Villainess Just Want A Little Love

Villainess Just Want A Little Love
Episode 65



“Aku rasa aku mempunyai beberapa cara untuk menghindari para penjaga di gerbang.” Ucap Malvin dengan tanpa ekspresi.


“Benarkah? Apa itu?” Ucap Elyana sambil memakan makanan yang ada di depannya.


“Memanjat tembok kerajaan ini.” Malvin menatap Elyana dengan ekspresi wajah yang sangat serius.


“Apa kamu sedang bercanda?” Elyana terlihat sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Malvin.


“Tidak. Aku serius.” Ucap Malvin sambil menatap tajam Elyana.


“Aku rasa aku akan memikirkan caranya sendiri.” Elyana menghela napas berat saat mendengar ucapan Malvin.


“Kenapa? Bukankah itu adalah cara yang bagus dan aman?” Malvin terlihat kecewa saat Elyana menolak idenya. 


“Hah… Bagaimana kita bisa memanjat tembok besar itu? Walaupun kita bisa, pasti akan terlihat sangat mencolok dan orang-orang di sekitar sana pasti akan melaporkan kita pada para penjaga. Cobalah gunakan otakmu itu.” Elyana terlihat sangat lelah melihat Malvin dengan ide bodohnya itu.


“Hm… kamu benar juga.” Ucap Malvin sambil mencoba untuk membayangkan jika mereka memanjat tembok itu dan ketahuan.


“Aku sudah memikirkan beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk keluar, tapi…” Elyana terlihat berpikir sangat keras sambil memakan makanannya.


“Tapi apa?” Malvin penasaran dengan ide Elyana.


“Apa menurutmu kereta kuda yang membawa hasil panen kerajaan ini ke kerajaan lain akan diperiksa secara keseluruhan?” Tanya Elyana sambil melihat ke makanan Malvin yang belum disentuhnya sekalipun.


Malvin terlihat memikirkan apa yang diucapkan Elyana. “Oh! Itu mungkin ide yang bagus.” Ucap Malvin dengan ekspresi wajah yang datar.


“Itu mungkin ide yang bagus. Tetapi, bagaimana kita dapat menemukan orang yang membawa hasil panen itu? Biasanya hasil panen yang dikirim ke kerajaan lain akan di awasi langsung oleh ksatria kerajaan.” Malvin mengalihkan pandangannya ke makanannya.


“Kamu benar juga…” Elyana dan Malvin terlihat menghela napas berat bersamaan. “Kenapa kamu tidak memakan makananmu?” Tanya Elyana yang melihat Malvin hanya memandangi makanannya tanpa menyentuhnya sedikitpun.


“Aku sedikit tidak suka dengan makanan seperti ini.” Jawab Malvin sambil mendorong makanannya ke arah Elyana. “Kamu yang makan saja.”


“Eh? Apa kamu tidak apa-apa tidak makan sama sekali? Nanti kita akan berjalan cukup jauh jadi lebih baik kamu makan walaupun kamu tidak suka.” Elyana mendorong kembali makanan itu ke Malvin.


“Tidak. Aku baik-baik saja.” Malvin mendorong makanannya kembali pada Elyana. “Kamu lebih membutuhkan makanan ini, daripada nanti aku harus membopongmu sepanjang perjalanan.” Ucap Malvin tanpa ekspresi.


Elyana terlihat kesal dengan ucapan Malvin, ia langsung mengambil makanan itu dan memakannya dengan lahap. “Jangan salahkan aku jika nanti kamu yang pingsan di tengah jalan.” Ucap Elyana sambil mengunyah makanannya.


Malvin yang melihat itu sedikit tersenyum. “Jika itu terjadi maka kamu yang akan membopongku bukan?”


Elyana berhenti mengunyah saat melihat Malvin yang tersenyum. “Kamu… ternyata bisa tersenyum.” Ucap Elyana dengan sedikit terkejut.


Saat mendengar ucapan Elyana, Malvin langsung memasang ekspresi yang datar lagi. “Oh…”


“Tidak. Lupakanlah apa yang kukatakan.” Elyana kembali mengunyah makanannya.


“Lebih baik kamu cepat menghabiskannya. Sudah banyak waktu yang terbuang hanya untuk menunggumu makan.” Ucap Malvin sambil melihat ke arah Elyana yang sedang mengunyah makanannya. 


Elyana yang mendengar ucapan Malvin segera menghabiskan makanannya dengan cepat sambil melihat ke arah Malvin dengan ekspresi yang kesal.