
“Pelayan itu… saat memanggilku dia terlihat sangat ketakutan… rasa takutnya benar-benar terlihat di wajahnya, tapi jika pelayan lainnya mereka sama sekali tidak memperlihatkan emosi mereka sama sekali, bahkan Lia hanya memperlihatkan ekspresinya padaku saja, aku pernah melihat Lia berbicara dengan pelayan lain dan ekspresi nya benar-benar dingin sekali.” Elyana berjalan ke kamarnya dengan perasaan yang tidak mengenakkan.
“Dan juga Lia pernah mengatakan padaku bahwa informasi tentang hal yang terjadi di dalam mansion ini seharusnya tidak akan sampai ke telinga bangsawan lain… tapi bagaimana Willard tahu bahwa aku melarikan diri dari rumah? Walaupun ksatria dari Marquis Alston dikerahkan ke seluruh kerajaan, bukan berarti ada informasi yang pasti tentang aku yang melarikan diri dari rumah ini bukan? Lalu bagaima-!” Elyana berhenti berjalan saat melihat pelayan yang baru dipikirkannya itu terlihat melihat ke kiri dan kanan seperti sedang waspada terhadap sesuatu.
Elyana langsung bersembunyi di lorong lain dan mencoba untuk mengintip dari tempat itu. “Apa yang sedang dia lakukan malam-malam seperti ini?” Elyana merasakan sesuatu yang mencurigakan dari pelayan itu.
“Kumohon bawakan surat ini dengan aman sampai ke tangan Caitlin…” Ucap pelayan itu dengan suara yang kecil kepada merpati yang kakinya terlihat membawa sebuah gulungan kertas kecil.
“Apa yang akan dia lakukan dengan merpati itu…?” Elyana hanya bisa melihat pelayan itu yang sedang berbicara dengan merpati itu tapi tidak bisa mendengar suaranya dengan jelas.
Pelayan itu kemudian menerbangkan merpati itu dengan senyuman jahat di wajahnya. Setelah melihat merpati itu sudah terbang menjauh, pelayan itu segera melihat ke sekitarnya dan kemudian ia segera pergi menjauh dari sana.
“Ini mencurigakan sekali…” Elyana kemudian kembali berjalan ke kamarnya saat memastikan bahwa pelayan itu sudah menjauh.
Keesokan harinya ada sebuah kabar yang menggemparkan di Kerajaan Flawless, yaitu tentang Marquis Henry Alston yang telah diracuni oleh seseorang.
Willard yang mendengar kabar itu merasa sangat marah dan merobek koran yang dipegangnya dengan sangat kasar. Kemudian ia melempar koran itu ke lantai dan menginjak-injak koran itu. “Siapa yang berani menyebarkan tentang hal ini?!”
Sedangkan Elyana yang mendengar kabar itu tidak terkejut sama sekali. “Aku bahkan belum memanggil dokter untuk memeriksa ayahku… ini pasti ada hubungannya dengan merpati pelayan itu.”
“Hah… apa yang harus kulakukan sekarang?” Elyana menghela napas berat dan hal itu membuat Lia yang sedang menyisir rambutnya sedikit khawatir.
“Lia… apakah kamu sudah mendengar tentang kabar itu?”
“Apa maksud Anda kabar tentang ayah Anda yang telah diracuni?” Tanya Lia lagi dengan sedikit tersenyum.
“Benar…”
“Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan tentang hal itu, kepala pelayan sudah memanggil dokter yang akan menyembuhkan ayah Anda.” Lia mengambil beberapa aksesoris rambut yang sesuai dengan gaun Elyana hari ini.
“Kalian bertindak cepat sekali.” Elyana melihat ke wajah Lia yang tersenyum dengan ragu.
“Itu sudah menjadi tugas kami.” Lia memasangkan aksesoris itu ke rambut Elyana dengan perlahan.
“Walaupun begitu…” Elyana tampaknya masih mencurigai tentang pelayan yang menerbangkan merpati kemarin malam.
“Apakah ada hal lain yang mengganggu Anda? Jika Anda bisa memberitahu saya, saya akan berusaha untuk menyelesaikan masalah Anda.” Lia selesai memasangkan aksesoris itu pada Elyana.
“Tidak ada salahnya aku bertanya tentang hal itu bukan…?” Elyana berniat memberitahu Lia tentang pelayan yang menerbangkan seekor merpati keluar dari mansion ini.