Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 100



“Benar. Sihir ilusi adalah sihir yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang, ada beberapa jenis sihir ilusi, tapi yang benar-benar berbahaya di antara berbagai jenis sihir ilusi itu adalah sihir yang dapat mengubah ingatan seseorang. Jika perempuan sialan itu membantu Pangeran Albern untuk mengubah seluruh ingatan para bangsawan lain bahwa Raja Barnett mati akibat penyakit, menurutmu apa yang akan terjadi?”


“Semua orang akan menerima jika Pangeran Albern akan menjadi raja selanjutnya…” Semangat Elyana sedikit menurun saat memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.


“Tenang saja, aku akan mencari cara untuk menghentikannya sebelum perempuan sialan itu memalsukan pikiran seseorang.” Willard tersenyum jahat saat memikirkan bagaimana dia akan menyiksa Caitlin.


“Apa kamu sangat membencinya…?” Tanya Elyana dengan heran saat melihat Willard yang tersenyum jahat seperti itu.


Willard melihat ke mata Elyana dengan senyuman yang begitu menenangkan. “Aku membencinya dengan segenap hati, jiwa, dan ragaku.” 


Elyana yang mendengar ucapan Willard dengan senyuman yang menenangkan itu langsung merinding saat mendengar ucapannya. “Dia benar-benar membencinya...” Tapi di saat yang sama Elyana merasa lega karena seseorang seperti Willard berada di pihaknya.


“Beraninya perempuan sialan itu melukai Ely waktu itu… Lihat saja aku akan memberikanmu kematian yang lebih menyakitkan daripada kematian itu sendiri…” Willard tiba-tiba menjadi sangat bersemangat.


“Ngomong-ngomong Will… apakah ayahku akan baik-baik saja…?” Elyana melihat ke arah ayahnya yang masih terbaring lemah diatas tempat tidurnya.


“Bukankah kamu yang meracuninya? Kenapa kamu tiba-tiba merasa khawatir?” Tanya Willard dengan sedikit senyuman di wajahnya.


“Waktu itu, aku merasa pikiranku sangat kacau…tanpa sadar aku malah…” Elyana menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah di hatinya.


“Lupa ingatan…? pft.” Elyana sedikit tertawa mendengar apa yang diucapkan Willard. “Mungkin aku akan senang jika hal itu terjadi, mungkin dia bisa kembali belajar cara menjadi ayah yang baik untuk anaknya hahaha.”


Willard terkejut saat mendengar Elyana yang tertawa seperti itu, seketika sebuah senyuman yang lega terlintas di wajahnya. “Bagaimana jika kita memukul kepalanya dan benar-benar membuatnya hilang ingatan?” Willard perlahan berjalan ke arah vas bunga yang ada di meja kecil samping tempat tidur ayah Elyana.


Wajah Elyana langsung berubah menjadi sangat panik saat Willard mengambil vas bunga itu dan berniat memukul kepala ayah Elyana. “T-Tunggu! Kamu akan benar-benar membunuhnya!” Elyana berlari ke arah Willard dan mencoba untuk menghentikannya.


Willard menurunkan vas bunga itu saat melihat Elyana yang berlari ke arahnya dengan sangat panik. “Aku hanya bercanda, kamu tidak perlu panik seperti itu hahaha.”


“Kamu tidak terlihat seperti sedang bercanda!” Teriak Elyana dalam pikirannya saat Willard menggenggam vas bunga itu dengan satu tangannya.


“Ngh…!”


Elyana dan Willard sangat terkejut saat mendengar ayah Elyana yang meringis kesakitan dengan tubuh yang gemetaran. Seketika Willard langsung segera berlari keluar dan memanggil Armand dengan cepat. 


Armand yang mendengar panggilan Willard langsung berlari ke ruangan itu dengan cepat dan segera memeriksa keadaan ayah Elyana.


“Apakah dia baik-baik saja?” Elyana yang berdiri di belakang Armand terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan ayahnya.