
"Ely…! Apa kamu baik-baik saja?!" Willard langsung menuju ke arah Elyana dan memeluknya saat ia sudah turun dari keretanya.
"Ya, aku baik-baik saja." Elyana kembali memeluk Willard dengan sebuah senyuman.
"Syukurlah…" Willard memeluk Elyana dengan erat dan dengan ekspresi yang lega.
"Kenapa kamu secemas itu, aku hanya pergi untuk berbicara dengan temanku saja." Elyana melepaskan pelukan Willard dan tetap tersenyum kepadanya.
Willard tiba-tiba teringat dengan Elyana yang duduk di tempat tidurnya dengan ekspresi yang gelap. "Tentu saja aku sangat cemas…" Willard kembali memeluk Elyana.
"Will… mungkin ini mendadak, tapi hari ini aku akan segera kembali ke kediaman Alston. Aku kesini hanya untuk berpamitan denganmu." Elyana kembali melepaskan pelukan Willard dengan kepala yang tertunduk. "Dan… aku akan membatalkan pertunangan kita."
Willard terdiam selama beberapa saat. "Hah? Apa yang baru saja kamu katakan? Apa kamu sedang bercanda?" Willard mundur beberapa langkah dari Elyana sambil memegang kepalanya dan Elyana tidak memberikan jawaban apapun. "Kenapa kamu tidak mengatakan apapun?! Katakanlah kamu sedang bercanda!" Willard memegang kedua bahu Elyana dengan kasar.
"Aku… tidak sedang bercanda. Aku bukanlah orang yang pantas untukmu Will…" Elyana mengalihkan pandangannya dari Willard, ia tidak berani melihat ke matanya sama sekali.
"Kamu pasti sedang lelah… lebih baik kamu kembali ke kamarmu dan beristirahat…" Willard menurunkan tangannya dari bahu Elyana.
"Tidak, aku akan pergi dari sini sekarang juga…" Elyana mundur beberapa langkah dari Willard.
"Ely!" Willard mencoba untuk mendekati Elyana saat ia mencoba untuk berjalan menjauh darinya.
Asisten Willard dan beberapa pelayannya langsung memegang Willard untuk tidak mendekati Elyana. Elyana melihat ke arah Willard dengan tatapan sedih, kemudian ia segera naik ke kereta kuda yang tadi ia naiki, pelayan Willard yang tadi mengendarai kereta kuda Willard segera menggerakkan kereta kudanya saat melihat Elyana sudah naik ke kereta kudanya.
"Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan sekarang juga!" Willard mencoba untuk melepaskan tangan asisten dan beberapa pelayannya itu, saat ia hampir berhasil, Armand tiba-tiba berjalan ke depan Willard.
"Sudahlah… jangan mengejar perempuan itu lagi…" Armand kini berdiri di depan Willard dengan ekspresi yang serius.
"Perempuan itu… dia yang menyuruhku untuk membantu dirinya untuk menghentikanmu mencari dia. Dia mencoba untuk melakukan sesuatu yang gila…" Armand memalingkan wajahnya dari Willard.
"Sesuatu yang gila?" Willard tersentak kaget saat mendengar ucapan Armand.
"Hm." Armand kembali mengingat saat ia mengantar Elyana untuk kembali ke kereta kudanya.
"Hei, apakah kamu mau membantuku?" Elyana tiba-tiba berlari dari samping Armand dan berdiri di depannya.
"Membantu Anda? Kenapa Anda tidak langsung memerintah saya saja, dengan begitu saya tidak bisa menolak Anda." Armand berhenti berjalan saat melihat Elyana yang tiba-tiba ada di depannya.
"Kamu dan Willard berteman bukan? Karena itulah aku ingin meminta bantuanmu demi kebaikan temanmu." Elyana melihat ke mata Armand dengan senyuman lemah.
"Itu…" Armand terlihat ragu saat Elyana menyebutkan Willard adalah temannya.
"Jadi kamu setuju bukan? Aku hanya ingin kamu membantuku untuk kembali ke kediaman Alston setelah bertemu dengan Willard sebentar." Elyana masih tersenyum lemah saat melihat Armand yang terlihat ragu saat dirinya menyebut bahwa mereka berdua berteman.
"Bolehkah saya bertanya alasan Anda ingin bertemu dengan Duke Harbert terlebih dahulu? Jika Anda ingin segera kembali ke kediaman Alston, Anda tinggal langsung menuju ke kediaman Alston sekarang juga." Beberapa pertanyaan tiba-tiba muncul di kepala Armand.
"Itu…" Elyana tiba-tiba menundukkan kepalanya dengan ekspresi yang gelap.
"Baiklah, saya akan membantu Anda. Lagipula Anda adalah tunangan Duke Harbert, jadi tidak mungkin Anda akan melakukan sesuatu yang akan menyakitinya bukan?" Armand berjalan melewati Elyana dengan ekspresi yang tidak peduli.
"Tentu saja." Elyana kembali tersenyum dan segera menyusul Armand.
"Tidak, kamu salah… mungkin aku akan menyakitinya…"