
Armand dan Willard pun berjalan keluar dari gua yang mereka tempati, dengan perlahan mereka berjalan bersama melihat sekeliling hutan itu. Pertama, mereka berjalan menuju sebuah pohon yang digunakan Armand untuk mengikat kudanya.
"Tidak ada…" Armand terkejut saat melihat kudanya yang diikat di pohon itu kini tidak ada.
"Ini aneh… waktu kamu mengikat kudamu di pohon ini bukannya kamu mengikatkan talinya ke pohon ini dengan sangat kuat? Jika seseorang mengambilnya, bukankah seharusnya ada sedikit bekas ikatan talimu? Apakah kamu salah mengingat pohonnya?" Ucap Willard sambil mencoba untuk melihat dengan teliti pohon itu.
"Tidak. Saya benar-benar yakin saya mengikatkan kuda saya di pohon ini." Armand tampak berpikir keras sambil melihat ke pohon tempat ia mengikatkan kudanya.
"Hmm…" Willard mencoba untuk memikirkan segala kemungkinan bagaimana seseorang bisa mengambil kuda Armand tanpa meninggalkan sedikit jejak pun.
Armand mencoba untuk memfokuskan seluruh inderanya pada isi hutan tempatnya berada untuk mencari apakah orang yang mengambil kudanya masih ada di sekitar sini. "Tuan Harbert, apa kamu merasa sejak tadi kita berkeliling di sekitar tempat ini, semuanya terasa sangat sunyi?" Armand membalikkan badannya dan melihat ke arah Willard dengan ekspresi yang seperti merasa heran dengan hutan ini.
"Ya. Kamu benar, aku benar-benar tidak melihat apapun sejak tadi. Tidak ada hewan maupun makhluk hidup, bahkan tidak ada seekor serangga pun dan aku merasa seakan- akan waktu di sekitar hutan ini semuanya terhenti." Willard terlihat sangat serius memikirkan semua hal yang terjadi di sekitar hutan ini.
Willard tersentak kaget dengan ucapan Armand. "Bagaimana mungkin? Seharusnya sihir ilusi sudah punah beberapa ratus tahun yang lalu, dan juga sihir itu benar-benar dilarang di Kerajaan Flawless ini."
"Ini masih tidak pasti. Dulu saya pernah membaca buku tentang sihir ilusi, dan dalam buku sihir itu pernah dijelaskan bahwa sihir itu dapat membuat orang yang terkena sihirnya terperangkap dalam mimpi yang abadi. Itu adalah salah satu hal yang membuat sihir ilusi itu benar-benar dilarang. Tapi aku tidak menyangka saat ini masih ada orang yang bisa memakai sihir itu." Armand kembali mencoba untuk mengingat isi buku tentang sihir ilusi yang pernah dibacanya itu.
"Mimpi yang abadi?! Maksudmu kita benar-benar akan terkurung di sini sampai mati?!" Willard sangat terkejut saat mendengar penjelasan dari Armand tentang sihir ilusi.
"Walaupun disebut mimpi abadi, bukan berarti benar-benar tidak ada orang yang bisa mematahkan sihir ilusi itu dan juga kita belum memastikan bahwa kita terkena sihir ilusi kan?. Dalam buku itu ada disebutkan beberapa cara untuk mematahkan sihir ilusi, biarkan aku mencoba untuk mengingatnya sebentar. Setidaknya supaya saat kita benar-benar memastikan bahwa kita sedang berada dalam sihir ilusi itu, kita dapat segera menemukan jalan keluar."Armand menutup matanya dan mencoba untuk mengingat kembali buku tentang sihir ilusi yang pernah dibacanya dulu.
Willard membiarkan Armand berpikir dengan tenang. "Tidak mungkin, seharusnya sihir seperti itu sudah tidak ada penggunanya lagi, kalaupun masih ada penggunanya kenapa harus mengarah pada kami berdua? Apakah ada sesuatu di antara kami yang membuat pengguna sihir ilusi itu menyerang kami? Lalu sejak kapan kami masuk dalam ilusi ini?" Willard mencoba untuk berpikir keras agar dapat menemukan letak masalah ini.
"Aku sudah mengingat beberapa cara yang ada di buku tentang sihir ilusi itu. Sisanya kita tinggal memastikan bahwa kita benar-benar berada dalam sihir ilusi seseorang." Ucap Armand sambil melihat ke arah Willard dengan tatapan yang meyakinkannya.