Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 38



Willard menggunakan lengan bajunya untuk membersihkan wajahnya yang terkena darah orang berpakaian hitam itu. 


"Kalian benar-benar menyebalkan!" Ucap Willard dengan tatapan dingin ke seluruh orang berpakaian hitam yang dibunuhnya dengan cara yang keji. 


Willard pun berjalan menuju ke arah kudanya yang lepas kendali, dan saat ia menemukan kudanya, Willard melihat seorang pria yang juga memakai baju zirah mengambil kepala beruang yang ada di dekat kuda Willard yang sedang sekarat. 


Pria itu menyadari kehadiran Willard dan segera mengeluarkan pedangnya. "Siapa itu?!" Ucap pria itu sambil mengarahkan pedangnya ke arah Willard. 


Pria itu terkejut dengan kehadiran Willard dan segera memasukkan pedangnya ke sarungnya. "Duke Harbert, apa yang Anda lakukan disini?" 


"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang mau kamu lakukan dengan hasil buruan ku?" Jawab Willard dengan ekspresi yang kesal. 


"Saya hanya kebetulan melihat kuda Anda berlari tanpa kendali. Saya penasaran dengan apa yang terjadi jadi saya segera mengikuti kuda ini dan menemukan kepala beruang ini…" Ucap pria itu sambil melihat ke arah kepala beruang yang dipegangnya. "Oh! Saya sama sekali tidak berniat untuk mencuri hasil buruan Anda!" 


"Benarkah?" Willard tampak tidak mempercayai ucapan pria itu. 


"Tentu saja! Saya kesini hanya karena penasaran saja dengan apa yang sedang terjadi dengan kuda Anda… dan juga…" Pria itu melihat Willard dari kepala hingga ujung kakinya yang ada beberapa noda darah. "Apakah Anda baik-baik saja?" Tanya pria itu dengan wajah yang sedikit khawatir dengan penampilan Willard. 


"Itu bukan urusanmu. Cepat serahkan kepala beruang itu sekarang juga!" Willard berjalan perlahan mendekati pria itu dengan pedang di tangannya. Namun, setelah berjalan beberapa langkah, Willard tiba-tiba jatuh pingsan. 


"Duke Harbert!" Pria itu segera berlari mendekati Willard yang tiba-tiba jatuh pingsan. 


***


Willard perlahan membuka matanya, ia tiba-tiba ingat dengan kejadian tadi dan segera bangun dan mencoba untuk mengambil pedang yang berada di samping badannya, tapi pedang yang dibawanya sedang tidak ada bersamanya.


"Apa kamu sudah sadar?" Tanya pria yang duduk di seberang api unggun tempat Willard berada. 


"Tidak ada, dan kepala beruang yang kamu cari ada disana." Ucap pria itu sambil mengarahkan tempat kepala beruang itu dengan kepalanya. 


"Saya langsung ke intinya saja. Dari awal, tujuan festival ini hanya untuk membunuh binatang dan mendapatkan poin setinggi mungkin. Raja Barnett juga sudah bilang bahwa menyerang satu sama lain dalam perburuan ini sangat dilarang. Jadi, siapa yang menyerangmu sampai terluka seperti itu Duke Harbert? Aku rasa binatang di hutan ini tidak sangat berbahaya sampai bisa melukai seorang Duke Harbert sampai seperti itu" Tanya pria itu dengan ekspresi wajah yang serius. 


"Aku mungkin akan memberitahumu apa yang terjadi karena kamu sudah menyelamatkanku dan aku rasa kamu tidak jahat. Tapi… siapa kamu?" Willard menolehkan kepalanya seakan bertanya-tanya siapa pria itu. 


"Ah… maafkan saya karena tidak memperkenalkan diri. Nama saya adalah Armand Abelard, penerus keluarga Count Abelard." Armand memperkenalkan dirinya dengan serius kepada Willard. 


"Abelard? Apa kamu adalah kakak laki-laki Arabella Abelard?" Willard terkejut saat mendengar bahwa pria itu adalah anak dari Count Abelard yang sama seperti teman Elyana, Arabella Abelard. 


"Apakah Anda mengenal adik saya?" Tanya Armand dengan ekspresi yang terkejut saat Willard mengucapkan nama adiknya. 


"Tidak. Tunangan saya yang mengenalnya." Ucap Willard dengan ekspresi yang datar. 


"E-Eh? Apakah tunangan Anda adalah Nona Elyana Alston?" Armand masih sangat terkejut dengan hal yang baru saja diketahuinya. 


"Apa kamu tidak tahu tentang hal itu? Padahal aku rasa berita tentang aku yang bertunangan dengan Ely sudah diketahui oleh seluruh bangsawan. Hmm…" 


"Maaf. Saya sudah mendengarnya beberapa kali, tetapi saya pikir itu hanya berita burung saja." Ucap Armand dengan senyum awkward dan tangan kanannya memegang kepalanya. 


"Tidak apa-apa. Yang penting sekarang kamu sudah tahu bahwa Ely adalah tunanganku." Ucap Willard dengan bangga. 


"Sudah cukup dengan basa-basinya, ayo kembali ke topik utama." Willard mulai serius untuk kembali membicarakan tentang orang yang mencoba membunuhnya. Ia merasa akal sehatnya mulai kembali setelah berbicara dengan Armand. 


"Seharusnya aku tidak membunuh mereka semua. Hmm…" Willard tampak menyesal karena membunuh orang yang berpakaian hitam itu, karena sekarang ia sudah tidak bisa mendapatkan informasi tentang orang-orang itu. "Setelah kepalaku terbentur seperti itu, aku rasa tadi aku benar-benar kehilangan akal sehatku."