armand katakan.
“Saya rasa… dia sudah tidak terlalu peduli dengan hal seperti itu.” Armand teringat ekspresi Elyana yang seakan sudah tidak peduli dengan apapun lagi saat dia mengatakan bahwa dia akan membunuh ayahnya.
“Sial!” Willard tertunduk lemah saat mengingat Elyana yang selalu tersenyum kepadanya.
“Saya kesini hanya untuk menghentikan Anda untuk mengejar perempuan itu, lagipula sekarang Anda bukanlah tunangannya lagi, jadi tolong jangan melakukan sesuatu yang dapat membahayakan diri Anda.” Ucap Armand dengan ekspresi yang serius.
“Tidak, aku pasti akan menghentikannya dan membuatnya kembali kepadaku dengan cara apapun.” Willard membalikkan badannya dari Armand dan kembali ke dalam mansionnya dengan ekspresi yang gelap.
Armand yang melihat Willard yang perlahan menghilang dari pandangannya hanya bisa menatapnya saja.
***
“Ayah, aku sudah kembali.” Elyana tersenyum lebar sambil membawa satu cangkir teh di tangannya.
Ayah Elyana yang duduk dengan ekspresi yang lelah di ruangannya sangat terkejut saat melihat putrinya yang melarikan diri tiba-tiba sekarang berada di depannya. “Kamu…!”
“Tenang saja ayah, aku tidak akan melarikan diri lagi.” Elyana masuk ke dalam ruangan kerja ayahnya dan berjalan ke meja ayahnya dengan senyuman yang sangat bahagia.
“Aku hanya menyadari bahwa tempat ini hanyalah satu-satunya tempat dimana aku bisa hidup.” Elyana berbohong kepada ayahnya tanpa ada satu keraguan pun.
“Hahaha, baguslah jika kamu sadar. Di luar sana tidak ada yang bisa menerimamu yang tidak berguna ini!” Ayah Elyana dengan mudahnya tertipu dengan kebohongan yang diucapkan Elyana.
“Kamu benar ayah dan aku juga sudah memutuskan untuk menikahi Viscount Dallen Brant dengan senang hati. Maafkan aku yang sudah bersikap kasar padamu ayah, sebagai permintaan maafku, aku membuatkan teh ini untuk menghilangkan rasa lelah yang ayah rasa kan beberapa hari ini karena aku.” Elyana meletakkan secangkir teh itu di meja depan ayahnya.
“Itu benar-benar bagus sekali, aku akan segera menghubungi Viscount Dallen Brant untuk segera mempersiapkan pernikahan kalian.” Ayah Elyana terlihat sangat senang sekali saat mendengar ucapan Elyana.
“Jangan terburu-buru seperti itu ayah, lebih baik ayah minum teh ini dan beristirahat sebentar supaya pesta pernikahan kami dapat dipersiapkan dengan lebih baik.” Elyana tersenyum dengan sangat tulus kepada ayahnya, tetapi di saat bersamaan senyuman Elyana terlihat sangat menyeramkan.
“Kamu benar, aku sudah cukup lelah untuk mencarimu belakangan ini, mungkin lebih baik aku beristirahat sebentar.” Ayah Elyana mengambil secangkir teh yang ada di depannya dan hendak meminumnya, tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu yang ingin ditanyakannya kepada Elyana.
“Apakah kamu yakin tidak ada yang mengikutimu sama sekali?” Ayah Elyana menurunkan cangkir teh itu kembali dan bertanya kepada Elyana dengan ekspresi yang serius.
“Ya, tidak ada yang mengikuti aku ayah dan aku baru saja membatalkan pertunangan ku dengan Duke Willard Harbert jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Elyana terlihat risih saat melihat ayahnya yang menurunkan cangkir tehnya tetapi ia masih berusaha untuk tetap tersenyum.
“Hahahaha, baguslah kalau begitu. Sepertinya beberapa hari keluar dari tempat ini membuatmu lebih sadar tentang apa yang seharusnya kamu lakukan.” Ayah Elyana tertawa dengan puas sekali. Setelah ia berhenti tertawa, ia segera mengangkat cangkir teh itu lagi dan menyeruputnya dengan senyuman di wajahnya.
Elyana yang melihat ayahnya menyeruput tehnya merasa sangat senang dan gelisah pada saat bersamaan.