Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 59



Elyana kembali ke kamarnya dengan hati yang kacau tetapi di saat yang sama ia merasa ada perasaan yang senang saat membayangkan dirinya berhasil pergi dari rumah yang membuatnya sulit bernapas ini. 


“Lia!” Elyana berlari menuju Lia yang masih menunggu di kamarnya itu dan memeluknya dengan senyuman yang sedih.


Lia tampak terkejut saat Elyana memeluknya tapi ia segera membalas pelukan Elyana. “Apa terjadi sesuatu yang baik di antara Tuan Henry dan Anda?” Tanya Lia sambil melihat ke wajah Elyana dengan senyuman yang sedikit sedih.


“Tidak. Tapi, aku akan segera bebas.” Elyana memeluk Lia dengan sangat erat. “Hei Lia. Apakah kamu akan bahagia jika melihatku bahagia juga?” Elyana kembali bertanya pada Lia yang terlihat sedikit kebingungan saat melihat ke mata Elyana.


“Tentu saja. Jika Anda bahagia, maka saya juga akan ikut berbahagia.” Jawab Lia yang kini tersenyum lembut kepada Elyana. 


“Berjanjilah kamu akan tetap bahagia meskipun aku tidak ada disini.” Elyana menolehkan kepalanya ke atas untuk melihat wajah Lia sambil memeluknya.


Lia tercengang sebentar saat mendengar Elyana mengatakan hal tersebut namun beberapa detik kemudian Lia langsung menunjukkan senyuman sedih di wajahnya. “Tentu saja.” Jawab Lia dengan suara yang sedikit bergetar.


“Baguslah kalau begitu.” Elyana kembali memeluk Lia dengan erat. “Dengan begitu aku bisa sedikit tenang.” Gumam Elyana dengan suara yang sangat kecil.


“Kalau begitu aku akan segera tidur.” Elyana melepaskan pelukannya dari Lia dan melihatnya dengan wajah yang penuh dengan senyuman. 


“Semoga Anda mempunyai mimpi yang indah.” Lia memberikan hormat pada Elyana dan meninggalkan kamar Elyana. 


Elyana yang melihat Lia meninggalkan kamarnya memberikannya senyuman padanya dan melambaikan tangannya padanya. Lia yang melihat itu hanya tertawa kecil dan berjalan keluar dari kamar Elyana.


Elyana berjalan menuju sebuah rak kecil yang berada di samping tempat tidurnya, ia membuka rak itu dan mengambil satu kantong yang penuh dengan koin emas yang sudah dikumpulkannya belakangan ini.


“Seharusnya ini sudah cukup untuk biaya hidup selama beberapa bulan.” Gumam Elyana dalam hatinya.


Setelah mengambil satu kantong koin emas itu ia segera pergi ke lemari bajunya dan mengganti pakaiannya ke pakaian yang dapat membuatnya nyaman saat berlari. Setelah mengganti bajunya, ia pergi ke tempat tidurnya dan mengambil sebuah tali dan pedang kecil di bawah tempat tidurnya.


“Dengan begini semuanya sudah lengkap.” Ucap Elyana dalam hatinya dengan keyakinan yang sangat kuat.


Elyana menarik pedang kecil itu dari sarungnya dan melihat pedang itu sebentar sebelum menyarungkannya kembali. Ia menaruh pedang kecil itu di samping badannya, kemudian Elyana mengambil sebuah kantong yang dipenuhi dengan koin emas dan meletakkannya di kantong bajunya. Setelah itu, ia mematikan lampu kamarnya dan mengambil tali tadi dan berdiri di samping jendela kamarnya.


Mata Elyana menyusuri sekeliling halaman mansion itu, setelah melihat dibawah jendelanya sudah tidak ada orang, ia segera melempar talinya dari jendelanya dan turun melalui tali itu. Awalnya ia tampak ketakutan, tetapi pada akhirnya ia memaksakan dirinya untuk turun melewati tali itu. 


Saat Elyana sudah sampai pada bawah, ia segera menarik talinya dari bawah hingga tali itu segera kembali padanya. Kemudian Elyana bersembunyi di semak-semak saat ada orang yang sedang berpatroli di sekitar halaman rumahnya itu.


Saat Elyana mau berpindah ke semak-semak lain, ia tidak sengaja menginjak ranting kayu di dekatnya. “Siapa disana!” teriak salah satu orang yang berpatroli disana sambil mengarahkan lampu lenteranya ke arah tempat Elyana berada. Orang itu dengan perlahan mendekati dimana Elyana berada. 


“Sial.” Gerutu Elyana sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan keringat dingin bercucuran dari tubuh Elyana.