
“Ely!” Willard tiba-tiba terbangun saat membayangkan Elyana yang berjalan menjauh darinya.
Asisten Willard dan Armand tampak berbincang bersama di luar kamar Willard, ketika mendengar teriakan Willard, mereka berdua segera berlari memasuki kamar Willard.
Willard terlihat terkejut saat melihat Armand yang kini berdiri di sampingnya. “Kamu…?” Willard melihat ke arah Armand dengan ekspresi yang terkejut. “Jadi begitu… kamu berhasil mengalahkannya.” Seketika ekspresi Armand berubah menjadi senyuman yang lega.
“Tidak. Saya tidak mengalahkannya.” Jawab Armand dengan sedikit rasa bersalah. “ Sebenarnya ada satu cara lagi yang bisa kita gunakan untuk keluar dari sana selain mengalahkan penjaganya, tetapi resikonya terlalu tinggi, jadi saya tidak mengatakannya pada Anda.” Ucap Armand dengan sedikit ragu-ragu.
“Yang penting kita sudah keluar dari sana dengan hidup-hidup. Jadi, tidak perlu merasa bersalah seperti itu.” Ucap Willard dengan suara yang lemah.
Armand terlihat sangat terkejut dengan sikap Willard. “Apakah Anda baik-baik saja?” Tanya Armand dengan sedikit ragu-ragu.
“Apa yang kamu katakan? Tentu saja aku baik-baik saja.” Jawab Willard dengan senyuman di wajahnya.
“Anda pasti tidak baik-baik saja! Cepat paggilkan dokter sekarang juga!” Teriak Armand sambil melihat ke arah asisten Willard.
“Baik!” Asisten Willard segera memberi hormat kepada mereka berdua dan berlari keluar dari kamar Willard dan memanggil dokter untuk segera memeriksa keadaan Willard.
Willard terlihat terkejut saat melihat Armand berteriak seperti itu. “Kamu ternyata bisa bersikap seperti itu.” Ucap Willard yang masih terkejut.
“Ehem! Ini karena Anda yang bersikap aneh.” Ucap Armand dengan ekspresi yang sedikit malu.
“Raja Barnett sudah mengirim banyak ksatria kerajaan di hutan itu, tetapi anehnya mayat orang-orang berpakaian hitam yang Anda bunuh tidak dapat ditemukan di manapun dan banyak bangsawan yang mengikuti perburuan itu mati akibat racun dari anak panah orang-orang berpakaian hitam yang kita lawan, saya baru memastikan anak panah mereka beberapa hari yang lalu. Raja Barnett terlihat kesal dengan situasi saat ini dan soal kita yang memasuki mimpi abadi dari sihir ilusi belum saya katakan pada siapapun.” Armand menjelaskan situasi saat Willard tidak sadarkan diri.
“Oh… ngomong-ngomong ada apa dengan mahkota itu?” Tanya Willard saat ia melihat mahkota yang begitu indah di meja yang tak jauh darinya.
“Itu adalah hadiah dari Raja Barnett karena Anda memenangkan festival itu karena membawa kepala beruang.” Jawab Armand sambil melihat ke mahkota itu.
“Jadi begitu… aku harus segera membawakannya pada Ely, dia pasti senang sekali.” Ucap Willard sambil tersenyum lemah.
Saat mendengar Willard mengatakan hal tersebut, Armand terlihat sangat tidak senang. “Lebih baik Anda fokus pada pemulihan diri terlebih dahulu.” Ucap Armand dengan suara yang dingin.
“Kamu benar. Ely pasti tidak suka melihatku seperti ini.” Willard masih tersenyum lemah saat membayangkan wajah Elyana.
“Apakah Ely tidak datang melihatku?” Tanya Willard kepada asistennya saat dokter yang dibawanya memeriksa keadaannya.
“Itu… sebenarnya…” Asisten Willard terlihat ragu-ragu saat Willard menanyakan tentang Elyana, tetapi keraguannya digantikan oleh rasa takut saat Armand menatapnya dengan tatapan dingin di belakang. “T-Tidak. Nona Elyana tidak datang sama sekali.”
Willard terlihat sedih saat mendengar jawaban dari asistennya. “Apa kamu tidak merindukanku Ely…?” Gumam Willard dalam hatinya dengan perasaan yang sangat sedih.