Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 53



Armand sampai pada tempat Willard dirawat, ia sangat terkejut dengan keadaan Willard yang masih belum sadarkan diri. Tiba-tiba banyak pertanyaan muncul di kepalanya. Armand merasa kondisi Willard yang seperti ini adalah salahnya. Dari awal ia mengajak Willard untuk mengalahkan penjaganya karena itu adalah jalan teraman untuk keluar dari sana. Cara yang ia gunakan untuk keluar dari mimpi abadi itu adalah cara terbahaya, karena banyak resiko yang tidak bisa diprediksinya, bahkan ada kemungkinan hanya salah satu dari mereka yang bisa keluar dari sana. Tetapi ia tidak punya pilihan lain, jika ia menghadapi perempuan itu dengan kondisi yang tidak baik seperti itu, akan ada kemungkinan ia terbunuh dan Willard akan ikut terbunuh juga.


“Jika mati di dunia yang diciptakan sihir ilusi berarti kamu juga akan mati di dunia nyata juga. Setidaknya itulah yang dituliskan di buku itu.” Ucap Armand dalam hatinya dengan perasaan yang khawatir.


“Apakah waktu itu Anda berhasil bertahan, Duke Harbert?” Armand berdiri di samping Willard yang terbaring tidak berdaya di depannya, hatinya diliputi rasa bersalah yang sangat mendalam.


“Apakah tunangan Duke Harbert tidak kesini?” Armand bertanya pada dokter yang berdiri tak jauh darinya.


“Maksudmu Nona Elyana Alston? Tadi dia ada kesini, dia terlihat sangat terpukul saat melihat kondisi Duke Harbert. Tetapi, tiba-tiba para pelayannya datang dan menyuruhnya untuk segera pulang ke kediaman Marquis Alston. Awalnya ia menolak, tapi para pelayannya sangat memaksanya untuk pulang dengan wajah yang panik dan saat salah satu pelayannya membisikkan sesuatu di telinganya, ia segera menuruti mereka untuk segera kembali ke kediamannya.” Jawab dokter itu dengan ekspresi wajah yang tidak terlalu peduli.


Arabella yang berdiri di samping Armand memasang ekspresi wajah yang khawatir saat mendengar ucapan dokter itu. “Aku mencoba untuk berbicara dengannya tapi dia mengabaikanku.”


“Mungkin dia ada masalah dengan keluarganya. Tetapi, untuk meninggalkan tunangannya seperti ini. Aku rasa rumor-rumor buruk tentangnya dibuat berdasarkan kenyataan yang ada.” Armand masih melihat ke arah Willard dengan tatapan bersalah.


“Jangan mengatai Elyana seperti itu!” Arabella membentak kakaknya karena berbicara buruk tentang Elyana.


“Kamu salah! Elyana bukanlah orang seperti itu!” Arabella kembali membentak kakaknya.


“Ada apa denganmu hari ini? Di depan kita ada orang yang sedang sakit jadi berhentilah bersikap seperti itu.” Armand mulai kesal dengan tingkah Arabella yang terus membentaknya.


“Hei! Jangan bertengkar disini! Jika kalian ingin bertengkar, bertengkarlah diluar. Ini adalah tempat orang sakit jadi berhentilah bermain-main disini!” Teriak dokter itu pada kedua bersaudara itu.


“Cih!” Armand segera menarik tangan Arabella dan pergi meninggalkan Willard yang masih terbaring tak sadarkan diri di sana. Ray saat itu sedang berbicara dengan salah satu ksatria kerajaan yang menjaga tenda itu, ia terlihat terkejut saat melihat Armand yang menarik tangan adiknya dengan sangat kuat.


Ray segera berlari ke arah mereka dan berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Armand. “Ada apa dengan kalian berdua?! Lepaskan genggaman tanganmu, Armand!”


“Kamu jangan ikut campur!” Armand menepis tangan Ray yang ingin melepaskan genggaman tangannya pada Arabella.


Arabella terlihat kesakitan saat Armand memperkuat genggaman tangannya. Ray yang melihat itu merasa emosi, ia menarik pedangnya dan mengarahkan pedangnya pada tangan Armand dengan sekuat tenaga. Armand yang melihat pedang yang diarahkan Ray segera menarik genggaman tangannya dari Arabella. Ray pun menghela napas saat melihat Armand yang menarik tangannya, kemudian Ray segera menyarungkan kembali pedangnya dan menarik tangan mereka berdua menjauh dari keramaian yang mulai mengerumuni mereka.