Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 36



Setelah Elyana mengganti gaunnya, mereka berdua pun minum teh bersama. Di tengah obrolan mereka tiba-tiba Elyana merasa penasaran kenapa Arabella ingin berteman dengannya dan kemudian ia bertanya pada Arabella. 


"Itu sudah 10 tahun yang lalu, wajar saja kalau kamu sudah tidak ingat." Ucap Arabella sambil tersenyum. 


"M-Maaf." Elyana bukannya tidak mengingat kejadian itu, tetapi sejak awal ia memang tidak mempunyai ingatan masa lalu 'Elyana' yang sebenarnya. 


"Tidak apa-apa. Walaupun kamu melupakannya, aku akan selalu mengingat kejadian itu." Arabella perlahan menyeruput tehnya dan mulai menceritakannya pada Elyana. 


***


10 tahun yang lalu, aku bertemu dengan Elyana di Royal Banquet yang diadakan oleh Raja Barnett. Saat itu aku selalu dirundung oleh anak-anak lain karena aku selalu bersama kakakku, mereka selalu bilang aku adalah anak lemah yang tidak bisa melakukan apapun tanpa kakakku. 


Tapi suatu hari, kakakku memukul beberapa anak yang suka merundung ku hingga membuatnya dimarahi oleh orang tua ku karena orang tua dari anak-anak bangsawan itu melapor pada orang tua ku hingga ada yang mengancam bahwa mereka akan berhenti menjalin hubungan dengan keluarga kami dan ayahku tidak bisa menerima itu, walaupun keluarga kami adalah keluarga bangsawan, tetapi kekayaan yang dimiliki oleh keluarga kami tidak sebanyak keluarga bangsawan lainnya, jika mereka berhenti menjalin hubungan bisnis dengan keluarga ku tentu saja itu akan membuat keluarga ku kehilangan gelar Count. 


Waktu itu aku masih anak-anak jadi aku tidak mengerti tentang hubungan bisnis dan gelar yang dimiliki oleh keluargaku, yang aku tahu hanyalah mereka melukai kakakku dan hal itu benar-benar membuatku marah sekali. Saat aku berada di kamarku, aku menangis dan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan memukul anak-anak itu dan membuat mereka membayar atas apa yang mereka lakukan pada kakakku. 


Dan saat aku bertemu dengan anak-anak yang suka merundungku adalah pada saat Royal Banquet, itu benar-benar hari terburukku. Walaupun kakakku sudah menghajar mereka dan menyuruh mereka untuk tidak merundung ku lagi, tetapi mereka masih saja mengejekku dari kejauhan. Saat itu, aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku dan langsung pergi ke tempat mereka berada. Aku berteriak menjelek-jelekkan mereka sambil menangis, seperti orang bodoh bukan? Tapi saat itu aku benar-benar mengatakan semua hal yang ingin kukatakan, dan hal itu membuatku sangat lega. Namun, saat aku berteriak seperti orang bodoh anak-anak yang suka merundung ku malah tertawa terbahak-bahak dan menyebutku anak yang bodoh. 


Para orang dewasa disana juga hanya menganggap apa yang kukatakan sebagai lelucon anak kecil, kakakku terlihat sangat mengkhawatirkan ku, dan orang tua ku terlihat sangat marah. 


Tapi tiba-tiba kamu muncul dan menampar salah satu anak-anak yang menertawaiku, kemudian kamu menarik tanganku dan kita berdua berlari bersama ke taman. Saat sampai di taman, kamu memarahiku karena aku hanya diam saja saat mereka menertawaiku dan kemudian kamu tertawa. 


Setelah mengatakan hal itu kamu tertawa terbahak-terbahak dan waktu itu aku sempat berpikir kamu adalah anak yang tidak waras. Tapi kemudian kamu mengatakan sesuatu yang membuatku berpikir kamu sangat hebat. 


"Hahahaha… tapi aku pikir kamu hebat sekali karena dapat mengatakan hal yang ingin kamu katakan pada anak-anak sialan itu!"


Kemudian kamu kembali tertawa, dan aku yang melihat kamu tertawa seperti itu pun ikut tertawa. 


Setelah hari itu, aku benar-benar tidak bisa bertemu denganmu lagi. Aku tidak tahu namamu dan kamu berasal dari keluarga bangsawan mana. Tapi, saat aku pergi ke pesta yang diadakan oleh Cerelia Ellworth. Saat itulah aku tahu bahwa itu adalah kamu, tapi kamu selalu berada di dekat Pangeran Albern sehingga aku tidak dapat mendekatimu. Saat kamu melompat dari balcon kediaman Ellworth, aku benar-benar berpikir kamu sudah mati.


Tapi sekarang aku sangat senang karena sekarang kamu ada disini dan kita bisa berteman seperti ini. 


***


"Jadi itu yang terjadi." Elyana menyeruput tehnya dan memasang sebuah senyuman di wajahnya. 


"Karena itulah, aku ingin menjadi teman Elyana dan membantunya saat dia sedang kesusahan. Setidaknya itulah yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikannya." Ucap Arabella dengan senyuman yang menenangkan. 


"Terkadang di dunia ini ada orang aneh seperti mu ya, Arabella." Ucap Elyana dalam hatinya.