Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 32



Elyana turun dari kereta kudanya dengan elegan, semua bangsawan di sana sangat kagum dengan kecantikan Elyana. 


"Sepertinya kamu berusaha sekali dengan acara kali ini, Ely." Willard tiba-tiba muncul di depan Elyana. 


Elyana terkejut dengan kedatangan Willard "Kenapa kamu selalu muncul dengan tiba-tiba seperti itu?" Ucap Elyana dengan sedikit kesal. 


"Bukankah itu lebih menarik?" Ucap Willard dengan senyum kecil di wajahnya. "Baiklah aku sudah menyapamu, sekarang aku harus pergi ke aula utama nya dulu." Willard menaiki kuda yang dibawanya dan pergi begitu saja dengan wajah yang sedikit kecewa. 


Elyana tampak sedikit kesal dengan Willard yang pergi begitu saja, ia segera berjalan menuju ke tenda yang sudah disiapkan untuknya dengan ditemani oleh beberapa pelayan dari kediaman Alston. 


Di sepanjang perjalanan Elyana menuju ke tendanya, ia melihat banyak bangsawan wanita memberikan sapu tangan kepada bangsawan pria. Elyana tampak bingung dengan apa yang mereka lakukan, kemudian ia bertanya kepada pelayan yang berada di sampingnya.


"Apa itu yang mereka berikan?" Tanya Elyana kepada salah satu pelayan yang berada di sampingnya. 


Ketiga pelayan yang mendampingi Elyana saling menganggukkan kepala kepada satu sama lain seakan mereka sudah tahu bahwa Elyana mengalami Amnesia. 


"Di Festival Perburuan ini, biasanya para bangsawan wanita memberikan sapu tangan yang dibordir sendiri kepada pasangan atau orang yang disukainya sebagai tanda mengharapkan keberuntungan mereka di perburuan mereka." Salah satu pelayan menjawab pertanyaan Elyana dengan sangat sopan. 


"Hmm…" Elyana tiba-tiba mengingat wajah Willard yang tadi kelihatan kecewa. 


"Jangan bilang, Willard merasa kecewa karena aku tidak memberikan sapu tangan kepadanya, tapi aku benar-benar tidak tahu cara membordir, dan Lia juga tidak memberitahuku sama sekali tentang ini." Gumam Elyana dalam hatinya.


Elyana akhirnya sampai pada tendanya, ia segera masuk dan berlindung dari matahari. Elyana tidak menyangka cuaca hari ini akan begitu panas. 


"Aku hanya berharap aku bisa bertahan disini tanpa pingsan sekalipun. Sungguh badan yang lemah ini sangat mengganggu." Gerutu Elyana dalam hatinya. 


"Nona Elyana, Nona Arabella Abelard meminta untuk bertemu dengan Anda. Apakah saya harus mengizinkannya masuk?" Salah satu pelayan Elyana yang berjaga di luar masuk ke tenda Elyana untuk meminta izinnya. 


"Arabella? Izinkan dia masuk." Perintah Elyana kepada pelayannya sambil mengipasi dirinya dengan kipas yang dibawanya. 


"Baik." Pelayan itu berjalan keluar untuk mempersilahkan Arabella untuk masuk. 


"Arabella, kamu juga datang rupanya." Elyana meletakkan kipasnya dan bangun dari tempat duduknya untuk menyapa Arabella. 


"Aku juga tidak menyangka kamu akan datang Elyana, aku sangat terkejut saat mendengar bangsawan lain membicarakan tentang kamu yang mengikuti festival ini." Arabella terlihat sangat senang saat bertemu dengan Elyana. 


"Hahaha, apa kamu datang karena orang tuamu menyuruhmu?" Tanya Elyana kepada Arabella. 


"Tidak, kali ini aku datang hanya untuk menyemangati kakakku." Jawab Arabella dengan cepat. 


"Oh… kakakmu juga berpartisipasi dalam acara ini ya?" Ucap Elyana sambil tersenyum. 


"Ya, tadi aku baru saja memberikan sapu tangan hasil bordiran ku sendiri kepadanya. Aku hanya berharap dia tidak pulang dengan badan yang penuh luka, karena sangat merepotkan untuk mengurusnya." Arabella memasang ekspresi yang sedikit kesal. 


"Hahaha. N-ngomong-ngomong Arabella apa kamu bisa mengajariku cara membordir?" Tanya Elyana dengan sedikit ragu-ragu. 


"Eh? Elyana, kamu tidak tahu cara membordir?" Arabella tampak ragu dengan ucapan Elyana barusan. 


"Y-ya, aku tidak pernah melakukannya, apa untuk membordir membutuhkan semacam alat atau mesin?" Tanya Elyana dengan polosnya. 


"Eh?! Kamu hanya membutuhkan jarum dan benang saja dan tentu saja tanganmu!" Arabella sangat terkejut saat mengetahui bahwa Elyana benar-benar tidak tahu cara membordir sama sekali. 


"Apakah tidak bisa membordir dengan tanganmu sendiri adalah sesuatu yang serius?! Kamu benar-benar membuatku merasa bersalah disini!" Teriak Elyana dalam hatinya. 


"E-Eh… aku baru tahu itu…" Ucap Elyana dengan ragu-ragu. 


"Tenang saja Elyana, aku akan mengajarimu sekarang juga! Aku akan segera mengambil jarum dan benangnya sebentar!" Arabella berlari keluar dari tenda Elyana dan kembali dengan membawa benang dan benang untuk mengajari Elyana. 


Elyana tampak terkejut saat Arabella berlari keluar dan masuk ke tendanya dengan sangat cepat, dan ada sedikit perasaan senang saat Arabella memperlakukan dirinya seperti itu.


"Apakah ini yang disebut sebagai teman?"