Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 69



Di saat mereka duduk dengan tatapan kosong di kereta kuda itu, tiba-tiba kereta kuda yang mereka naiki mendapati guncangan hebat. Elyana terlihat sangat terkejut dengan guncangan hebat itu yang membuatnya terpental dari tempat duduknya. Malvin yang melihat itu segera menangkap Elyana dengan kedua tangannya. 


“Apa kamu baik-baik saja?!” Malvin terlihat sangat khawatir saat melihat Elyana yang terpental dari tempat duduknya.


Elyana terlihat meringis kesakitan karena tubuhnya terkejut saat kereta kuda yang mereka naiki mendapati guncangan hebat. “Kurasa aku baik-baik saja…” Ucap Elyana sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.


“Ely…?” 


Elyana terkejut saat mendengar suara yang lama tak di dengarnya memanggil namanya. “Will…?” Ucap Elyana dengan suara yang lemah. 


Malvin tiba-tiba mengeratkan pelukannya pada Elyana dan mengarahkan pisau kecilnya pada Willard yang berdiri di luar pintu kereta kuda yang mereka naiki. 


“T-Tidak apa-apa Malvin, dia bukan orang yang jahat.” Ucap Elyana dengan suara yang lemah, rasa pusing yang dirasakannya sudah mulai membaik saat melihat Willard yang berdiri di depannya. 


Malvin mengabaikan ucapan Elyana dan tetap mengarahkan pisaunya pada Willard, ia meletakkan kepalanya di kepala Elyana dan berbisik kepadanya. “Aku akan melindungimu…”


Elyana terkejut dengan bisikan Malvin. “Tidak, dia bukan…” Sebelum Elyana dapat menyelesaikan ucapannya, sebuah pedang melayang di samping Elyana dan membuat pipinya tergores.


Elyana mengarahkan pandangannya pada pedang yang dilempar oleh Willard yang tertusuk di samping Elyana. “Will…?” Elyana terlihat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Willard tidak menjawab panggilan Elyana, ia memegang dengan kuat mahkota yang dibawanya hingga rusak. Amarah yang luar biasa mengalir dalam tubuhnya saat melihat Malvin yang memeluk tubuh Elyana dengan erat.


Malvin terlihat sangat kesal saat melihat pedang itu menggores pipi Elyana. “Kamu!” Teriak Malvin dengan penuh amarah.


“Kenapa kamu marah? Harusnya aku yang marah disini. Aku kira apa yang kamu pikirkan sampai membuatmu kabur dari istana, Pangeran Malvin. Tapi aku rasa sekarang aku mengerti.” Ucap Willard dengan suara yang sangat tenang hingga membuat suaranya terdengar sangat menakutkan.


“Apa kamu kenal dengan Ely?” Malvin terlihat berusaha untuk menahan amarahnya.


Elyana terlihat sangat ketakutan saat melihat wajah Willard, ia merasa wajahnya sekarang sangat mirip dengan seseorang yang tidak dapat ia ingat. Tetapi hanya satu hal yang dapat ia rasakan saat ini. 


“Takut.”


“Ely. Apa yang kamu lakukan? Lihatlah ke wajahku sekarang.” Ucap Willard sambil melihat ke arah Elyana dengan tatapan yang sangat dingin.


“Tidak. Aku tidak mau…” Elyana terlihat sangat ketakutan dan mengalihkan pandangannya dari Willard.


Malvin yang melihat Elyana yang sangat ketakutan segera menutup wajah Elyana dengan badannya dan mencoba untuk menenangkannya sambil meletakkan tangannya di atas kepalanya.


“Ely!!!” Teriak Willard dengan suara yang penuh dengan amarah.


“Hentikan itu! Kamu membuatnya sangat ketakutan!” Malvin berteriak kembali pada Willard.


Willard mengabaikan perkataan Malvin dan menaiki kereta kuda itu dan mendekati mereka. Saat Willard mulai mendekati mereka, Malvin menggunakan satu tangannya untuk memeluk Elyana dan satu tangannya lagi mengarahkan pisaunya pada Willard.


“Menjauhlah! Atau aku akan benar-benar menusukmu!” Teriak Malvin kepada Willard yang berjalan mendekati mereka.


Willard tetap mengabaikan perkataan Malvin dan tetap berjalan mendekati mereka. Saat Willard benar-benar sudah dekat dengan Elyana dan Malvin, ia langsung mencoba untuk menusuk Willard dengan pisaunya. Willard yang melihat pisau itu melayang ke arahnya, ia langsung menggunakan tangannya untuk menahan serangan Malvin yang membuat tangannya kini tertancap pisau Malvin. Willard melihat tangannya yang mulai berdarah dengan tatapan kosong, kemudian ia mencabut pisau itu dari tangannya dan mencoba untuk memisahkan Malvin dan Elyana.


“Ahh!!!” Teriak Malvin saat merasakan sakit yang luar biasa saat Willard memegang tangannya dengan kekuatan yang luar biasa.


Tangan Malvin mulai berdarah saat Willard meremukkan tangannya. Willard langsung merebut Elyana dari tangan Malvin dan langsung menariknya keluar dari kereta kuda itu. Saat Malvin hendak mencoba untuk mengejar mereka, ia dihentikan oleh Armand dan asisten Willard yang kini berdiri di pintu kereta kuda itu dan menghalangi Malvin yang berusaha untuk pergi mengejar Willard yang membawa Elyana pergi.