Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 103



“Benar…” Elyana melihat ayahnya dengan tatapan sedih.


“Tapi… dimana Anna…?”


Elyana seketika terkejut dengan ucapan ayahnya. “Jadi begitu…” Elyana sekarang mengerti kenapa ayahnya membencinya. Ayahnya sangat mencintai ibunya lebih dari siapapun di dunia ini, dan jika ia tahu bahwa kelahiran Elyana yang menyebabkan kematian ibunya, maka semuanya sudah sangat jelas.


“Dari awal memang tidak ada tempat untukku di rumah ini.” Elyana melepaskan tangan ayahnya dan tersenyum sedih kepadanya.


“Ibu… sedang tidak ada di rumah…”


“Kapan dia akan kembali…?” 


“Aku tidak tahu…” Elyana kemudian melihat ke arah Armand. 


“Apakah kamu tahu cara mengembalikan ingatannya?” 


“Saya tidak terlalu tahu tentang hal itu…” Armand mencoba untuk mengingat apa saja yang sudah ia ketahui selama belajar tentang obat-obatan dan ia tidak dapat mengingat apapun yang berhubungan dengan hilang ingatan.


“Ayah sebaiknya istirahat lebih dulu, aku ada beberapa urusan yang harus kuselesaikan…” Elyana memaksakan senyumnya kepada ayahnya sebentar dan segera menarik tangan Armand dan Willard untuk keluar dari ruangan itu.


“Elyana, apa kamu tidak apa-apa?” Willard khawatir dengan ekspresi Elyana yang terlihat murung.


“Aku tidak apa-apa.”


Elyana menghela napas dan melihat ke arah Armand. “Apakah kamu benar-benar tidak tahu cara mengembalikan ingatannya?”


“Saya benar-benar tidak tahu, bagaimana jika memanggil dokter saja?” Armand kembali melihat ke arah Elyana.


“Kamu benar… seharusnya mereka lebih tahu tentang hal seperti ini…” Elyana menghela napas lagi.


“Apakah kamu tidak apa-apa jika kabar tentang ayahmu yang diracuni seseorang sampai ke telinga bangsawan lain?” Willard lebih mencemaskan Elyana daripada ayah Elyana.


“Tapi jika mereka mengetahui kalau kamu adalah pelakunya…” Ekspresi Willard berubah menjadi sedih.


“Saat itu akan kupikirkan saat itu juga.” Elyana mencoba untuk menenangkan Willard dengan senyumannya.


“Hmmm…” Willard masih terlihat sedih.


“Aku yang akan mengurus tentang masalah ayahku, kalian berdua sudah harus kembali bukan?” Elyana melihat ke Armand dan Willard dengan senyuman di wajahnya.


“Anda benar…” Armand menatap Willard dengan tatapan yang tajam.


“Apa kamu benar-benar akan baik-baik saja?” Willard mengabaikan tatapan Armand dan melihat ke arah Elyana dengan tatapan yang mencemaskannya.


“Aku akan baik-baik saja… kamu lebih baik tidak terlalu merepotkan Armand. Dan juga…” Elyana mendekati Willard dan berbisik di telinganya. “Tolong cari informasi tentang Pangeran Albern dan Caitlin.”


Willard terlihat senang dengan hal itu. “Serahkan saja padaku!” 


“Kalau begitu kami permisi terlebih dahulu.” Armand membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada Elyana, dan kemudian ia segera berjalan ke arah Willard dan menariknya untuk meninggalkan Elyana.


Willard terlihat sangat tidak ingin pergi dari sana dan terus menatap Elyana dengan tatapan yang sedih. Elyana yang melihat itu hanya melambaikan tangannya dengan sebuah senyuman di wajahnya.


Setelah Willard dan Armand menghilang dari pandangan Elyana, ia tiba-tiba teringat pada ekspresi pelayan yang disuruh oleh Willard untuk memanggilnya.


“Kenapa aku merasa ada sesuatu yang janggal dengan pelayan itu…” Elyana mencoba untuk membandingkan pelayan yang disuruh Willard itu dengan Lia dan pelayan dari keluarga Marquis Alston lainnya.


“Ekspresi… apakah ada sesuatu yang berbeda dari pelayan itu dengan pelayan lainnya…?”


“Ah… Jadi begitu, pantas saja aku merasa ada sesuatu yang berbeda dengan pelayan itu…” Elyana tampaknya sudah menemukan sesuatu yang membedakan pelayan itu dengan pelayan lainnya.