Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 57



“Kamu pasti akan baik-baik saja, bukankah begitu Will?” Gumam Elyana dalam hatinya dengan perasaan yang sedih.


“Aku akan pergi dari sini dan pergi ke tempat yang jauh. Aku sudah tidak bisa tinggal disini lagi. Aku sudah benar-benar lelah, mau bagaimanapun aku berusaha, hidup ini benar-benar tidak memihak kepadaku, karena pada akhirnya tokoh utama dalam cerita ini bukanlah aku.” Pandangan Elyana terfokus pada langit yang dilihatnya dari jendela kamarnya.


“Nona Elyana. Saya sudah menyiapkan makanan Anda.” Ucap Lia sambil memberi hormat kepada Elyana.


“Ya, aku akan segera memakannya. Ngomong-ngomong Lia… selain mengurusku biasanya apa yang kamu lakukan?” Elyana menolehkan kepalanya dengan perlahan ke arah Lia.


Lia tampak kebingungan dengan pertanyaan Elyana, ia merasa Elyana hari ini sedikit berbeda dengan yang biasanya. “Biasanya jika Tuan Henry dan Nona Elyana tidak ada, kami semua hanya membersihkan mansion ini dan sisa waktunya kami habiskan untuk istirahat atau bermalas-malasan.” Jawab Lia dengan begitu polosnya.


“Bermalas-malasan? Hahaha kamu benar-benar jujur Lia. Tetapi bukankah itu adalah hari yang menyenangkan jika aku dan ayah tidak ada?” Ucap Elyana sambil tersenyum melihat Lia.


“Memang itu sedikit menyenangkan… tetapi ada kalanya saya merasa bosan karena tidak ada hal lain yang dapat saya lakukan.” Ucap Lia sambil tertawa kecil.


“Benarkah? Kamu benar-benar aneh Lia, biasanya banyak orang yang lebih suka bermalas-malasan, tetapi kamu malah merasa bosan saat tidak ada yang bisa dilakukan.” Elyana juga ikut tertawa kecil saat melihat Lia yang tertawa kecil.


Lia tertegun saat melihat Elyana yang tertawa kecil seperti itu, ia pikir Elyana akan sedih selama beberapa saat setelah ayahnya memarahinya seperti itu. Tetapi apa yang dipikirkannya ternyata salah, Elyana terlihat lebih bahagia belakangan ini, ia juga makan lebih banyak dari biasanya. Walaupun begitu, entah kenapa hatinya merasa sangat gelisah saat melihat Elyana yang tidak seperti biasanya belakangan ini.


“Hei, Lia…” Panggilan Elyana membangunkan Lia dari lamunannya. “Apa ada yang ingin kamu lakukan untuk masa depanmu?” Tanya Elyana sambil memotong steak yang berada di meja makannya.


Lia terkejut dengan pertanyaan Elyana. “Kenapa Anda tiba-tiba bertanya seperti itu?” Lia bertanya kembali pada Elyana dengan ekspresi yang sedikit khawatir.


"Aku rasa tidak ada, melayani Anda seperti ini sudah membuat saya sangat senang." Ucap Lia dengan senyum kecil di wajahnya. 


Saat mendengar jawaban Lia, Elyana berhenti memakan makanannya, ia mengalihkan pandangannya pada Lia dan kembali bertanya padanya. "Apakah benar-benar tidak ada yang ingin kamu lakukan? Seperti pulang ke rumah keluargamu atau semacamnya?" Tanya Elyana dengan penasaran. 


"Tidak ada. Semua pelayan disini tidak punya rumah untuk pulang ataupun keluarga yang harus kami jaga. Tugas kami dari kecil sampai akhir hidup kami hanyalah satu. 'Melayani keturunan Marquis Alston sampai mati'." Ucap Lia sambil menuangkan air putih untuk Elyana dengan senyuman yang lemah. 


Elyana terlihat sedikit terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Lia, tetapi seketika ekspresinya berubah menjadi sedih. "Maafkan aku karena harus meninggalkanmu seperti ini, Lia." Gumam Elyana dalam hatinya. 


"Cuaca hari ini sangat bagus. Apakah Anda ingin minum teh di luar sore nanti?" Tanya Lia sambil membereskan piring Elyana. 


"Kelihatannya itu adalah hal yang bagus." Jawab Elyana sambil berjalan menuju ke meja belajarnya. 


"Kalau begitu saya akan segera menyiapkannya." Lia tampak senang saat Elyana menyetujui idenya untuk minum teh di luar nanti. 


Setelah membereskan piring makan Elyana, Lia segera berjalan keluar dan meninggalkan Elyana sendirian. Elyana membuka buku yang sudah ia tuliskan dengan rencananya untuk kabur malam ini. Saat Elyana menulis beberapa hal di buku itu, bayangan Willard tiba-tiba terbayang dipikirannya. Hati Elyana kini dipenuhi dengan perasaan gelisah. 


"Maaf…"