Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 46



"Tuan Harbert, coba Anda ingat-ingat kembali. Apakah saat Anda bertarung dengan orang-orang itu, apakah Anda melihat mereka ada menyerang Anda dengan sihir atau salah satu dari mereka menyentuh Anda sedikit saja?" Tanya Armand sambil berjalan di samping Willard. 


"Hmm… aku rasa tidak ada. Seingatku, aku tidak pernah melihat mereka menggunakan sihir ataupun sejenisnya. Mereka hanya menyerang dengan senjata seperti pedang dan busur." Willard menundukkan kepalanya ke bawah sambil mencoba untuk mengingat-ingat pertarungannya dengan orang-orang berpakaian hitam itu. "Lagipula jika aku terkena sihir ilusi saat itu, seharusnya aku tidak bersamamu saat ini."


"Benar juga. Lalu, kapan dan bagaimana sihir ilusi itu dipasangkan pada kita? Jika tempat ini adalah dunia nyata dan kita tidak terkena sihir ilusi itu, bukankah tempat ini terlalu aneh?" Ucap Armand yang melihat sekelilingnya dan tidak melihat ada sesuatu yang bergerak sedikitpun selain mereka, bahkan tidak ada angin yang terasa. 


"Ya, kamu benar. Tempat ini terlalu aneh untuk dunia nyata." Willard ikut Armand melihat sekeliling tempat mereka berjalan. 


"Dan saya tidak melihat jejak kuda saya di sekitar sini. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kita melewatkan sesuatu yang penting?" Armand mulai merasa khawatir dengan situasi mereka. 


"Hei, apakah kita hanya bisa terkena sihir ilusi jika pengguna sihir ilusi itu langsung berhadapan ataupun menyentuh kita?" Tanya Willard sambil memegang luka di perutnya yang mulai terasa sakit.


"Tidak. Ada beberapa cara yang dapat membuat kita terkena sihir ilusi itu selain berhadapan dengan penggunanya. Contohnya seperti menulis sihir itu di sebuah kertas dan membakarnya." Armand melihat ke arah Willard yang sedang memegang lukanya. "Kita sudah berjalan cukup jauh, jadi lebih baik kita beristirahat sebentar."


"Tunggu… kamu bilang kertas yang dibakar? Jangan-jangan waktu kamu merawatku saat itu?!" Willard tiba-tiba teringat saat Armand pertama kali merawatnya saat itu. 


Willard tersentak kaget dengan teriakan Armand. "Jangan-jangan kamu…" 


"Ya. Saya tidak sengaja membakarnya…" Ucap Armand dengan ekspresi yang serius. 


"Jangan mengakui kesalahanmu dengan ekspresi yang serius itu!" Teriak Willard seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. 


"Kertas itu tertempel dengan rapi mengelilingi ranting itu dan terlihat seperti kertas biasa. Bagaimana saya bisa tahu kalau kertas itu ternyata adalah kertas yang terbuat dari sihir ilusi?" Armand tampak menyangkal perkataan Willard. 


"Lalu, sekarang kita harus bagaimana? Kamu bilang kamu sudah mengingat cara yang dibuku bukan?" Willard mengabaikan ucapan Armand. 


"Jika tempat ini adalah tempat yang terbuat dari sihir ilusi. Seharusnya ada suatu tempat yang menjadi pintu keluar dari tempat ini yang dijaga dengan baik, dan ada sesuatu yang membuat saya penasaran, bagaimana ranting itu bisa tertempel dengan kertas ilusi itu dengan sangat rapi seperti itu, seharusnya ada seseorang yang menempelnya dengan sengaja." Armand melihat ke arah Willard yang terlihat sudah kelelahan. "Lebih baik kita istirahat sebentar dan memikirkan langkah selanjutnya nanti."


"Baiklah…" Ucap Willard dengan napas yang terengah-engah. Willard merasa tubuhnya sudah membaik, tetapi lukanya masih belum sembuh sepenuhnya. Sehingga rasa lelah yang dirasakannya tidak bisa di lawan olehnya.