Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 48



“Kamu ternyata sedikit…” Willard terlihat seperti ingin mengejek Armand dengan ekspresi yang datar.


“Sedikit apa?” Armand melihat ke arah Willard seperti sedang ingin mengancamnya.


“Tidak.” Willard bangun dari tempat duduknya dengan perlahan. Ia memejamkan matanya dan fokus pada sekitarnya dan betapa terkejutnya saat ia mendapati energi yang sangat tidak mengenakkan dari gua itu. “Hei, aku merasakan sesuatu yang sangat negatif dari gua itu. Apakah itu benar-benar tempat yang sama dengan yang waktu itu?”


“Entahlah, waktu itu kita hanya asal masuk saja dan tidak memeriksanya dengan baik.” Armand meletakkan tangannya di pedangnya dan bersiap-siap jika ada sesuatu yang menyerang mereka.


Mereka berdua saling bertatapan mata dan menganggukkan kepala mereka, kemudian mereka berdua berjalan perlahan mendekati gua itu. Willard dan Armand berdiri di samping gua itu sambil memegang pedang mereka, Willard menggunakan tangannya untuk menyingkirkan daun-daun di gua itu dan mereka langsung segera mengarahkan pedang mereka di tengah pintu masuk gua itu.


“Tidak ada apa-apa…” Ucap Willard saat melihat gua yang mereka masuki itu ternyata kosong.


“Apakah Anda yakin ini tempatnya?” Armand melihat sekeliling gua itu dan tidak dapat menemukan apa-apa selain bekas makanan dan perban yang dipenuhi darah yang digunakan Willard sebelumnya.


“Ya, aku sangat yakin bahwa energi negatif yang kurasakan berasal dari tempat ini, coba kita lihat lebih dalam lagi.” Ucap Willard sambil berjalan menyusuri gua itu.


Armand segera menyusul Willard yang berjalan jauh di depannya, mereka pun berjalan bersama hingga menemukan ujung jalan gua itu, dan mereka masih tidak menemukan apapun dari gua itu. Willard mencoba untuk memegang dinding gua yang di depannya itu. Tiba-tiba tanah tempat mereka berdiri runtuh dan mereka terjatuh bersama ke dalam lubang itu.


“Aduh…” Willard membuka matanya dan perlahan untuk bangun dari posisinya, ia merasa heran saat tangannya menyentuh sesuatu, saat ia melihat kebawah ia mendapati dirinya sedang menduduki punggung Armand. Dengan panik ia segera menyingkir dari Armand dan mencoba untuk membangunkannya.


“Hei!” Willard mengguncang tubuh Willard untuk menyadarkannya. Seketika Armand pun terbangun dan meringis kesakitan.


“Apa yang terjadi…?” Tanya Armand saat melihat Willard yang sedang duduk di sampingnya.


“Tadi kita terjatuh dan sekarang aku tidak tahu kita berada di mana.” Willard perlahan berdiri dan melihat sekelilingnya dan mendapati gua yang sangat luas di sekitarnya.


“Punggungku terasa sangat sakit…” Ucap Armand sambil meringis kesakitan.


“K-Kamu pasti terbentur sangat kuat saat terjatuh tadi.” Ucap Willard dengan keringat dingin yang bercucuran dari wajahnya.


“Syukurlah Anda terlihat baik-baik saja. Seperti yang diharapkan dari seorang Duke Harbert.” Armand memasang ekspresi wajah seperti sedang mencurigai Willard.


Willard tidak berani melihat ke Armand, ia hanya berdiri disana sambil melihat ke sekitar gua itu. “Ehem… kalau kamu sudah merasa lebih baik, lebih baik kita segera menelusuri gua ini. Seharusnya jalan keluar yang kita cari berada di sekitar sini.”


Armand perlahan mencoba untuk berdiri dengan tubuh yang masih sakit. “Anda benar, kita tidak boleh membuang-buang waktu disini.”


Willard terlihat sedikit khawatir saat melihat Armand yang masih sedikit kesusahan untuk berdiri. “Apa kamu yakin kamu sudah baik-baik saja?”


“Ya, tenang saja. Luka seperti ini masih bisa saya atasi.” Ucap Armand sambil berjalan mendahului Willard.


Willard segera mengikuti Armand yang berjalan di jauh di depannya. “Aku merasa sedikit bersalah…” Ucap Willard dalam hati sambil berjalan dengan ekspresi wajah yang dipenuhi dengan rasa bersalah.