Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 42



Elyana termenung di tendanya, ia mencoba untuk mengingat isi novel yang ia baca. Tetapi, entah kenapa semakin ia mencoba mengingatnya, ia hanya bisa mengingat halaman hitam, seakan ingatan ia tentang novel yang ia baca mulai menghilang. 


"Apakah di novel itu ada cerita tentang festival perburuan ini? Kenapa aku hanya bisa mengingat halaman hitam dari novel itu?!" Ucap Elyana dengan gelisah dalam hatinya. 


"Semakin aku mencoba untuk mengingat isi novel itu, kepala ku terasa sangat sakit!" Elyana menundukkan kepalanya dan memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. 


"Nona Elyana!" Salah satu pelayan Elyana masuk ke tenda Elyana untuk mengabarinya sesuatu. 


Elyana segera mengangkat kepalanya dan menahan rasa sakit yang dirasakannya. "Ada apa?" Tanya Elyana kepada pelayannya yang terlihat panik itu. 


"Kami baru mendapat kabar dari ksatria kerajaan bahwa mereka mendapati beberapa bangsawan pria yang ikut serta dalam perburuan ini ditemukan tewas di hutan ini." Ucap pelayan itu dengan ekspresi panik. 


"Dan Raja Barnett menyuruh semua bangsawan wanita yang di wilayah sekitar hutan untuk tidak meninggalkan tendanya sampai para ksatria kerajaan memastikan bahwa situasi disini sudah aman." Tambah pelayan lainnya yang baru masuk ke tenda Elyana. 


Elyana tercengang dengan apa yang dikatakan pelayannya dan sekilas bayangan Willard yang tersenyum muncul di pikirannya dan tiba-tiba kepala Elyana terasa sangat sakit. Pelayannya yang melihat Elyana terlihat kesakitan segera mendekatinya dan menanyakan apakah ia baik-baik saja. 


"Saya tidak bisa mengatakan bahwa Tuan Willard baik-baik saja, tetapi di antara mayat-mayat itu tidak ada Tuan Willard. Para ksatria kerajaan sedang menjelajahi hutan itu untuk menemukan para bangsawan lain dan menangkap orang-orang yang berani membunuh para bangsawan." Ucap salah satu pelayan Elyana yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi yang sedikit khawatir. 


"Tenang saja, Nona Elyana. Duke Willard Harbert adalah orang yang sangat kuat. Tidak mungkin orang-orang itu dapat membunuhnya." Ucap pelayan lainnya yang mencoba untuk menenangkan Elyana. 


Walaupun pelayan Elyana mengatakan hal itu untuk menenangkannya. Elyana tampak tidak terlihat tenang sama sekali, ia terlihat sangat khawatir sekali dan rasa sakit kepala yang dirasakannya semakin memburuk.


"A-Apakah kalian bisa mengambilkan obat sakit kepala untukku?" Ucap Elyana sambil memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. 


"Baik. Akan saya ambilkan. Mohon tunggu sebentar!" Salah satu pelayan itu segera berlari keluar untuk mengambilkan obat sakit kepala untuk Elyana. 


"Kalau begitu saya akan ambilkan kompres dingin untuk Anda!" Tambah pelayan satunya lagi dan ia segera berlari keluar. 


Elyana kembali mencoba mengingat kehidupannya yang sebelumnya dan isi novel itu. Tetapi, ia tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Elyana tidak bisa mengingat dengan jelas wajahnya di kehidupan sebelumnya, wajahnya seperti ditutupi oleh kabut hitam dan saat ia mencoba sangat keras untuk mengingat novel yang dibacanya, satu persatu tulisan yang dilihatnya perlahan menghilang. Rasa sakit kepalanya menjadi sangat parah, rasanya ia sangat ingin berteriak karena kepalanya yang sakit, tapi tidak ada suara yang keluar. Elyana mencoba untuk berbaring di tempat tidurnya. Bayangan Willard yang tersenyum kembali muncul di kepalanya. Elyana merasa kepalanya seperti ingin pecah, dan tiba-tiba air matanya mengalir tanpa sadar dari matanya yang penuh dengan kekosongan itu.