Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 44



Elyana bangun dari tidurnya dan melihat kedua pelayannya yang sedang menyiapkan makanannya. Rasa sakit kepala yang dirasakannya kini sudah hilang. Elyana mencoba untuk bangun dengan perlahan. Kedua pelayan yang sedang di dekatnya menyadari Elyana yang sudah bangun segera menghampirinya.


"Apakah Anda sudah merasa lebih baik?" Tanya salah satu pelayannya dengan ekspresi yang sedikit khawatir. 


"Ya. Kepalaku sudah tidak sakit lagi." Jawab Elyana sambil memegang kepalanya. 


"Kalau begitu baguslah. Saya sudah menyiapkan beberapa makanan untuk Anda. Silakan menikmati makanan Anda. Kami akan pergi untuk beberapa saat, jadi mohon jaga diri Anda dengan baik." Ucap pelayan lainnya, kemudian mereka memberi hormat kepada Elyana dan segera pergi. 


"Mereka terlihat buru-buru sekali…" Gumam Elyana dalam hatinya dengan khawatir. 


"Ini pasti ada hubungannya dengan para bangsawan yang terbunuh itu kan?" Bayangan Willard kembali muncul di pikiran Elyana dan seketika membuatnya sedih. 


Elyana mengambil sapu tangan yang sudah dibordirnya itu dan melihat sapu tangan itu dengan tatapan yang seakan ingin menangis. "Harusnya aku memberikan sapu tangan ini padanya…" Elyana memeluk sapu tangan itu dengan sangat erat. 


***


"Hei. Menurutmu apa aku sudah bisa bertarung?" Tanya Willard kepada Armand sambil kembali mencoba untuk mengayunkan pedangnya.


"Apakah Anda benar-benar ingin mati?" Armand kembali bertanya pada Willard dengan ekspresi yang serius. 


"Aku hanya bertanya saja. Kamu tidak perlu marah seperti itu bukan?" Willard masih sibuk untuk berusaha mengayunkan pedangnya dengan tangan yang gemetaran. 


"Saya tidak marah. Hanya saja lebih baik Anda lebih memperhatikan kondisi Anda dengan baik. Jika Anda mati disini pasti saya yang akan disalahkan." Armand menghela napas berat. "Daripada berpikir untuk bertarung, lebih baik Anda berpikir bagaimana agar kita bisa keluar dari hutan ini hidup-hidup dengan kondisi tubuh Anda yang seperti itu. Stok makanan yang saya bawa juga sudah mulai menipis."


"Tanpa bertarung? Aku rasa itu akan susah. Bukankah kamu adalah seorang ksatria kerajaan terhormat? Tidak bisakah kamu melakukan sesuatu dengan situasi ini?" Willard merasa kesal saat mendengar Armand berbicara tentang kondisi tubuhnya. 


 "Hah… apakah benar-benar tidak ada cara lain selain bertarung?" Armand kembali menghela napas berat. 


Armand tiba-tiba teringat sesaat sebelum festival perburuan ini dimulai bahwa ia sudah berjanji kepada Arabella bahwa ia tidak bertarung dengan siapapun dan pulang tanpa terluka. "Mau bagaimana lagi… Maaf Arabella."


"Apakah kamu setidaknya sudah bisa berlari?" Tanya Armand dengan sangat serius. 


"Jika berlari, aku rasa sudah bisa. Tapi, untuk mengayunkan pedang dengan kuat sedikit susah. Apa ini? Apa kamu sudah memutuskan untuk menyerang mereka?" Willard terlihat tersenyum usil saat mendengar ucapan Armand. 


"Ya, begitulah. Lagipula cepat atau lambat kita harus segera keluar dari tempat ini bukan?" Armand berdiri dan mengambil pedangnya yang tidak jauh darinya. 


"Itulah yang aku tunggu-tunggu. Meskipun kondisi tubuhku seperti ini, aku rasa aku bisa membunuh sampai 5 orang?" Willard mengayunkan pedangnya dengan sedikit semangat. 


Armand terkejut dengan ucapan Willard. "Anda benar-benar…"


"Aku akan mendukungmu sebisa mungkin. Lalu, apakah aku boleh membawa kepala beruang ini?" Willard terlihat sangat percaya diri sambil memegang kepala beruang itu. 


"Festival ini harusnya sudah dibatalkan, apakah Anda masih memikirkan poin untuk festival ini?" Ucap Armand dengan ekspresi yang seakan tidak percaya dengan Willard yang masih ingin membawa kepala beruang itu. 


"Walaupun festival ini sudah dibatalkan, setidaknya aku harus membawakan sesuatu untuk tunanganku bukan?" Ucap Willard sambil tertawa usil.


"Terserah Anda saja." Armand tampak pasrah dengan kelakuan Willard.