Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 71



“Will! Sakit! Lepaskan!” Teriak Elyana sambil meringis kesakitan saat tangannya ditarik oleh Willard.


Willard sama sekali tidak memperdulikan teriakan Elyana, ia tetap berjalan di koridor menuju ke kamarnya dengan sangat cepat. Elyana terlihat sangat kewalahan untuk mengikuti langkah kaki Willard yang sangat cepat. Para pelayan yang melihat itu hanya bisa melihat mereka lewat tanpa bisa melakukan apapun.


Setelah mereka sampai pada kamar Willard, Willard langsung melempar Elyana di tempat tidurnya. Elyana terlihat ketakutan dan kesakitan saat Willard melemparnya seperti itu.


“Jelaskan.” Ucap Willard dengan suara yang dingin dan tatapan kosong yang melihat Elyana dari dekat.


“Jelaskan apa?! Kenapa kamu tiba-tiba menjadi seperti ini?!” Elyana terlihat sangat ketakutan saat melihat Willard yang seperti itu. Elyana seperti melihat bayangan seorang wanita yang ia kenal dalam diri Willard.


Elyana tiba-tiba menundukkan kepalanya, kedua tangannya memegang kepalanya dan menggumamkan sesuatu dalam hatinya. “Maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf… Ibu! Aku salah! Jadi kumohon maafkan aku!” Tatapan Elyana terlihat sangat kosong sekali dan ketakutan yang mendalam menyelimuti tubuhnya hingga membuatnya gemetaran.


Willard tersentak kaget saat melihat Elyana yang gemetaran parah, cahaya di matanya tiba-tiba kembali. Ia langsung segera mendekati Elyana dengan perasaan yang campur aduk.


“Ely… Aku hanya ingin kamu menjelaskan kenapa kamu bersama Pangeran Malvin. Kumohon Ely… maafkan aku jika aku menyakitimu, tapi tolong jangan seperti ini Ely… tolong jelaskan padaku. Aku…selalu memperlakukan orang yang kusayangi seperti berlian yang langka dan kadang tanpa sadar aku melukai mereka, tapi kumohon jelaskan padaku apa yang membuatmu bersama Pangeran Malvin, tolong maafkan aku yang membuatmu ketakutan dan terluka seperti ini…” Willard memohon kepada Elyana yang masih terlihat gemetaran dengan suara yang sangat tersakiti.


Elyana kembali sadar saat melihat tangan Willard yang melepaskan kedua tangannya dari kepalanya dan meletakkannya di pipinya. “Will…” Panggil Elyana dengan suara yang sangat lemah.


“Maaf Ely… Maaf.” Willard terlihat sangat menyesali perbuatannya yang menyakiti Elyana.


Willard terlihat sangat terkejut saat Elyana yang memeluknya. Dengan senyuman di wajahnya ia kembali memeluk Elyana dengan erat. “Aku tahu kamu bukan orang seperti itu, tapi kenapa aku…” 


Setelah berpelukan beberapa saat, Elyana pun melepaskan pelukannya. “Jadi, kenapa kamu melakukan hal seperti itu?” Tanya Elyana dengan ekspresi yang sedikit kesal.


“Sebentar, biarkan aku mengobati luka mu dulu.” Willard hendak berdiri dan pergi untuk mengambil obat oles untuk mengobati luka Elyana.


“Tidak perlu. Luka seperti ini akan cepat sembuh jadi tidak perlu.” Elyana memegang tangan Willard dengan erat saat ia ingin pergi mengambil obat untuk dirinya.


“Tapi!” Willard tampak tidak setuju dengan ucapan Elyana yang tidak ingin diobati terlebih dahulu.


“Bukannya kamu ingin mendengar penjelasan dariku juga bukan?” Ucap Elyana dengan serius.


“Baiklah. Tapi, setelah ini berjanjilah kamu akan membiarkanku mengobati lukamu.” Willard tidak jadi untuk mengambil obat untuk Elyana dan kembali duduk di sampingnya.


“Baiklah. Aku berjanji.” Elyana tersenyum kecil pada Willard. “Jadi apa yang membuatmu marah seperti itu sampai melemparkan pedangmu padaku?” Ekspresi Elyana kini menjadi sangat serius.