
Lagi-lagi Klara meminta Kenzie untuk mengantarnya pulang dengan berbagai alasannya. Kenzie pun tidak tega membiarkan Klara pulang sendiri ke kota Y. Mereka sampai di kota Y larut malam. Klara meminta Kenzie untuk bermalam di tempatnya. Karena Klara juga khawatir jika Kenzie mengantuk dan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Tanpa rasa curiga atau apapun, Kenzie menuruti perkataan Klara. Hari juga sudah larut malam. Perjalanan akan menempuh berjam-jam. Sedangkan besok ia sudah harus kembali bekerja. Untuk menghemat waktu ia memutuskan untuk bermalam di apartemen Klara.
"Jika kamu perlu sesuatu aku ada di kamar. Pintu tidak pernah aku kunci." Kata Klara.
"Maaf sudah membuatmu repot Klara." Kata Kenzie.
"Tidak, aku tidak merasa di repot kan olehmu. Aku senang ada yang menemaniku malam ini." Kata Klara.
"Tidurlah, besok kamu juga harus bekerja kan?" Kata Kenzie. Kenzie memilih tidur di sofa luar.
Klara mematikan beberapa lampu agar tidak terlalu terang. Ia kemudian masuk ke kamarnya. Kenzie pun mulai tertidur walau tidak senyaman saat di apartemennya. Ia masih kepikiran dengan Yuri.
"Klara!" Teriak Kenzie terkejut. Ia terbangun saat merasa sesuatu mendekati dirinya.
"Kamu ngapain?" Kenzie mendorong Klara.
"Ken, aku sangat merindukanmu." Ucap Klara sambil mendekat kembali.
"Klara!" Kenzie kembali mendorong Klara.
"Ken, aku sangat mencintaimu." Kata Klara.
"Klara! Aku sudah mempunyai istri!" Kenzie menjauh dari Klara.
"Aku tahu kamu tidak mencintainya jujur saja, Ken." Kata Klara.
"Bagaimana kamu bisa menilai ku seperti itu? Aku sangat-sangat mencintai istriku!" Jawab Kenzie.
"Cinta? Kamu lebih senang bersamaku, Ken. Aku tahu itu." Klara menyilangkan kedua tangannya.
"Kamu jangan mengada-ada Klara! Aku hanya mencintai anak dan istriku." Balas Kenzie.
"Apa buktinya? Kamu bahkan lebih mementingkan aku daripada dia. Itu sudah jelas kalau kamu lebih nyaman bersamaku." Klara mulai sedikit meninggi.
"Kamu salah Klara! Kamu salah paham!" Kenzie menjelaskan maksud dari sikap dia selama ini.
"Tanpa kamu sadari, kamu lebih nyaman saat bersamaku, Ken. Bahkan kamu rela meninggalkan istri dan anak kamu hanya untuk bersamaku." Ucap Klara.
Ucapannya membuatnya tersadar akan sikapnya selama ini. Sikap baiknya justru membuat Klara salah paham dan membuat Yuri menjauh darinya. Kenzie mengambil jas dan ponselnya. Namun saat hendak mengambil jas, Klara memeluknya dari belakang.
Tepat saat pintu apartemen Klara terbuka dari luar. Kenzie semakin terkejut melihat sang ayah berdiri di depan pintu bersama Frans. Klara melepaskan pelukannya.
"Kenzie!" Teriak Rama.
"Ambil barang-barang mu dan ikuti saya!" Teriak Rama.
"Kamu! Mulai detik ini juga! Kamu saya pecat!" Rama kembali berteriak.
Pertama kalinya Kenzie melihat sang Ayah semarah ini. Rama memang terkesan ramah. Tidak pernah ia memarahi bahkan meneriakkan karyawannya ketika mereka salah. Ia hanya cukup mengambil tindakan tegas dan memperingati karyawannya.
"Yah, Ken bisa menjelaskan semuanya, Yah." Ucap Kenzie. Seketika Rama melayangkan tamparannya ke wajah Kenzie dengan kencang. Bahkan suara mereka terdengar seisi rumah.
"Saya tidak pernah mengajarkan anak saya seperti itu!" Bentak Rama.
"Kamu sudah sangat mempermalukan saya!" Bentaknya lagi.
"Ken, minta maaf Yah. Tapi semua tidak seperti yang ayah lihat." Kenzie mencoba membela dirinya. Lagi-lagi Rama melayangkan tamparannya.
"Apa lagi? Kamu mengacuhkan istri dan anak kamu saja itu sudah membuat saya malu!" Kata Rama.
"Saat istri dan anak kamu pergi, kamu malah asik pergi kesana-kemari bersama wanita itu!" Bentak Rama.
"Saya yang memiliki perusahaan! Bukan wanita itu! Kamu saya kasih kepercayaan untuk mengelola perusahaan bukan untuk berkencan!" Seisi rumah hanya bisa menyaksikan kemarahan Rama. Naomi sebagai istrinya saja tidak berani menghentikannya.
"Apa ada saya memerintahkan kamu untuk melakukan apa yang dia minta? Hanya sekedar mengerjakan hal seperti ini! Kamu rela meninggalkan istri kamu demi dia?! Bodoh!" Rama melempar semua berkas-berkas yang pernah Kenzie kerjakan. Seharusnya berkas tersebut adalah tugas Klara. Namun Klara memanfaatkan itu agar bisa dekat dengan Kenzie dan membuatnya jauh dari istrinya.
"Sepenting apapun pekerjaan, saya tidak pernah mengacuhkan kamu, kakak kamu dan istri saya! Tapi kamu dengan mudahnya di perbudak oleh wanita itu!" Kata Rama. Rama terdiam, ia tidak tahu harus bagaimana lagi.
Kedatangan Hani saat itu sungguh membuatnya sangat malu. Ia merasa gagal mendidik putranya. Itulah alasan kenapa Yuri di minta untuk tinggal bersama mereka. Selain agar tidak melepas tanggung jawab, ia juga ingin memberi pelajaran pada anaknya. Tapi ternyata ia salah, Kenzie tak langsung mencarinya ke rumah. Ia justru malah sibuk membantu Klara.
"Ayah, Ken minta maaf. Ken salah sudah dengan mudahnya di manfaatkan olehnya. Ken tidak menyadari itu semua." Kenzie berlutut di hadapan sang ayah.
"Ken juga sudah mencari Yuri, tapi Ken tidak menemuinya." Kata Kenzie.
"Mencari? Kamu mencari kemana? Ke kantor? Ke apartemen Klara? Tentu saja kamu tidak menemuinya!" Jawab Rama.
"Kalau kamu memang tidak mencintainya lagi lepaskan dia! Masih banyak pria yang mau bertanggung jawab. Masih banyak pria yang mencintainya. Gak hanya kamu!" Lanjut Rama.
"Ken sangat mencintai Yuri, Yah. Tidak sedikitpun hati Ken terbagi oleh wanita manapun selain Yuri." Jawab Kenzie.
"Cinta? Kamu bilang itu cinta? Kamu sadar gak sudah menyakiti hatinya? Apa kamu bodoh? Wanita mana yang tidak sakit hati jika dirinya tidak lebih penting dari pekerjaan yang gak jelas!" Bentar Rama.
"Kamu ajak dia pergi, lalu kamu meninggalkannya begitu saja dan itu tidak hanya sekali dua kali." Katanya lagi.
"Ken memang bodoh Ayah. Ken, bodoh sudah menyakiti hati istri Ken sendiri. Ken, bodoh!" Kenzie terus memohon di kaki sang ayah.
"Ken, minta maaf ayah." Kenzie merangkul kaki Ayah nya.
"Memohon lah pada istrimu! Kesalahanmu pada istrimu! Saya hanya malu dengan Orangtua Yuri dan Yuri. Saya malu karena sikap kamu!" Rama duduk di sofa usai marah-marah.
Tak hanya Kenzie, semua orang yang ada di rumah. Baik itu pelayan, supir, anak, menantu dan istrinya tidak pernah melihat Rama semarah ini. Situasi sudah sedikit mereda, Rama sudah sedikit duduk tenang. Kaira, Derry, Naomi dan Yuri ikut turun kebawah menghampiri Rama.
"Saya malu! Saya malu karena sikap kamu, Ken! Untuk apa saya berhasil mencapai seperti ini jika saya ternyata gagal mendidik kamu." Rama tertunduk menangis.
"Maafkan Ken, Yah." Kenzie kembali memohon.
"Minta maaflah pada istrimu. Hatinya sudah kamu sakiti berkali-kali." Jawab Rama.
Kenzie menghampiri Yuri dan memohon padanya. Tapi memang tidak mudah bagi Yuri. Hatinya sudah sangat hancur. Ia memang sudah memaafkan suaminya. Tapi tidak mudah untuk mengobati luka yang tidak bisa ia obati dengan Betadine.