
“Apa itu?! Menjijikkan sekali!” Teriak Willard saat melihat kepala orang berpakaian itu itu tersambung kembali.
“Cih, sudah saya duga ada yang aneh dengan mereka!” Armand kembali menghindari anak panah yang ditujukan pada mereka.
Orang berpakaian hitam yang lehernya tersambung kembali mencoba untuk berdiri dan kembali menyerang mereka berdua. Saat orang itu berlari ke arah Willard dan mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat, Willard mencoba untuk menghindarinya, tetapi ia tidak dapat menghindari sepenuhnya dan serangan orang berpakaian hitam itu berhasil menggores tangan Willard. Saat melihat Willard yang terkena serangan orang itu Armand langsung berlari ke arah Willard dan memotong badan orang berpakaian hitam itu sampai terbelah dua. Tapi setelah beberapa detik saja tubuh orang berpakaian hitam itu tersambung kembali.
“Apa Anda masih kuat bertarung?” Tanya Armand kepada Willard yang kini berdiri di sampingnya sambil memegang tangannya yang berdarah.
“Ya…” Jawab Willard dengan suara yang sedikit melemah. Sebelum Willard dapat kembali berbicara lagi orang-orang berpakaian hitam itu kembali menyerang mereka. Willard menahan serangan mereka dengan sekuat tenaga.
“Sepertinya Tuan Harbert tidak bisa bertarung lebih lama lagi. Ini benar-benar tidak baik.” Ucap Armand dalam hatinya dengan gelisah.
Willard menahan serangan yang diarahkan padanya dengan susah payah, luka lama di perutnya kembali terbuka dan berdarah. Meskipun begitu ia tetap mencoba untuk membantu Armand dengan sekuat tenaga. Pertarungannya berlanjut dengan sangat sengit, beberapa serangan yang diarahkan padanya mengenai dirinya beberapa kali, dan sampai akhirnya pandangannya mulai terasa buram, ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk merasakan darimana orang yang mengontrol orang-orang berpakaian hitam itu. Saat itu ia merasakan semua benang yang mengontrol mereka berasal dari satu energi yang terkumpul di satu tempat.
Armand yang menyadari teriakan Willard segera melihat kearah Willard sambil mencoba untuk menangkis serangan dari orang-orang berpakaian hitam itu. “Lalu, Bagaimana dengan Anda?! Apakah Anda akan baik-baik saja melawan mereka semua sendiri?!” Armand kembali berteriak pada Willard.
“Tenang saja! Aku akan baik-baik saja! Hal seperti ini sudah biasa untukku!” Willard memotong anak panah yang diarahkan kepadanya dan memotong leher orang berpakaian hitam yang berada di depannya.
Armand terlihat meragukan ucapan Willard saat melihat dirinya dilumuri dengan banyak darah di sekitar tubuhnya. Tapi, ia tidak punya pilihan lain lagi karena jika pertarungan ini terus berlanjut mereka berdua pasti akan mati. Armand segera memotong musuhnya yang berada di depannya dan segera berlari ke depan dimana orang yang mengendalikan mereka berada.
Saat Willard melihat Armand yang berlari ke depan, Willard melihat punggung Armand dengan senyuman kecil di wajahnya. Saat Armand pergi, semakin banyak musuh yang menyerang Willard, ia menangkis banyak panah yang diarahkan padanya sambil menghindari semua serangan dari orang-orang berpakaian hitam yang berada di depannya. Beberapa anak panah dan serangan dari pedang mereka mengenai Willard. Tetapi, ia tetap berusaha untuk menghadapi mereka. Bayangan Elyana muncul beberapa kali di pikiran Willard yang membuatnya berusaha untuk bangun menghadapi mereka. Willard tertawa kecil saat membayangkan apa yang mungkin dilakukan Elyana saat ini, apakah Elyana akan merasa khawatir saat dirinya belum kembali saat ini?
Tiba-tiba Willard melihat sebuah pedang yang mengarah padanya saat ia membayangkan ekspresi khawatir Elyana. “Aku benar-benar minta maaf jika aku harus membuatmu sedih, Ely…”