
Armand berlari ke tempat dimana kemungkinan orang yang mengendalikan orang-orang berpakaian hitam itu berada, saat ia sedang berlari, ia melihat beberapa orang-orang berpakaian hitam yang berdiri di tempat tak jauh darinya dan mengarahkan anak panahnya pada Willard. Saat Armand melihat itu ia segera berlari ke orang-orang itu dan menghancurkan semua busur mereka dengan pedangnya. Setelah itu ia kembali berlari ke arah tujuannya.
Armand menghentikan langkah kakinya saat melihat seorang perempuan berpakaian hitam berdiri di depannya. Tidak ada keraguan di hati Armand saat melihat perempuan yang berdiri di depannya, tanpa basa-basi ia segera berlari ke arahnya dan mengarahkan pedangnya pada leher perempuan itu. Saat pedang Armand hampir mengenai lehernya, sebuah sihir pelindung tiba-tiba muncul di sekitarnya, Armand dengan sekuat tenaga mencoba untuk menghancurkan sihir pelindung itu, tetapi ia tetap tidak bisa menghancurkan sihir pelindung yang mengelilingi perempuan itu.
“Cih!” Armand berkali-kali mendaratkan serangan pada perempuan itu tapi tetap gagal, Armand terlihat mulai merasa sedikit lelah, ia segera melangkah mundur ke belakang.
“Apakah kamu adalah orang yang harus aku singkirkan?” Perempuan yang berada di depannya tiba-tiba melihat ke arah Armand dan berbicara.
“Kamu ternyata bisa berbicara. Apakah kamu adalah penjaga disini?!” Armand berteriak kepada perempuan itu dengan penuh amarah.
Perempuan itu tampak berpikir sebentar saat melihat Armand yang kini di penuhi dengan amarah yang tak terkendali. “Sepertinya kamu bukan orangnya. Kuhargai keberanianmu karena bisa sampai ke tempat ini, aku akan menjawab pertanyaan mu itu. Kamu benar, aku adalah orang yang menjaga mimpi abadi ini agar orang yang masuk kesini tidak akan pernah bisa keluar lagi.” Ucap perempuan itu dengan sangat arogan.
“Apakah kamu ada dendam pada kami atau semacamnya?” Armand mencoba untuk mengontrol emosinya.
Armand tidak menanggapi perempuan itu dan ia merasa emosi nya sudah lebih terkendali dan tiba-tiba ia teringat hal penting yang dibacanya tentang sihir ilusi saat kecil, ia tersenyum kecil dan ia segera mencari sesuatu di sekitar ruangan itu. Perempuan itu yang melihat Armand seperti tidak memperdulikan dirinya mulai merasa sedikit jengkel dengan sikap Armand, ia merapalkan sihir air yang berbentuk tombak dan mengarahkannya pada Armand. Armand berlari di sekitar Perempuan itu sambil mencoba menghindari semua serangannya.
“Berhentilah menghindar dan matilah layaknya seperti serangga!” Teriak perempuan itu dengan penuh amarah.
Armand tidak mempedulikan perempuan itu dan fokus mencari sesuatu dan ia tiba-tiba merasakan sebuah energi yang besar dari satu tempat di tengah dinding itu. Armand kemudian berlari ke dinding itu dan mengarahkan pedangnya pada tempat itu.
Perempuan itu yang melihat Armand berdiri dengan mengarahkan pedangnya pada suatu titik di dinding itu tiba-tiba merasa sangat marah, energi yang sangat negatif memenuhi tempat itu. “KAMU!” Teriak perempuan itu dengan sangat kuat hingga membuat gema di sekitar gua itu.
“Maaf. Bukannya aku tidak ingin bertarung denganmu, tetapi aku harus menyelamatkan seseorang terlebih dahulu. Jika orang itu mati karena aku berurusan denganmu, aku tidak tahu harus bagaimana berhadapan dengan adikku nanti.” Armand tersenyum kecil pada perempuan itu dan seketika ia menusukkan pedangnya pada titik energi berkumpul di dinding itu.
Setelah Armand menusukkan pedangnya pada dinding itu, cahaya muncul dari sekitar dinding itu dan menyinari seluruh ruangan itu. Perempuan itu berlari ke arah Armand seakan ingin membunuhnya, tetapi seketika cahaya itu memenuhi seluruh ruangan gua itu. Tiba-tiba Armand merasa matanya sangat berat, ia kemudian dengan perlahan menutup matanya sambil melihat ke arah perempuan berpakaian hitam yang berlari ke arahnya dengan penuh amarah.