
Sebuah ruangan yang kosong dengan cahaya bulan yang sedikit menerangi ruangan itu. Seorang perempuan yang berdiri di bangku itu melihat ke arah bulan yang bersinar terang dari lubang tali gantung yang terpajang di depannya.
“Dimana aku…?” Mata Elyana menyusuri seluruh ruangan itu dan merasa sangat familiar dengan ruangan itu. Setelah melihat ke seluruh suaran itu, Elyana melihat ke arah bulan yang bersinar terang di depannya.
“Bulan yang indah…” Ucap Elyana dengan suara yang kecil. “Begitu… Ini adalah tempat dimana semuanya berakhir. Walaupun sedikit aku mulai mengingatnya…”
Elyana mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya pada bulan itu. “Hari itu, jika aku tidak mengakhiri semuanya… jika aku bersabar sedikit lagi… apakah kehidupanku akan membaik? Apakah suatu saat aku akan bisa bahagia seperti orang lain…?”
Elyana menggenggam tangannya dengan erat. “Tidak, tidak ada gunanya memikirkannya lagi. Semuanya sudah berakhir… dan aku sudah tidak bisa mengubah apapun lagi.”
“Apakah kamu benar-benar berpikir seperti itu?”
Elyana terkejut dengan suara itu dan segera berbalik untuk melihat asal suara itu. “Siapa itu?!”
“Apakah kamu benar-benar berpikir kamu sudah tidak bisa mengubah apapun?”
“Kamu masih bisa mengubah semuanya… walaupun kamu tidak bisa melupakan dirimu yang mengakhiri semuanya di masa lalu, kamu masih ada disana bukan?” Ucap roh Elyana dengan senyuman di wajahnya.
“Tidak… yang harus kembali kesana adalah kamu Elyana… tempat itu bukan tempatku… itu adalah tempatmu dan mereka semua baik padaku karena mereka tidak tahu bahwa aku bukanlah Elyana yang sesungguhnya, dari awal tidak ada kebaikan yang diberikan untukku, semua hal yang kualami saat berada di badanmu, semua itu hanyalah ilusi yang kuciptakan…” Elyana menggenggam tangannya dengan erat dan berusaha untuk menahan air matanya yang ingin mengalir.
“Kenapa kamu berpikir seperti itu? Mungkin saja jika saat itu aku tetap hidup dan rohmu tidak masuk ke tubuhku, hal seperti ini pasti tidak akan terjadi. Aku akan menjadi seperti diriku yang biasa dan saat ini Willard tidak akan jatuh cinta padaku dan Arabella tidak akan mau berteman denganku…” roh Elyana memegang pipi Elyana dengan kedua tangannya dengan tatapan yang begitu sedih.
“Walaupun begitu…! Ini saatnya kamu untuk kembali bukan? Dengan begitu kamu bisa tetap hidup sebagai Elyana yang sesungguhnya!” Air mata Elyana mengalir tanpa sadar saat melihat senyuman roh Elyana yang dipenuhi dengan kesedihan.
“Yang membuatmu ingin membunuh ayahmu dan kedua orang itu adalah keinginanku. Aku sudah tidak bisa kembali kesana… jika aku kembali kesana aku hanya dapat memikirkan untuk membunuh semua orang disana dan menjadi gila, jadi aku ingin kamu tetap tinggal di tubuhku sampai akhir hidupmu dengan bahagia. Dengan begitu… kita dapat tertawakan isi buku itu bersama-sama dan dengan bangganya berkata pada diri sendiri bahwa ‘Kita berhasil melakukannya!’ dengan senyuman di wajah kita! Bukankah itu adalah hal yang sangat luar biasa?” Roh Elyana tertawa sedih saat membayangkan mereka berdua tertawa bersama saat kehidupan yang ada di tubuh Elyana berakhir.
“Kamu benar… mungkin itu bisa menjadi hal yang sangat luar biasa…” Elyana ikut tertawa dengan air mata yang terus mengalir saat membayangkan dirinya berhasil menciptakan ending yang berbeda dari yang seharusnya dimana Elyana berhasil hidup sampai hari tuanya.