Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 75



“Jadi bagaimana kita akan membawanya pulang?” Tanya salah satu anggota Armand dengan ekspresi yang kesal.


“Kita amati dulu mereka untuk sementara ini.” Jawab Armand tanpa ekspresi.


“Aku benar-benar tidak setuju saat kapten membayar orang itu.” Ucap anggota lainnya dengan kesal.


“Jika ada yang mengetahui kita adalah ksatria kerajaan, urusannya akan menjadi lebih rumit. Jadi jangan mengucapkan sesuatu yang tidak perlu seperti tadi.” Armand berjalan ke jendela kamar mereka.


“Kenapa?! Kita memang seorang ksatria kerajaan tetapi kita juga adalah seorang bangsawan, kita berbeda dengan rakyat-rakyat biasa itu!” Anggota Armand yang lainnya juga terlihat setuju dengan apa yang dikatakannya.


“Kita disini sedang bekerja dan hanya karena kita bangsawan bukan berarti kita akan diterima di semua tempat, apalagi di tempat orang-orang yang punya status sosial yang lebih rendah dari kita.” Ucap Armand dengan tatapan dingin ke para anggotanya itu. “Daripada kalian seperti ini, lebih baik kalian memperhatikan gerak-gerik Pangeran Malvin jika ingin cepat kembali.” 


Anggota Armand terlihat tidak setuju dengan apa yang dikatakan Armand, meskipun begitu mereka menuruti perkataan Armand dan pergi untuk memantau kamar Malvin.


“Hah… kenapa aku harus berakhir dengan anak-anak ini? Dan siapa sebenarnya orang yang bersama Pangeran Malvin itu? Apa dia yang membujuk Pangeran Malvin untuk melarikan diri dari istana?” Armand terlihat lelah karena harus memikirkan banyak hal.


“Kapten!” Bisik salah satu anggotanya.


“Ada apa?” Armand membalikkan badannya dan melihat ke arah anggota nya itu.


“Pangeran itu tadi baru saja keluar dari kamarnya dan berjalan keluar dari penginapan ini!” Ucap anggota itu dengan suara yang kecil.


Armand dan para anggotanya mengikuti Malvin dari jarak yang cukup jauh. “Dia hanya sendiri?!” Armand terlihat terkejut karena melihat Malvin yang berjalan sendiri.


“Hei salah satu dari kalian segera kembali ke kamar itu dan kembali mengawasi kamar Pangeran Malvin.” Ucap Armand dengan suara yang tidak terlalu besar.


Salah satu anggota itu pun menganggukkan kepalanya dan segera berlari kembali ke penginapan itu. “Kapten, ayo kita segera menangkapnya.” Ucap Anggota lainnya yang mulai terlihat jengkel.


“Tidak jangan dulu.” Ucap Armand dengan serius. Armand melihat Malvin pergi ke sebuah tempat dimana biasanya orang-orang yang membawa hasil panen ke kerajaan lain berada dan ia melihat Malvin berbicara sebentar dengan orang itu kemudian memberikan orang itu dengan sejumlah koin emas yang banyak.


“Dia memberikan begitu banyak koin emas kepada orang itu, jangan-jangan ia menyuap orang itu untuk membawanya keluar dari kerajaan ini?” Armand terlihat dapat memahami situasinya dengan sangat baik.


Setelah Malvin pergi dari sana, Armand menyuruh ketiga anggotanya yang lain untuk mengawasi Malvin hingga ia kembali pada penginapan mereka. “Awasi Pangeran Malvin dengan baik, jangan coba-coba untuk langsung menangkapnya. Mengerti?” Armand menatap ketiga anggotanya itu dengan tatapan yang sangat menyeramkan.


“Baiklah. Tapi apa yang akan kapten lakukan?” Mereka terlihat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Armand.


“Sekarang kalian lebih baik mengikuti Pangeran Malvin terlebih dahulu, nanti akan ku jelaskan tentang rencanaku. Seharusnya besok masalah ini sudah bisa terselesaikan.” Armand tersenyum jahat pada ketiga anggotanya itu.


“Wah, kapten benar-benar mengerikan!” Mereka tersenyum secara bersamaan, kemudian mereka langsung segera menyusul Malvin yang sudah berjalan cukup jauh.