Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 77



“Apa yang kalian pikir kalian lakukan?!” Armand membentak anggotanya karena meninggalkan tugasnya begitu saja.


“Dia sudah kembali ke penginapan itu dengan selamat, jadi tugas kami sudah selesai.” Mereka tampak menikmati kue yang mereka beli dari toko kue itu.


“Tapi bukan berarti kalian bisa berbuat seenaknya kan?” Armand tampak putus asa untuk menghadapi mereka.


Mereka semua sibuk dengan kue mereka masing-masing dan mengabaikan Armand dengan begitu saja. Armand yang melihat itu hanya memegang kepalanya dan menghela napas berat.


“Daripada itu, rencana apa yang kapten maksud?” Mereka semua kemudian melihat ke arah Armand dengan tatapan penasaran.


Armand pun menjelaskan kepada mereka apa yang dia bicarakan dengan Patrick, mereka yang mendengar hal itu terlihat sangat senang. “Berarti besok kita dapat pergi dari tempat ini!” 


“Yah… begitulah. Ingatlah untuk tidak menyebut identitas kalian kepada siapapun, mengerti?” Armand menatap mereka dengan tatapan tajam. “Oh ya, apa diantara kalian ada yang tahu siapa sebenarnya orang yang dibawa Pangeran Malvin?”


“Tidak, yang aku tahu cuman dia adalah seorang perempuan. Soalnya tadi aku mendengar teriakannya saat kalian sedang memakan kue-kue itu saat berada di luar.” Ucap anggota Armand yang disuruh untuk menjaga di kamar mereka dengan ekspresi yang kesal.


“Sudahlah tidak perlu kesal seperti itu.” Mereka memberikan sedikit potongan kue mereka kepada anggota itu tapi dia menolaknya.


“Perempuan…?” Armand terlihat berusaha keras berpikir tentang Pangeran Malvin. “Aku tidak pernah dengar dia bertunangan dengan siapapun.”


“Apa kamu yakin dia adalah seorang perempuan?” Armand kembali bertanya pada anggota yang disuruhnya untuk menjaga kamar itu.


“Jika kamu tidak percaya, ayo kita segera mendobrak pintu itu dan membuktikannya secara langsung.” Ucapnya dengan kesal.


“Maaf…” Armand terlihat bersalah karena menanyakan untuk kedua kalinya. “Kalau begitu ayo kita segera tidur dan menyelesaikan semuanya besok.”


“Baiklah.” Keempat anggota Armand tiba-tiba melihat satu sama lain dengan tatapan yang serius.


Mereka mengabaikan Armand dan tetap memandangi satu sama lain, kemudian tiba-tiba mereka berdiri dan segera berlari secepatnya ke satu-satunya tempat tidur disana. “Aku akan tidur di kasur itu!”


Armand hanya bisa menghela napas berat saat melihat mereka bertarung satu sama lain hanya untuk memperebutkan siapa yang tidur di kasur itu. Di saat yang sama, ia tampak mengkhawatirkan Willard yang baru sembuh harus mengurusi banyak masalah seperti ini.


***


“Tuan Willard! Tolong istirahatlah terlebih dahulu!” Teriak asisten Willard kepada Willard yang masih duduk di ruang kerjanya selama beberapa hari.


Willard mengabaikan ucapan asistennya itu, ia masih fokus membaca laporan-laporan dari prajurit yang dikirimnya untuk mencari Elyana. “Kenapa Marquis Alston tidak membalas suratku sama sekali?!” Willard terlihat sangat kesal saat banyak surat yang dia kirim ke kediaman Alston tidak dibalas sama sekali.


“Apa kamu yakin bahwa surat-surat ku benar-benar terkirim dengan alamat yang benar?!” Teriak Willard dengan kesal kepada asistennya.


“Tentu saja. Saya sudah memastikannya beberapa kali sebelum dikirim ke kediaman Alston.” Jawab asisten Willard dengan sedikit ketakutan.


“Tapi kenapa sampai sekarang belum ada jawaban sama sekali?!” Willard bangun dari kursi dengan sangat marah.


Asisten Willard disana hanya bisa terdiam saat melihat Willard terlihat sangat kesal, dalam hatinya ia terlihat sangat khawatir dengan kondisi Willard yang belum tidur selama beberapa hari.


“Sudahlah! Kirim lebih banyak prajurit lagi untuk segera mencarinya!” Teriak Willard dengan sangat marah.


Asisten Willard yang melihat itu hanya bisa pasrah dan segera berjalan keluar untuk mengirim lebih banyak prajurit untuk mencari Elyana. Setelah asistennya pergi keluar, Willard terduduk lemah di kursinya.


“Ely…”