Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 60



Elyana berpikir keras saat mendengar langkah kaki yang mulai mendekatinya. Saat ia mencoba untuk melihat kebawah dengan ketakutan, ia melihat sebuah batu yang berukuran tidak terlalu besar di dekatnya. Kemudian ia mengambil batu itu dan melemparnya sekuat tenaga ke semak-semak di samping kanannya. Penjaga yang mencoba untuk mendekati Elyana kini terkejut dengan bunyi semak-semak itu langsung berjalan kesana.


Saat penjaga itu berjalan ke arah kanannya. Elyana segera mencoba untuk berjalan perlahan dan berpindah ke tempat lain. Saat ia merasa penjaga itu sudah hilang dari jangkauannya, ia langsung berlari menuju tempat yang bisa digunakannya untuk kabur.


Setelah beberapa saat, ia sampai pada tempat yang bisa digunakannya untuk melarikan diri dari kediaman Alston. Jika dilihat dari luarnya saja itu mungkin hanya sebuah semak-semak saja. Tetapi saat Elyana membuka semak-semak itu, ternyata ada retakan dinding yang membentuk jalan keluar untuk Elyana. 


“Ini dia!” Teriak Elyana dalam hatinya saat berhasil menemukan jalan keluar itu.


“Ini adalah jalan keluar yang digunakan oleh Duke sebelumnya untuk pergi keluar secara diam-diam dari mansion ini! Untung aku menemukan peta yang digambar oleh Duke sebelumnya untuk keluar dari tempat ini. Jika tidak, mungkin aku akan berakhir menikah dengan laki-laki menjijikkan itu.” Elyana tampak tersenyum puas saat mengingat tentang sebuah peta yang ditemukannya saat melihat-lihat di perpustakaan keluarga Alston.


Sebuah langkah kaki tiba-tiba mendekat dari belakang Elyana. Elyana yang mendengar suara langkah kaki itu segera keluar melalui lubang di dinding itu dan segera menutupnya kembali dengan semak-semak itu.


“Aku sepertinya mendengar suara dari sekitar sini.” Ucap salah satu penjaga yang berdiri di sekitar dinding itu.


“Aku tidak mendengar apapun. Mungkin cuma perasaanmu saja.” Ucap penjaga lainnya sambil melihat ke sekitarnya.


Penjaga itu tampak berpikir sebentar. “Ya, mungkin kamu benar.” Kedua penjaga itu pun segera berjalan menjauhi tempat itu.


“Aku harus pergi dari kerajaan ini. Jika ayahku mengetahui bahwa aku menghilang, pasti dia akan mengerahkan seluruh prajuritnya untuk menemukanku.” Ucap Elyana dalam hatinya sambil memakai jubah hitam yang tadi dibawanya.


“Jarak dari tempat ini sampai pintu keluar kerajaan ini sangatlah jauh, bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini secepatnya? Dan juga aku harus menghindari jalan terlalu lama saat siang hari. Walaupun aku baru keluar dari mansion ini, banyak sekali yang harus kupikirkan.” Elyana tampak berpikir sangat keras tentang situasinya saat ini.


“Pertama, aku harus pergi mencari penginapan untuk tidur malam ini.” Ucap Elyana dalam hatinya sambil berjalan menuju ke tempat dimana mereka rakyat biasa tinggal.


Elyana terus berjalan sampai matahari mulai terbit. “Sial! Ini melelahkan sekali! Jika aku tinggal di penginapan para bangsawan, pasti mereka akan segera mengenaliku. Aku tahu bahwa tempat orang-orang yang bukan bangsawan tinggal berada di tempat yang jauh, tapi aku tidak menyangka akan sejauh ini.” Gerutu Elyana dalam hatinya.


Elyana terlihat sangat kelelahan saat berjalan hingga membuat kepalanya menunduk ke bawah. “Apakah belum sampai?” Gumam Elyana dengan suara yang kelelahan.


Elyana perlahan mengangkat kepalanya dan meluruskan pandangannya ke depan, dan saat itu ia melihat sebuah penginapan yang terletak tak jauh darinya. Mata Elyana yang tadi kelelahan kini terlihat sangat bersemangat.


“Sedikit lagi!” Elyana tiba-tiba mendapatkan kembali energinya, ia langsung berlari ke tempat penginapan itu berada. 


“Hah… Hah…” Elyana terlihat kehilangan napas saat tiba di depan penginapan itu, pandangannya tiba-tiba buram, ia merasa tubuhnya kehilangan keseimbangannya dan seketika pandangan Elyana menjadi gelap.