Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 74



“Kapten…!” Bisik salah satu anggota Armand.


“Ya, aku tahu. Tetaplah bersikap seperti biasa.” Ucap Armand dengan suara yang kecil.


“Lebih baik kita langsung menangkapnya saja kapten!” Bisik anggota lainnya.


Armand terlihat sangat kesal dengan orang-orang yang dia bawa. “Sudahlah kalian diam saja!” Teriak Armand hingga satu orang-orang yang berada di sekitar penginapan itu melihat mereka dengan tatapan aneh. 


Saat Armand melihat banyak orang yang memperhatikan mereka, ia segera menyuruh para anggotanya untuk mengikutinya untuk pergi ke tempat yang lebih sepi.


“Kapten yang menyuruh kita untuk tidak melakukan sesuatu yang mengundang perhatian orang lain, tapi kenapa sekarang kapten malah berteriak seperti itu?” Tanya anggota lainnya dengan senyuman mengejek.


“Itu jelas-jelas gara-gara kalian!” Armand memarahi para anggotanya dengan suara yang agak kecil.


“Sekarang kapten malah memarahi kita.” balas salah satu anggotanya itu dengan ekspresi yang seperti tidak suka.


“Aku tidak memarahi kalian, jadi ayo kita kembali ke penginapan tadi sebelum kita kehilangan jejak Pangeran Malvin.” Armand memaksakan senyumannya pada ke empat anggotanya itu.


“Ayo kita kembali kesana dan langsung menyeret pangeran sialan itu.” Ucap salah satu anggota Armand sambil berjalan menuju ke penginapan itu dengan ekspresi yang penuh dengan percaya diri.


Sebelum ia sampai pada penginapan itu, Armand langsung menarik anggotanya itu dan kembali ke tempat sepi tadi. “Siapa bilang kita akan menyeretnya?!” Ucap Armand dengan mencoba untuk menahan emosinya.


“Eh?! Bukannya jika kita langsung menyeretnya itu akan menjadi lebih cepat?” Anggota Armand yang barusan ditarik oleh Armand terlihat sangat kecewa saat Armand menolak rencananya untuk langsung menyeret Pangeran Malvin.


“Itu malah akan mempersulit masalah kita! Lagipula apa kamu tidak lihat tadi dia bersama seseorang di sampingnya?” Armand terlihat sangat kelelahan untuk mengatur anggota yang dia bawa ini.


“Kita tinggal menyeret mereka berdua begitu saja.” Jawab anggota lainnya dengan ekspresi yang datar.


“Hehe, apa kami sepopuler itu?” Mereka malah terlihat malu-malu saat mendengar ucapan Armand.


Armand terlihat putus asa saat melihat wajah mereka yang terlihat malu-malu. “Apa yang dipikirkan Raja Barnett saat menyuruhku untuk membawa mereka mencari Pangeran Malvin, kalau begini pasti akan dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan ini.” Gumam Armand dalam hatinya dengan perasaan yang cemas.


“Sebagai balasan karena sudah memuji kami, kami akan mendengarkan Anda dengan baik hari ini.” Para anggota Armand memberi hormat kepada Armand dengan senyuman di wajahnya.


“Hanya hari ini?” Tanya Armand yang sudah pasrah dengan mereka.


“Ya, kami akan mendengarkan semua perintah Anda, Kapten!” Teriak salah satu anggota Armand dengan tatapan yang sangat antusias.


“Hah… Baiklah, pertama kalian harus tidak banyak bicara dan ikuti saja aku saat masuk ke penginapan itu, mengerti?” Ucap Armand dengan tatapan yang serius.


“Mengerti!” Jawab mereka secara bersamaan.


“Apa aku benar-benar bisa mempercayai mereka?” Ucap Armand dalam hatinya dengan penuh keraguan.


Mereka pun mengikuti Armand yang berjalan masuk ke penginapan itu dengan santai, saat mereka masuk ke penginapan itu, ia melihat Malvin yang sedang memesan kamar dengan seseorang di sampingnya dan saat itu ia melihat nomor kamar mereka, setelah itu mereka berdua pun menaiki lantai dua untuk menuju ke kamar mereka. Saat Armand sudah yakin bahwa mereka sudah naik ke lantai dua, ia segera memesan kamar pada penjaga penginapan itu. Saat ia sudah memesan satu kamar yang tepat berada di samping kamar Malvin dan ingin membayar penjaga penginapan itu, tiba-tiba salah satu anggota Armand terlihat tidak senang dan ia memberitahu kepada penjaga penginapan itu bahwa mereka adalah ksatria kerajaan. Armand terlihat sangat terkejut saat mendengar ucapan anggotanya itu, ia langsung menutup mulutnya dan meminta maaf kepada penjaga penginapan itu.


“Maafkan saudara saya. Anak-anak ini benar-benar suka dengan ksatria kerajaan hingga membuat dia sering berkeliaran mengucapkan dirinya adalah seorang ksatria kerajaan, hahaha.” Ucap Armand sambil menutup mulut salah satu anggotanya itu dengan sangat kuat.


“O-Oh… kalau begitu tidak apa-apa. Tapi sebaiknya Anda mengajari mereka untuk tidak menyebut diri mereka sebagai ksatria kerajaan lagi karena rakyat-rakyat biasa seperti kita sangat membenci mereka. Saya merasa Anda juga mengerti tentang hal itu.” Penjaga penginapan itu tampak tersenyum lega saat mendengar Armand mengatakan hal itu.


“Baiklah, saya akan mengajari mereka dengan baik, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu.” Armand tersenyum awkward saat mendengar apa yang dikatakan penjaga penginapan itu.


“Silakan menikmati istirahat Anda.” Penjaga penginapan itu memberi hormat kepada Armand dan anggotanya. Setelah itu ia segera menyeret anggotanya itu untuk segera menaiki lantai dua.