Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 68



“Jadi itu adalah orang yang kamu maksud?” Tanya Elyana sambil melihat ke arah satu orang yang berdiri di kerumunan banyak orang dan kereta kuda yang tak jauh dari mereka. 


“Ya. Itulah orang yang sudah aku sogok dengan koin emas mu itu.” Jawab Malvin sambil mengikuti Elyana melihat ke arah orang itu.


“Apa kamu yakin orang itu benar-benar bisa dipercaya?” Elyana merasakan firasat buruk saat melihat ke arah orang itu.


“Mau bagaimana lagi. Hanya orang itu yang bisa aku temukan.” Malvin tampaknya juga tidak terlalu mempercayai orang itu.


“Hah… Baiklah. Sekarang bagaimana kita bisa kesana dengan melewati para ksatria kerajaan itu?” Elyana melihat ke sekeliling orang itu dan banyak sekali para ksatria kerajaan yang berdiri mengelilingi kereta kuda mereka.


“Ikuti aku.” Malvin memegang tangan Elyana dan berjalan mendekati mereka.


“Siapa kalian? Hanya orang-orang yang berkepentingan yang bisa masuk ke sini.” Ucap salah satu ksatria kerajaan yang berjaga disana sambil memegang pedangnya.


“Hentikan itu. Mereka adalah pendampingku.” Ucap orang yang telah disogok oleh Malvin sambil berjalan mendekati mereka. 


“Tuan Patrick! Mereka terlihat mencurigakan sekali, bagaimana Anda bisa menyuruh orang seperti ini untuk menjadi pendampingmu?!” Penjaga itu terlihat tidak senang dengan orang itu yang menjadikan Elyana dan Malvin sebagai pendampingnya.


“Cih!” Patrick tiba-tiba mendekati penjaga itu dan membisikkan sesuatu di telinganya yang membuat penjaga itu yang awalnya tidak suka dengan kehadiran Elyana dan Malvin kini terlihat senang dan membiarkan mereka berdua masuk.


“Kalian berdua kesinilah!” Ucap Patrick dengan arogannya kepada Elyana dan Malvin.


Elyana tampak kesal dengan sikap Patrick, tetapi ia tidak punya pilihan lain selain mengikutinya. “Aku benar-benar tidak bisa mempercayai orang ini.” Ucap Elyana dalam hatinya dengan perasaan yang sangat khawatir.


Malvin tiba-tiba memegang tangan Elyana dengan erat. “Ely, apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Malvin dengan khawatir saat melihat Elyana yang terlihat sedikit takut.


“Tenang saja. Kita berdua akan baik-baik saja… mungkin…” Malvin terlihat ragu-ragu dengan ucapannya.


“Kalian berdua cepat masuk!” Ucap Patrick sambil membuka kereta kuda yang dipakai untuk membawa hasil panennya itu.


Elyana dan Malvin tidak mengatakan satu katapun pada Patrick, mereka hanya masuk ke kereta kuda itu dan menuruti perkataan Patrick.


“Menghabiskan setengah kantong koin emas untuk orang sialan itu benar-benar membuatku ingin memukul kepalamu.” Gumam Elyana sambil menatap tajam pada Malvin.


“Maaf.” Malvin tampak merasa bersalah kepada Elyana.


“Padahal aku kira kamu sangat hebat karena bisa memilih kamar dengan pemandangan yang indah, tapi sekarang…” Elyana menghela napas berat.


Malvin tidak mengatakan apapun dan hanya menundukkan kepalanya. Elyana terlihat masih kesal saat memikirkan sikap Patrick yang buruk pada mereka walaupun sudah membayar sangat banyak dan kereta kuda yang mereka duduki sekarang sangat tidak nyaman hingga membuatnya merasa sangat kesal, memang Elyana tidak banyak berharap pada kereta kuda yang digunakan untuk mengangkut hasil panen tetapi ia tidak menyangka akan seburuk ini, seluruh ruang kereta kuda itu dipenuhi dengan debu dan sarang laba-laba hingga membuat Elyana berpikir apakah kereta kuda ini benar-benar digunakan untuk membawa hasil panen Kerajaan Flawless ke kerajaan lain untuk dijual.


Elyana menghela napas berat lagi hingga membuat Malvin tampak khawatir. “Ely, kamu terlalu banyak menghela napas berat. Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Malvin dengan perasaan khawatir dan melihat ke arah Elyana seakan sudah melupakan rasa bersalahnya.


“Ya. Aku baik-baik saja.” Jawab Elyana tanpa melihat ke arah Malvin. “Apa kamu tahu tujuan kereta ini ke kerajaan mana?” 


“Tidak. Orang itu tidak mau memberitahuku, dia hanya bilang dia akan mengantar kita keluar dari kerajaan ini tanpa melalui pengecekan identitas. Hanya itu saja.” Jawab Malvin dengan ekspresi yang kembali menjadi datar.


“Baiklah kalau begitu. Aku hanya ingin keluar dari kerajaan ini. Hanya itu saja harapanku.” Ucap Elyana dengan tatapan kosong.


Malvin terlihat melamun untuk beberapa saat. “Aku juga sama.” Ucap Malvin dengan tatapan kosong yang sama dengan Elyana.