
Beberapa hari lalu setelah Willard sembuh sepenuhnya. Setelah dokter mengatakan bahwa Willard sudah boleh menjalankan aktivitasnya seperti biasa, saat itu ia berjalan sebentar di sekitar mansionnya dan mendengar rumor yang dikatakan oleh para pelayannya. Awalnya ia tidak memperdulikan apa yang dikatakan mereka. Tapi, tiba-tiba para pelayan itu menyebutkan nama Elyana. Saat ia mendengar nama Elyana, ia segera menghampiri mereka dan bertanya apa yang mereka bicarakan.
“Bolehkah aku ikut mendengar apa yang kalian bicarakan?” Tanya Willard dengan senyum palsu kepada para pelayannya itu.
“T-Tuan Willard…!” Ucap salah satu pelayan yang terkejut dengan kehadiran Willard.
“K-Kami tidak membicarakan apapun.” Jawab pelayan lainnya dengan sangat ketakutan.
“Ayolah, aku hanya ingin mendengar saja. Setelah kalian memberitahuku apa yang kalian bicarakan tentang tunangan ku, aku akan segera pergi.” Ucap Willard sambil mempertahankan senyuman palsunya.
“I-Itu… aku rasa tidak ada salahnya jika saya memberitahu Anda. Belakangan ini ada rumor yang sangat heboh tentang Elyana Alston yang melarikan diri dari kediaman Alston, dan sekarang banyak sekali prajurit Marquis Alston yang berusaha untuk mencarinya…” Salah satu pelayan Willard terlihat ragu-ragu saat menjelaskan kepada Willard.
“Melarikan diri…?” Willard terlihat sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh pelayan itu.
“H-Hanya itu saja yang kami tahu. K-Kalau begitu kami permisi.” Para pelayan itu segera memberi hormat kepada Willard dan pergi menjauhi Willard yang masih terkejut dengan apa didengarnya tentang Elyana.
“Kenapa tidak ada yang memberitahuku tentang ini?” Gumam Willard dalam hatinya dengan perasaan yang khawatir. Tiba-tiba bayangan Armand dan asistennya muncul di pikirannya.
Willard segera berlari ke ruang kerjanya, sesampainya ia pada pada ruang kerjanya, ia membuka pintunya dengan kasar dan berlari ke tempat Armand dan asistennya berada yang kelihatan sedang membicarakan masalah yang serius.
“Tuan Will-“ Sebelum asisten Willard dapat mengatakan apapun, ia langsung menarik kerahnya dengan penuh amarah.
“Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang Elyana yang melarikan diri!” Teriak Willard dengan sangat keras.
“Mohon tenangkan diri Anda Tuan Willard.” Armand mendekati Willard dan mencoba untuk melepaskan tangannya yang menggenggam kerah asistennya dengan sangat kuat.
Willard melihat ke arah Armand sebentar, kemudian ia segera melepaskan genggamannya dari kerah Armand. “Apa yang kamu lakukan disini? Bukannya kapten ksatria kerajaan seperti kamu sangat sibuk?” Tanya Willard sambil mencoba untuk menahan emosinya.
“Saya datang kesini karena Raja Barnett meminta saya untuk meminta bantuan Anda.” Ucap Armand dengan tatapan serius.
“Bantuan? Maaf, aku ada urusan lain yang lebih penting saat ini.” Willard berjalan ke meja kerjanya dan mencari beberapa dokumen.
“Ini mungkin ada hubungannya dengan Elyana Alston.” Armand mencoba membantu asisten Willard yang terlihat kesusahan untuk berdiri.
Tangan Willard yang sedang membolak-balikkan dokumen itu kini berhenti. “Apa katamu? Katakan sekarang juga apa yang kamu ketahui tentang Elyana!” Teriak Willard dengan suara yang panik.
“Jika Anda menerima untuk membantu Raja Barnett, saya akan memberitahu Anda tentang kemungkinan Elyana Alston berada.” Ucap Armand tanpa melihat ke arah Willard.
“Apa ini tentang sihir ilusi?” Willard terlihat sedikit ragu-ragu saat menyebutkan tentang sihir ilusi.
“Tidak. Ini tentang Pangeran Malvin, ia diketahui telah menghilang beberapa hari yang lalu.” Ucap Armand dengan ekspresi yang serius.
“Jadi begitu, ini berarti Raja Barnett tidak ingin turun tangan untuk anak laki-lakinya itu dan menyuruhku untuk mencarinya sebagai gantinya. Bukankah begitu?” Willard kembali menenangkan dirinya dan duduk di kursi nya dengan perlahan.