Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 93



“Tuan Willard, apakah ada sesuatu yang terjadi?” Armand melangkah masuk ke kamar ayah Elyana sambil membawa nampan dengan teh dan beberapa obat herbal di atasnya.


“Tidak. Kamu tidak perlu tahu.” Willard membalikkan badannya dan melihat ke ayah Elyana yang masih belum sadarkan diri dengan ekspresi yang terlihat lelah.


“Baiklah kalau begitu.” Armand langsung berjalan ke meja kecil yang berada di samping tempat tidur ayah Elyana dan meletakkan nampan itu disana.


“Bagaimana kondisi Marquis Henry? Apakah sudah membaik setelah kamu memberikan obat penawarnya?” Willard melihat ke arah Armand dengan tatapan yang serius.


“Saya rasa keadaannya sudah mulai membaik sejak kita memberikan obat penawar padanya, tapi saya tidak tahu pastinya dia akan bangun.” Armand mengambil beberapa obat herbal di atas nampan itu dan memasukkannya pada cangkir kecil yang berisi air hangat.


Willard tidak terlalu senang saat mendengar perkataan Armand. “Apakah racunnya sekuat itu?” 


“Saya tidak tahu secara pasti, tapi dilihat dari reaksi Tuan Henry saat kita bertemu dengannya beberapa saat yang lalu, saya rasa racun yang diberikan Nona Elyana kepada Tuan Henry cukup kuat.” Armand mengingat kembali saat mereka datang ke kediaman Alston beberapa saat yang lalu.


***


“Saya tidak menyangka Anda akan benar-benar pergi kesana.” Armand terlihat kecewa sambil melihat ke arah Willard.


“Harusnya kamu bersyukur karena aku tidak membunuhmu saat itu juga.” Willard melihat ke arah luar jendela kereta kuda yang sedang mereka duduki yang menuju ke kediaman Marquis Alston.


“Jadi… kenapa Anda membawaku juga? Apakah Anda pikir ksatria kerajaan tidak punya tugas sama sekali?” Tanya Armand dengan ekspresi yang serius.


“Aku hanya kasihan melihat dirimu yang berkeliaran di kediamanku tanpa melakukan apapun.” Ucap Willard tanpa ekspresi.


“Benar. Untunglah kamu bisa memahami situasinya dengan baik, jadi aku tidak perlu menjelaskannya dengan susah payah kepadamu.” Willard mengalihkan pandangannya dan melihat ke mata Armand dengan tatapan serius.


“Hah… baiklah saya akan menuruti keinginan Anda untuk kali ini.” Armand terlihat pasrah dengan situasinya.


Willard terlihat lega saat Armand bilang dia akan menuruti keinginannya. “Untuk tugas mu sebagai ksatria kerajaan… nanti aku akan berbicara dengan Raja Barnett dan memintanya untuk memaafkanmu.” 


“Baiklah kalau begitu.” Armand menundukkan kepalanya dan menutup kedua matanya dengan tenang.


“Oh ya, belakangan ini aku baru menyelidiki tentang tunangan pangeran mahkota itu. Dan kamu tahu? Dia bisa menggunakan sihir ilusi sialan itu.” Ucap Willard dengan senyuman jengkel di wajahnya.


“Perempuan itu?!” Armand sangat terkejut dengan perkataan Willard.


“Hm? Apa kamu kenal dengan perempuan itu?” Willard terlihat mencurigai Armand saat melihat ekspresinya yang sangat terkejut seakan mengenal perempuan itu.


“Tidak, saya hanya melihat wajahnya beberapa kali…” Armand berusaha untuk menyembunyikan bahwa ia pernah bertemu dengannya saat mengantar Elyana ke ruangan Malvin.


“Oh… Kamu adalah seorang ksatria kerajaan bukan? Maafkan aku karena melupakannya, pasti sulit bukan karena harus melihat wajah menjijikkan itu?” Willard tersenyum kesal sambil melihat ke arah Armand.


“Apakah Anda pernah bertemu dengan perempuan itu?” Armand bertanya kembali saat melihat Willard yang terlihat seperti sudah mengenal Caitlin.