
“Lepaskan!” Teriak Malvin kepada Armand dan asisten Willard yang menghalanginya.
“Saya akan mengantar Anda untuk segera kembali pada istana.” Ucap Armand dengan suara yang tenang.
“Aku harus menyelamatkan Ely! Lepaskan tanganmu dariku!” Malvin merasa sangat marah saat Melihat Elyana yang kini sudah hilang dari pandangannya.
“Sebaiknya Anda tidak ikut campur dalam hubungan mereka berdua. Pangeran Malvin.” Ucap asisten Willard sambil memegang lengan Malvin dengan erat.
“Aku tidak peduli dengan hubungan mereka berdua! Ely adalah temanku!” Malvin berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan tangan Armand dan asisten Willard yang memegangnya dengan kuat.
“Tolong jangan terlalu banyak bergerak atau luka tangan Anda akan menjadi semakin parah!” Armand membentak Malvin yang menggerakkan lengannya secara berlebihan.
“Aku tidak peduli jika lenganku sudah tidak bisa kugunakan! Kalian orang-orang sialan! Beraninya menipuku! Aku berjanji aku akan memenggal kepala kalian semua tanpa terkecuali!” Malvin melihat ke arah Patrick dan orang-orang disekitarnya dengan tatapan yang penuh dengan kebencian.
“Tolong jangan terlalu membenci saya Pangeran Malvin, saya hanya melakukan apa yang disuruh oleh Duke Harbert.” Ucap Patrick dengan berpura-pura berbicara dengan bahasa yang sopan dan senyuman yang arogan.
“Tidak bisa dimaafkan! Kalian semua pasti akan kubunuh dengan cara yang paling kejam. Akan kugunakan semua cara untuk membuat kalian mati dengan menderita.” Malvin menatap Patrick dan orang-orang di sekitarnya dengan tatapan yang sangat dingin.
Patrick dan orang-orang di sekitarnya terlihat sangat ketakutan saat melihat tatapan dingin Malvin. “Tolong jangan bercanda seperti itu, Pangeran Malvin.” Patrick tersenyum ketakutan saat merasakan aura membunuh dari Malvin.
“Pangeran Malvin, mohon tenangkan diri Anda. Raja Barnett sangat khawatir saat Anda menghilang.” Armand terlihat sedikit khawatir saat merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari Malvin.
“Hah! Tidak mungkin orang tua sialan itu mengkhawatirkanku!” Malvin mendengus kesal saat Armand menyebutkan nama ayahnya.
“Tunangan? Jadi begitu. Tapi, apa kamu tidak lihat tadi?! Dia baru saja melemparkan pedangnya pada tunangannya dan melukainya! Bagaimana Ely akan baik-baik saja?! Pantas saja Ely ingin keluar dari kerajaan ini jika mempunyai tunangan seperti itu!” Emosi Malvin sekarang menjadi semakin tidak terkendali.
“Itu…” Asisten Willard tampak ragu-ragu saat mendengar ucapan Malvin.
“Sudah cukup. Saya akan mengantar Anda untuk pulang ke istana dan bertemu dengan ayah Anda. Biarkanlah Duke Harbert dan tunangannya yang menyelesaikan masalah mereka sendiri.” Ucap Armand dengan ekspresi yang serius.
“Jika aku tidak mengatakan aku tidak mau, apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Malvin dengan senyuman mengejek.
“Kalau begitu saya akan menggunakan cara paksa.” Ucap Armand yang merasa sedikit jengkel dengan tindakan Malvin yang tidak ingin pulang.
“Kamu hanyalah seorang anjing kerajaan. Kamu pikir apa yang akan terjadi jika seseorang sepertimu berani menentang seorang pangeran yang merupakan anggota keluarga raja?” Ejek Malvin kepada Armand yang terlihat jengkel.
“Saya dengar Anda adalah orang yang pendiam. Tetapi, saya tidak menyangka Anda adalah orang yang menjengkelkan seperti ini.” Armand terlihat mulai marah.
“Tuan Armand…” Asisten Willard tampak khawatir terhadap Armand yang berbicara tidak sopan kepada Malvin.
“Raja Barnett sudah memberikan izin untuk membawa Anda pulang ke istana dengan cara apapun. Selain itu, suasana hati saya sedang tidak baik. Jadi lebih baik Anda ikut saja dengan kami untuk pulang ke istana.” Ucap Armand sambil mencoba untuk menjaga sikap sopannya.
“Tidak ma-!” Sebelum Malvin dapat menyelesaikan kata-katanya, Armand mendaratkan satu pukulan di kepalanya yang membuat dirinya pingsan. Armand dan para ksatria kerajaan lain pun segera membawa Malvin untuk kembali ke istana dan bertemu dengan Raja Barnett.