
Besok harinya Arabella datang ke tenda Elyana untuk mengajaknya pergi ke aula utama dimana Raja Barnett memulai festival perburuan ini. Mereka berdua pun berjalan bersama ke aula utama.
"Setelah Raja Barnett memulai festival perburuan ini, apakah kamu mau minum teh bersama?" Tanya Arabella dengan gembira.
"Dengan senang hati, Arabella." Jawab Elyana dengan senyuman di wajahnya. Setelah Elyana mengucapkan hal itu, mereka berdua pun tertawa bersama sambil berjalan ke aula utama.
Saat Elyana dan Arabella sampai di aula utama, mereka duduk bersama di bangku penonton dan di hadapan mereka terdapat banyak bangsawan pria yang berpartisipasi dalam festival perburuan menggunakan baju zirah yang bervariasi.
Mata Elyana menyusuri para peserta itu dan menemukan Willard dengan baju zirah berwarna hitam. Tanpa sadar Elyana terus memandangi Willard, Willard yang menyadari pandangan dari Elyana kini menatapnya. Pandangan mereka kemudian saling bertemu, Willard terlihat sangat senang saat melihat Elyana di sana, ia melambaikan tangannya pada Elyana tapi Elyana malah memalingkan matanya dari Willard dengan ekspresi yang kesal. Willard terlihat kebingungan saat melihat ekspresi Elyana yang terlihat kesal.
"Mungkin dia hanya sedikit kesal saat aku menyapanya di tempat seramai ini?" Willard mencoba untuk berpikir positif saat melihat ekspresi Elyana yang terlihat kesal.
Saat semua peserta sudah berkumpul di aula utama, Raja Barnett mengangkat tongkatnya menandakan bahwa festival perburuan ini sudah dimulai. Para peserta pun menaiki kuda mereka dan pergi ke dalam hutan untuk berburu.
"Ayo, kita juga harus pergi." Ajak Arabella kepada Elyana saat melihat para peserta mulai memasuki hutan.
"Hmm." Elyana masih melihati punggung Willard dari kejauhan, ia menghela napas berat dan berdiri dari tempat duduknya, kemudian ia berjalan mengikuti Arabella. Mereka berdua pun berjalan menuju di mana para bangsawan wanita mengadakan pesta teh. Untungnya cuaca hari ini tidak terlalu panas, jadi Elyana bisa lebih leluasa bergerak kemanapun.
"Elyana… maaf jika nanti aku tidak terlalu banyak berbicara di depan para bangsawan lain." Arabella merasa sedikit tidak enak hati terhadap Elyana.
"Hah… aku benar-benar ingin menghindari pesta ini." Arabella menghela napas berat.
"Apa kamu tidak menyukainya?" Tanya Elyana dengan ekspresi yang kebingungan.
"Tidak, aku benar-benar membencinya. Mereka berbicara dengan sangat baik di depan mu, dan berbicara buruk tentangmu di belakang. Aku benar-benar membenci mereka…" Ucap Arabella dengan ekspresi yang kesal.
"... Dan tentu saja Elyana berbeda." Ekspresi Arabella yang kesal kini berubah menjadi senyuman yang indah.
"Begitukah?" Elyana terlihat senang dengan ucapan Arabella.
"Tentu saja! Aku… benar-benar ingin meminum teh berdua saja denganmu, tetapi ini adalah acara resmi jadi kita tidak bisa tidak ikut dalam pesta teh ini. Jika kita tidak ikut dalam pesta teh ini, mereka akan berbicara buruk tentang kita berdua. Dan aku tidak ingin itu." Arabella mengepalkan tangannya yang gemetaran.
Elyana perlahan memegang tangan Arabella dan mencoba untuk menenangkannya. "Tidak apa-apa, kita hanya datang sebagai formalitas saja, setelah itu ayo kita berdua minum teh bersama." Ucap Elyana dengan senyuman di wajahnya.
Arabella sangat tersentuh dengan ucapan Elyana. "Kamu benar-benar luar biasa Elyana!" Arabella kembali memegang tangan Elyana dengan gembira. "Kamu benar! Ayo kita minum teh bersama setelah ini!" Ucap Arabella dengan antusias. Elyana terlihat senang melihat Arabella yang kembali bersemangat.