
“Ely…” Panggil Willard dengan suara yang lirih saat melihat Elyana yang kini berdiri di pintu kamar ayah Elyana.
“Apa yang kamu lakukan disini?” Elyana berusaha keras untuk menyembunyikan rasa panik yang dirasakannya.
Sebelum menjawab pertanyaan Elyana, Willard melihat ke arah pelayan yang berada di belakang Elyana dan mengisyaratkannya untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
Pelayan itu yang menyadari tatapan Willard terlihat sangat ketakutan, ia langsung segera menutup pintu kamar ayah Elyana dan meninggalkan mereka berdua di dalam.
“Jawab aku Will! Apa yang sedang kamu lakukan disini?!” Rasa panik yang dirasakan Elyana mulai tidak bisa disembunyikannya sedikit demi sedikit.
“Tenang saja, aku masih belum memberitahu keadaan ayahmu sekarang ini pada siapa pun.” Willard mengalihkan pandangannya dari Elyana dan melihat ke arah ayah Elyana yang terbaring lemah di depannya.
“Kamu… bagaimana kamu bisa tahu…?” Jantung Elyana mulai berdetak semakin kencang saat melihat ayahnya yang hanya terlihat seperti orang yang tertidur pulas dan tidak terlihat kesakitan sama sekali.
“Racun yang kuberikan pada orang tua sialan itu harusnya bisa membuatnya mati perlahan dengan rasa sakit yang luar biasa! Tapi bagaimana ia sekarang tidak terlihat kesakitan sama sekali?!” Rasa panik yang dirasakan Elyana kini terlihat di wajahnya.
Willard yang mendengar pertanyaan Elyana hanya diam saja dan tiba-tiba ia menanyakan tentang hal yang lain. “Kenapa kamu melakukan ini Ely…?” Willard menatap Elyana dengan tatapan yang kecewa.
“Kamu tidak perlu tahu tentang hal itu! Yang lebih penting dari itu… bagaimana kamu bisa tahu tentang obat penawar racun itu?!” Elyana berteriak kepada Willard dengan suara yang gemetaran.
“Kita sudah tidak bertunangan lagi! Kenapa kamu selalu mencampuri urusanku?!” Elyana memegang tangannya sendiri yang gemetaran.
“Tidak. Kita masih bertunangan, pertunangan kita masih belum dibatalkan secara resmi. Pertunangan antar bangsawan bukanlah sesuatu yang bisa kamu putuskan secara sepihak.” Perasaan Willard sangat kacau saat melihat Elyana yang berdiri di depannya seperti seseorang yang sangat putus asa.
“Aku sudah memutuskan untuk tidak bertunangan denganmu lagi! Kumohon pergilah dari sini dan jangan pernah kembali lagi…” Elyana merasa sangat tidak berdaya, tidak hanya gagal membunuh ayahnya sendiri, jika Willard benar-benar melaporkan dirinya kepada Raja Barnett, maka dirinya akan berakhir tanpa bisa mencapai apapun.
“Aku tidak takut mati… aku hanya takut jika harus terlahir kembali dan menjalani kehidupan yang sama dengan hidup ini… aku…” Tanpa disadari air mata Elyana mengalir tanpa disadarinya.
Willard terkejut saat melihat Elyana yang menangis. “Ely…” Willard perlahan berjalan ke tempat Elyana berdiri dan mencoba untuk mendekatinya.
“JANGAN MENDEKAT!” Elyana berteriak kepada Willard dengan suara yang sangat keras. “Padahal kamu tidak tahu apapun! Berhentilah bersikap baik padaku! Aku merasa muak dengan kebaikan kalian yang terus kalian tunjukkan padaku padahal kalian sama sekali tidak tahu apa yang selalu kurasakan saat melihat kalian tersenyum dengan bahagianya sedangkan aku harus selalu meyakinkan diriku bahwa kalian semua tidak hanya berpura-pura bersikap baik padaku!” Elyana merasa pikirannya sangat kacau, ia berusaha menghentikan air matanya yang terus mengalir tetapi air matanya terus mengalir.
“Sial! Sial! Sial! Sial! Sial…” Elyana terus menghapus air matanya, Willard yang melihat Elyana seperti itu hanya berdiri di depannya dengan tatapan yang penuh kesedihan, ia mencoba untuk mengatakan sesuatu tetapi tidak ada satupun kata yang bisa keluar dari mulutnya.
Elyana kemudian langsung berlari keluar dari kamar ayahnya dengan air mata yang terus mengalir dan Willard terlihat merentangkan tangannya dan mencoba untuk memanggilnya tetapi ia menurunkan tangannya kembali dan menundukkan kepalanya.
“Elyana Alston?” Armand yang baru saja sampai di kamar ayah Elyana terlihat kebingungan saat melihat Elyana yang berlari keluar dengan air mata.