Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 26



"Apakah kamu sudah merasa lebih tenang?" Willard bertanya kepada Elyana dengan senyuman yang lembut. 


"Ya, kurasa…" Elyana mengusap air matanya. 


"Will, jika suatu saat aku menghilang dari dunia ini, apa yang akan kamu lakukan?" Elyana bertanya kepada Willard sambil menundukkan kepalanya. 


Willard yang melihat Elyana menundukkan kepalanya kembali mengangkat kepala Elyana sampai mata Elyana berhadapan dengannya. 


"Kamu tidak akan menghilang dari dunia ini, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, dan walaupun kamu menghilang dari dunia ini, aku akan mencarimu sampai aku menemukanmu." Willard tersenyum lembut kepada Elyana. 


Elyana terkejut dengan ucapan yang diucapkan Willard kepadanya, tetapi sesaat kemudian wajah terkejutnya kini berubah menjadi senyuman yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya. Willard tidak pernah melihat Elyana tersenyum seperti ini sebelumnya, ia terlihat sangat senang saat mengetahui Elyana akhirnya dapat tersenyum seperti itu. 


"Jika suatu saat aku mempunyai keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya, apakah kamu akan mendengarkan ku?" Elyana terlihat sedikit ragu menanyakan hal tersebut kepada Willard. 


"Tentu saja, aku akan mendengarkan semuanya dan jika kamu membutuhkan bantuan, aku akan selalu menjadi yang pertama untuk menyelamatkan mu." Willard kembali memeluk Elyana. 


"Jadi… setidaknya berjanjilah saat kamu butuh bantuan, panggilah aku, ya?" Willard memeluk Elyana dengan erat, ia merasa sangat takut jika berpikir suatu saat Elyana akan menghilang seperti yang dikatakannya.


"Ya. Aku berjanji." Elyana kemudian membalas pelukan Willard. 


***


Beberapa hari telah berlalu sejak Elyana bertemu dengan Willard. Elyana sekarang sudah merasa jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, ia sekarang sudah mulai menjalani hari nya seperti biasa dan luka-lukanya juga sudah sembuh semua. 


"Sepertinya aku harus mulai membangun hubungan dengan bangsawan lain, aku tidak bisa seperti ini terus." 


Elyana termenung di kamarnya untuk memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ia memanggil Lia untuk membawakan surat undangan yang ditujukan kepadanya. Ada beberapa undangan yang membuatnya tertarik disana dan salah satunya adalah surat undangan pesta teh dengan anak Count Abelard, Arabella Abelard. 


Elyana sebenarnya sudah pernah berbicara dengannya di pesta sebelumnya, tetapi semuanya menjadi kacau gara-gara kehadiran Pangeran Albern. Sejak saat itu Elyana tidak pernah berbicara dengan Arabella lagi.


Sebenarnya Elyana tidak menyangka bahwa ia akan mendapatkan surat undangan dari Arabella setelah apa yang terjadi. Tetapi, dinilai dari percakapannya dengan Arabella, Elyana merasa bahwa Arabella adalah orang yang bisa dipercaya dan mungkin ia bisa berteman dengannya. 


"Baiklah, aku harus menulis surat balasan bahwa aku akan datang ke pesta teh ini."


Setelah selesai menulis surat balasan untuk Arabella, Elyana memanggil Lia untuk mengirim surat yang sudah ditulisnya. 


"Nona, pesta teh ini apakah Anda akan baik-baik saja? Cuacanya pasti akan panas." Lia mengkhawatirkan Elyana yang akan pergi ke pesta teh itu. 


"Ya, aku akan baik-baik saja. Aku bisa membawa payung seperti waktu itu, setidaknya itu bisa mengurangi panasnya." 


Elyana kadang heran dengan Lia. Di novel yang ia baca, nama Lia tidak pernah ada di cerita itu, mungkin karena cerita tentang orang yang berada di sekitar 'Elyana' benar-benar hampir tidak ada. Walaupun kekhawatirannya ditujukan kepada 'Elyana' dan bukan dirinya yang sebenarnya, ia tetap merasa senang dengan adanya orang-orang seperti Willard ataupun Lia di sekitarnya. 


"Elyana, apakah kamu tidak pernah melihat Lia yang selalu mengkhawatirkanmu? Kenapa kamu harus membahayakan nyawamu pada seseorang yang tidak mencintaimu sama sekali?" Beberapa pertanyaan muncul di kepala Elyana saat melihat orang sebaik Lia berada di sampingnya. 


"Kamu tahu Elyana, kamu masih beruntung karena ada orang sebaik Lia disampingmu, sedangkan aku…" 


"Nona?"


"Ya? Maaf, apa yang kamu katakan tadi?" Elyana mencoba tersenyum kepada Lia, ia tidak mendengar apa yang dikatakan Lia karena melamun. 


"Inilah yang membuat saya khawatir dengan Anda, nona. Anda selalu saja melamun. Tadi saya bertanya apakah Anda benar-benar akan baik-baik saja pada pesta teh yang diadakan oleh Arabella Abelard." Ucap Lia dengan ekspresi yang sangat serius. 


"Y-ya, tentu saja aku akan baik-baik saja. Arabella adalah orang yang baik, s-setidaknya itulah yang aku pikirkan…" Elyana tampak sedikit ragu saat mengutarakan pendapat nya tentang Arabella kepada Lia.


"Benarkah?"


"Y-ya, tentu saja. J-jangan melihatku dengan wajah yang serius seperti itu." Elyana terlihat ketakutan saat melihat Lia yang menanyainya dengan wajah yang serius. 


"Hah… baiklah, tapi berjanjilah Anda akan pulang tepat waktu dan tanpa luka." Lia tampak pasrah dengan kemauan Elyana untuk pergi ke pesta teh itu. 


"Baik, aku berjanji." Elyana tersenyum kepada Lia karena ia senang Lia sudah menyetujui dirinya untuk pergi ke pesta teh yang diadakan Arabella.