
“Kapten, mereka sudah pergi.” Ucap anggota Willard dengan tenangnya.
“Ya, aku tahu. Kalian kembalilah ke kediaman Duke Harbert. Aku akan ikut dengan orang itu dan menyusul kalian nanti. Katakan pada Duke Harbert bahwa aku akan membawa Pangeran Malvin ke kediamannya.
“Baiklah.” Keempat anggota Armand segera pergi ke tempat dimana kuda mereka diletakkan dan pergi kembali ke kediaman Duke Harbert.
Armand merasa hatinya sangat tenang saat melihat mereka sudah pergi. “Akhirnya, aku bisa menjalankan pekerjaanku dengan tenang.” Armand menghela napas lega saat melihat mereka yang sudah menjauh dari pandangannya.
“Baiklah sekarang aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku.” Ucap Armand dengan sangat bahagia.
Armand berjalan menuju ke tempat dimana ia bertemu dengan Patrick sebelumnya. Saat ia sampai disana, ia melihat Malvin yang tidak diperbolehkan masuk oleh ksatria kerajaan disana, saat ia melihat Malvin yang sibuk dengan hal itu, ia segera berjalan menuju ke tempat kereta kuda untuk membawa mereka berdua berada dan menaiki bagian depan kereta kuda itu.
Beberapa saat kemudian, ia melihat Malvin dan orang yang bersamanya mulai menaiki kereta kuda yang sedang dinaikinya. Setelah mereka berdua sudah masuk, Patrick menaiki bagian depan kereta kuda itu bersama dengan Armand.
“Apakah semua sudah siap?” Tanya Armand dengan serius kepada Patrick.
“Ya. tentu saja.” Patrick menyeringai saat melihat ekspresi serius Armand.
Patrick pun menjalankan kereta kudanya dan menuju ke arah kediaman Duke Harbert berada. “Apakah benar tidak apa-apa kita menuju ke kediaman Duke Harbert?” Patrick terlihat ragu-ragu.
“Seharusnya kediaman Duke Harbert lebih baik bukan? Jika kita langsung menuju ke istana raja, kamu tidak akan bisa pulang dengan hidup-hidup.” Armand tidak melihat ke arah Patrick dan memfokuskan pandangannya ke depan.
“Tapi…” Patrick masih tidak yakin dengan ucapan Armand.
“B-Baiklah.” Patrick terlihat sangat ketakutan saat mendengar ucapan Armand.
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai pada kediaman Duke Harbert, dari kejauhan Armand sudah melihat Willard dan anggota-anggotanya yang ia suruh kembali terlebih dahulu.
Patrick tiba-tiba menghentikan kereta kudanya dengan paksa saat melihat Duke Harbert yang melihatnya dengan tatapan yang sangat mengerikan. Kudanya terlihat mengamuk saat Patrick yang memberhentikannya dengan sangat kasar. Duke Harbert yang melihat kudanya mengamuk itu langsung menebas kepala kuda itu tanpa keraguan sedikit pun.
“Apa yang kamu lakukan?!” Teriak Armand pada Patrick dengan ekspresi yang marah.
“M-Maaf.” Patrick terlihat sangat khawatir saat Armand memarahinya.
“Apa mereka berdua baik-baik saja?!” Armand segera turun dari bagian depan kuda itu dan hendak berlari ke belakang kereta kuda itu, tapi kemudian Willard langsung menghentikan Armand dan ia berjalan lebih dulu untuk melihat ke arah belakang kereta kuda itu.
***
“Jadi begitulah…” Jelas Willard dengan rasa yang bersalah saat ia mengingat bagaimana ia melempar pedangnya dan melukai Elyana.
“Jadi begitu. Aku tidak menyangka Malvin adalah seorang pangeran.” Ucap Elyana dengan perasaan sedih.
Willard langsung menolehkan kepalanya saat mendengar Elyana menyebut nama Malvin. “Tenang saja, aku akan menceritakan kepadamu tentang bagaimana aku bertemu dengan Malvin.”
Elyana pun mulai menceritakan alasannya melarikan diri dari rumahnya dan bagaimana ia bertemu Malvin.