Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 37



Willard mengambil pedangnya dan mengayunkan pedang itu untuk memotong kepala seekor beruang. Setelah itu, ia mengambil kepala beruang itu dan meletakkan kepala beruang yang dipegangnya di atas kuda yang dibawanya. 


"Apakah ini sudah cukup untuk memenangkan festival ini?" Willard tampak kebingungan menentukan apakah kepala seekor beruang sudah cukup atau tidak. 


"Hmm…" Willard terlihat berpikir dengan serius. 


"Tidak, lebih baik aku memburu lebih banyak lagi. Aku harus membawa kemenangan mutlak pada Ely. Dengan begitu dia akan tahu bahwa aku jauh lebih baik dari pangeran sialan itu." Ucap Willard sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali. 


Willard kembali menaiki kudanya dan pergi ke tempat lain. Namun, di tengah perjalanannya sebuah anak panah menusuk kaki kudanya. Kuda yang dinaiki Willard pun berteriak kesakitan dan melaju dengan sangat cepat. Willard yang melihat kudanya yang berteriak kesakitan tampak terkejut tapi ia segera berpikir dengan cepat dan kemudian ia menghempaskan badannya ke tanah. 


"Eghh!" Badan Willard terbentur ke tanah, dan berguling beberapa kali hingga ia menabrak sebuah pohon. Walaupun badan Willard terbentur dengan keras tetapi Willard masih bisa mempertahankan kesadarannya. 


"Sialan!" Willard perlahan bangun dari tempat tubuhnya berhenti berguling dengan gemetaran karena rasa sakit di sekitar tubuhnya. 


Saat Willard berhasil berdiri, ia memegang pohon di belakangnya untuk membantunya mempertahankan posisi berdirinya. Tiba-tiba dari semak-semak yang di sekitar Willard muncullah beberapa orang berpakaian serba hitam dengan senjata ditangan mereka. 


"Cih. Walaupun sudah terjatuh seperti itu tetapi masih bisa berdiri seperti ini… seperti yang diharapkan dari seorang Duke Harbert." Ucap salah satu dari orang-orang dengan pakaian serba hitam itu. 


"Heh… apakah kepalamu terbentur saat jatuh tadi? Di keadaan seperti ini kamu masih mempunyai waktu untuk memikirkan tunanganmu? Tenang saja, setelah membunuhmu aku akan jamin tunanganmu juga akan segera menyusul. HAHAHAHA!" Ucap salah satu orang berpakaian serba hitam itu. Kemudian mereka semua bersiaga dengan senjata mereka dan bersiap untuk menyerang Willard. 


"Aku benar-benar tidak ingin berurusan dengan kalian sekarang, mengerti? Jika kalian menyerang saat aku berada di kediaman ku, mungkin aku akan menangkap kalian dan menyiksa kalian satu persatu untuk mendapatkan informasi. Tapi, sekarang aku benar-benar tidak peduli dengan kalian. Jadi… kalian mati saja ya?" Willard membuka matanya dan menatap mereka semua dengan tatapan dingin dan dipenuhi dengan haus darah. 


Willard menarik pedang yang dibawanya dari sarungnya dan berlari ke arah mereka dengan sangat cepat, kemudian ia mengarahkan pedangnya ke salah satu dari mereka. Tetapi, serangan itu berhasil ditangkis oleh orang dengan pakaian serba hitam itu dengan pedangnya. 


"Hanya ini saja kah kekuatanmu?!" Teriak orang yang menangkis serangan Willard. 


"Tidak." Willard mengerahkan kekuatan yang sangat besar di tangannya dan berhasil membuat pedang musuhnya hancur. 


Setelah pedang orang itu hancur, ia melompat ke belakang dan teman-temannya yang lain menyerang Willard secara bersamaan. Willard menghindari semua serangan dari mereka dan membunuh mereka satu persatu dengan sangat brutal. 


Orang berpakaian hitam yang pedangnya hancur itu merasa ketakutan saat melihat Willard yang kini tangannya dilumuri dengan banyak darah dari teman-temannya. Ia hendak melarikan diri dari sana, namun Willard yang melihat dirinya hendak melarikan diri melemparkan pedang yang dipegangnya dengan sangat kuat tepat pada kepala orang berpakaian hitam itu. Dan lemparan pedang Willard seketika membunuh orang berpakaian hitam itu dengan sangat tepat sasaran. 


Willard pun berjalan ke arah orang berpakaian hitam itu dan menarik pedangnya dari kepalanya.