
Willard mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Armand. Armand pun mendengarkan perkataan Willard dengan serius.
"Setelah jatuh dari kuda Anda dengan kecepatan seperti itu tapi masih bisa membunuh para pembunuh itu. Sesuai yang diharapkan dari seorang Duke Willard Harbert." Ucap Armand setelah selesai mendengar penjelasan dari Willard.
"Aku rasa zirah yang kupakai membantuku untuk menahan benturan keras itu. Tapi siapa sebenarnya mereka, hutan ini harusnya sudah diperiksa beberapa kali untuk menjamin bahwa tempat ini benar-benar aman untuk menyelenggarakan festival ini." Willard tampak berpikir keras sekali.
"Jika Anda menyisakan satu saja dari mereka, mungkin kita akan mendapatkan informasi." Armand menatap tajam Willard seakan menyalahkan Willard karena tidak menyisakan satupun dari mereka.
"Mau bagaimana lagi bukan? Saat kepalaku terbentur keras seperti itu, rasanya akal sehatku tidak bisa kupakai." Willard menghindari tatapan Armand.
"Sudahlah, memikirkan yang sudah terjadi juga tidak ada gunanya. Lebih baik kita pikirkan apa yang harus kita lakukan sekarang saja. Masih tersisa dua hari lagi sampai perburuan kita selesai. Jika Anda ingin memenangkan festival perburuan ini, saya akan dengan senang hati membantu Anda." Armand menghela napas dan tersenyum kepada Willard.
"Membantuku? Apakah kamu tidak ingin memenangkan festival perburuan ini? Dan kenapa kamu ingin tahu tentang para pembunuh yang sudah kubunuh?" Tanya Willard dengan ekspresi wajah yang sedikit kebingungan.
"Selain sebagai penerus keluarga Count Abelard, saya juga Ksatria Kerajaan Flawless, jadi sudah tugas saya untuk melindungi seluruh rakyat di Kerajaan Flawless ini baik itu bangsawan ataupun rakyat biasa dan juga alasan saya mengikuti festival ini karena disuruh oleh adik saya dan juga saya pikir adik saya akan senang jika saya membantu tunangan Elyana Alston." Ucap Armand dengan senyuman yang menenangkan.
"Penerus keluarga Count Abelard, Ksatria Kerajaan, mempunyai wajah yang lumayan, dan mempunyai kepribadian yang baik… aku tidak boleh membiarkan Ely menemui orang seperti ini." Gumam Willard dalam hatinya.
"Saya berterima kasih atas bantuan Anda, tetapi saya akan dengan senang hati menolaknya." Ucap Willard dengan bahasa yang sopan dan senyuman yang sedikit menakutkan.
"Tidak apa-apa. Luka seperti ini bagiku tidak ada apa-apanya." Willard mencoba untuk bangun dari tempat duduknya. Namun, ia kembali terduduk dengan meringis kesakitan.
"Jadi? Bagaimana Anda akan berburu dengan kondisi tubuh seperti itu?" Tanya Armand sambil menghela napas.
"Sial!" Willard tampak kesal dengan kondisi tubuhnya sendiri. "Baiklah… aku akan menerima bantuanmu."
"Aku sudah berjanji pada Ely bahwa aku akan memberikan kemenangan padanya. Jika aku kalah, aku tidak akan tahu bagaimana caraku menghadapinya nanti." Gerutu Willard dalam hatinya.
"Saya sangat senang mendengar Anda mengatakan itu. Saya tidak ingin menjadi pembunuh hanya karena saya membiarkan Anda berburu dengan kondisi tubuh yang hampir tidak bisa berdiri itu." Ucap Armand dengan senyuman di wajahnya sambil membalikkan ikan yang dibakarnya di atas api unggun.
"Jadi? Apa yang kamu tunggu? Ayo segera berburu sekarang." Willard berusaha untuk berdiri lagi tapi badannya meringis kesakitan dan ia terjatuh lagi.
"Kita akan pergi berburu besok, setidaknya besok Anda seharusnya sudah bisa berdiri mengingat penyembuhan tubuh Anda yang sangat cepat. Jadi berhentilah memaksakan tubuh Anda seperti itu, itu akan memperparah luka Anda." Armand menyodorkan ikan yang sudah dibakarnya kepada Willard "Makanlah ini dan segera tidur."
Willard tampak pasrah dan mengikuti ucapan Armand, ia mengambil ikan bakar yang di sodorkan oleh Armand dan memakannya dengan lahap. Setelah itu, ia segera berbaring untuk tidur. Biasanya, Willard bukanlah orang yang bisa cepat tidur. Tetapi entah kenapa, tubuhnya sangat lelah malam itu dan tanpa sadar ia pun tertidur meninggalkan Armand yang masih duduk disana.