
“Kenapa kamu ingin keluar dari kerajaan ini?” Tanya Elyana setelah mendengar ajakan Malvin.
“Bagaimana denganmu? Kenapa kamu ingin keluar dari kerajaan ini?” Malvin bertanya kembali pada Elyana.
Wajah Elyana tampak ragu-ragu saat mendengar ucapan Malvin. “Tampaknya kita berdua punya masalah masing-masing.” Ucap Elyana sambil mengarahkan pandangannya pada luar jendela.
“Kamu benar. Jadi, bagaimana dengan tawaranku?” Malvin kembali bertanya pada Elyana dengan ekspresi wajah yang datar.
Elyana tampak berpikir untuk beberapa menit saat mendengar tawaran Malvin lagi. “Apa keuntungan yang kamu dapatkan jika kita bekerja sama untuk keluar dari sini?” Tanya Elyana sambil melihat ke arah Malvin dengan tatapan yang sedikit ragu.
“Aku jadi punya teman?” Jawab Malvin sambil menutup matanya untuk berpikir.
Elyana kini menatap Malvin dengan tatapan aneh. “Kalau keuntungan yang kudapatkan?”
“Kamu juga jadi punya teman di luar sana?” Malvin membuka matanya dan menatap Elyana yang memasang ekspresi aneh di sampingnya. “Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu?”
“Tidak. Aku hanya berpikir bahwa kamu benar-benar orang yang aneh.” Ucap Elyana yang masih menatap Malvin dengan tatapan aneh.
“Jadi bagaimana? Setidaknya kita bisa membantu satu sama lain diluar sana.” Malvin menatap Elyana dengan tatapan yang serius.
“Hah… baiklah. Aku juga tidak terlalu percaya diri untuk bisa keluar dari kerajaan ini.” Elyana menghela napas dan menatap ke arah luar jendela dengan tatapan yang kosong.
“Kamu benar. Untuk keluar dari kerajaan ini kita perlu diperiksa identitas lengkap kita baru kita bisa keluar dari kerajaan ini.” Ucap Malvin sambil mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.
“Kamu sepertinya tahu banyak tentang hal itu.” Elyana tampak sedikit mencurigai Malvin saat ia mengatakan hal itu.
Elyana tampak terkejut dengan tatapan Malvin. “T-Tentu saja aku tahu.” Elyana berusaha untuk menghindari tatapan mata Malvin. “Jadi apakah kamu tahu jalan tercepat untuk menuju gerbang keluar kerajaan ini dan bagaimana kita bisa menghindari para penjaga yang akan mengecek identitas kita?”
“Kamu benar-benar langsung bertanya ke intinya.” Ucap Malvin yang terlihat sedikit terkejut dengan pertanyaan Elyana.
“Yah… karena aku sedang memikirkannya saat ini. Daripada aku memikirkannya sendiri lebih baik aku bertanya kepadamu. Lagipula, sekarang kita adalah teman yang saling membantu untuk keluar dari kerajaan ini bukan?” Ucap Elyana sambil tersenyum kepada Malvin.
Malvin yang melihat senyuman Elyana terlihat terpesona dengan senyuman Elyana. “Kamu… ternyata bisa tersenyum seperti itu juga.” Gumam Malvin dengan suara yang sangat kecil dan sedikit senyuman di wajahnya.
“Hm? Apa kamu mengatakan sesuatu?” Elyana merasa dirinya mendengar Malvin menggumamkan sesuatu, tetapi tidak bisa mendengarnya dengan jelas.
“Tidak. Tidak ada apa-apa.” Malvin memalingkan wajahnya saat melihat Elyana menatapnya dengan ekspresi yang kebingungan. Wajah Malvin terlihat sedikit memerah.
***
“Cari dia sekarang juga! Harusnya anak itu tidak bisa pergi terlalu jauh!” Teriak ayah Elyana kepada semua pelayan dan prajurit di mansion itu. “Bagaimana kalian bisa tidak tahu saat anak itu keluar dari sini! Dasar tidak berguna!”
Para pelayan dan prajurit disana terdiam semua sambil menundukkan kepala mereka saat mendengar tuan mereka marah seperti itu, tidak ada yang berani mengatakan satu kata pun.
Di antara pelayan dan prajurit yang berdiri di sana, Lia terlihat berdiri di antara mereka dan terlihat sangat khawatir saat mendengar Elyana tidak dapat ditemukan dimanapun. Akhirnya ia mengerti semua tindakan dan ucapan Elyana belakangan ini. Walaupun kini ia sudah tahu firasat buruk yang dirasakannya belakangan ini, ia sudah tidak bisa melakukan apapun sekarang.
“Tapi… jika pergi dari sini membuat Anda bahagia, maka saya akan berusaha untuk menerima hal itu. Nona Elyana… semoga Anda bisa menemukan kebahagiaan di luar sana.” Lia menggenggam kedua tangannya sendiri dengan kuat, mencoba untuk menahan semua kesedihan yang ia rasakan.