Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 76



“Halo.” Armand menggunakan senyuman palsu untuk menyapa orang yang tadi diberikan koin emas oleh Malvin.


“Siapa kamu?” Patrick terlihat tidak senang saat Armand menyapanya. 


“Bukan siapa-siapa. Aku hanya ingin mengajakmu berbicara sebentar.” Armand mengeluarkan satu kantong penuh dengan koin emas.


Patrick yang melihat satu kantong yang dipenuhi dengan koin emas itu tiba-tiba langsung merubah sikapnya dan menjadi sangat baik. “Apa yang kamu butuhkan tuan?” Ucap Patrick dengan berpura-pura sopan.


“Apa kamu tahu orang yang tadi memberikan setengah kantong koin emas padamu itu?” Tanya Armand dengan nada yang serius.


“Orang yang tadi? Oh… kalau itu…” Patrick terlihat ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan Armand.


“Aku akan memberikan lebih banyak dari ini jika kamu mau memberitahu ku dan membantuku, bagaimana?” Armand tersenyum percaya diri saat melihat Patrick yang ragu-ragu untuk memberitahukan dirinya tentang Malvin.


“O-Orang tadi hanya membawa saya untuk membawanya bersamaan dengan hasil panen yang dibawa ke kerajaan lain.” Jawab Patrick dengan tergesa-gesa.


“Oh? Kalau begitu bagaimana kamu membantuku untuk menangkap orang itu dan semua koin emas yang kupegang ini akan menjadi milikmu?” Armand mencoba untuk tersenyum baik di depan Patrick.


“Semua itu?!” Patrick terlihat sangat tergiur dengan apa yang dikatakan Armand.


“Ya, semua ini.” 


“B-Baiklah. Kalau begitu apa yang harus kulakukan?” Tanya Patrick dengan sangat antusias.


“Pekerjaanmu sangat mudah. Kamu hanya perlu membawa kereta kudamu yang membawa orang itu ke kediaman Duke Harbert.” Armand terlihat senang saat melihat Patrick yang tergiur dengan tawarannya.


“D-Duke Harbert?!” Patrick terlihat sangat terkejut engan ucapan Armand.


“Tidak apa-apa. Kamu hanya perlu membawanya kesana dan sisanya akan ku urus dan akan kukatakan rahasia ku pada mu jika kamu setuju dengan tawaran ini.” Armand masih menggunakan senyuman palsu pada Patrick.


“Baiklah kalau begitu, silahkan tanda tangan disini.” Armand terlihat sangat senang saat Patrick menerima tawarannya dan ia segera mengeluarkan selembar kertas dari kantongnya dan sebuah pena untuk Patrick.


“Apa ini?” Tanya Patrick dengan kebingungan saat melihat selembar kertas yang diberikan oleh Armand.


“Tenang saja, itu hanya sebuah kontrak supaya kamu tidak mengkhianati ku.” Ucap Armand dengan tersenyum puas.


“B-Baiklah, aku hanya harus menandatangani kertas ini bukan?” Tanya Patrick dengan sedikit ragu-ragu.


“Ya, tentu saja. Setelah kamu menandatangani kertas itu, aku akan memberikanmu koin emas ini dan rahasia ku.” Senyum Armand terlihat sedikit menakutkan saat melihat Patrick yang yang ragu-ragu untuk menandatangani kontrak yang sudah ia buat.


Walaupun dengan ragu-ragu, Patrick langsung menandatangani kontrak yang dianjurkan oleh Armand. Armand yang melihat itu tersenyum puas dan ia segera mengambil kembali kontrak itu dari tangan Patrick dan berbisik di telinga Patrick tentang siapa dia sebenarnya dan orang yang ia temui tadi sebenarnya adalah Pangeran kerajaan ini. 


Patrick terlihat sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Armand, tapi kini rasa terkejutnya berubah menjadi rasa takut saat melihat tatapan dingin Armand yang tertuju padanya.


“Baiklah kalau begitu. Mohon kerjasamanya untuk besok hari.” Armand tersenyum sebentar kepada Patrick dan segera berjalan meninggalkan Patrick yang terlihat sangat ketakutan.


Setelah itu, Armand segera berjalan kembali pada penginapan mereka. Saat di perjalanan ia melihat ketiga anggotanya yang ia suruh untuk mengawasi Malvin malah terlihat duduk santai sambil memakan kue di salah satu toko yang ia lewati. Armand yang melihat itu terlihat sangat kesal, ia segera berjalan menghampiri mereka dan memukul kepala salah satu anggotanya itu.


“Apa yang kalian lakukan?!” Teriak Armand dengan suara yang sedikit besar.


“Kapten! Kue-kue disini sangat enak, padahal ini bukan tempat bangsawan tapi aku tidak menyangka mereka bisa membuat sesuatu seenak ini.” Ucap anggota lainnya dengan antusias.


“Aku tidak peduli dengan hal seperti itu, yang lebih penting dimana Pangeran Malvin sekarang?” Ucap Malvin dengan nada suara yang kesal.


“Dia sudah kembali ke penginapan itu.” Jawab Anggota yang kepalanya dipukul oleh Armand.


Tanpa basa-basi Armand langsung menyeret mereka untuk segera kembali ke penginapan itu.