Untitled Love

Untitled Love
Ep 31



Hari kemarin pun berlalu, Kenzie masih tidak mengerti maksud Yuri dan Zein. Kenzie meminta penjelasan pada Yuri. Yuri pun menjelaskannya secara terinci.


"Oh, jadi awalnya Zein emang suka sama kamu. Bukannya kamu nge fans sama Zein? Seharusnya kamu senang dong dan nerima dia dong." Kata Kenzie.


"Kalau menurut kamu gimana?" Yuri bertanya balik.


"Ya,, ya selama itu membuat kamu bahagia, kenapa engga? Aku juga senang kalau kamu bahagia. Jadi gak ada lagi tuh cewek yang mewek di depan aku karena cowok." Jawab Kenzie.


"Jadi kamu gak suka? Kamu gak senang?" Kesal Yuri merasa tersindir.


"Ya aku memang gak senang kalau teman rusuh aku di sakiti oleh cowok." Jawab Kenzie.


"Aku gak tau kenapa hati aku nolak. Bukan dia yang aku mau Ken." Sambung Yuri lirih.


"Kamu masih gak move on dari Jimmy?" Tanya Kenzie.


"Bukan Zie! Bukan gitu. Aku justru sudah benar-benar gak ada perasaan apapun ke Kak Jimmy." Jawab Yuri.


"Kamu suka sama Nathan?" Tanya Kenzie.


"Aku lihat dia selalu memperhatikan kamu. Bahkan dia suka senyum-senyum sendiri lihat kamu." Kata Kenzie.


"Nathan,, gimana ya? Aku sendiri gak terlalu akrab sama dia. Ya, hanya sekedar kenal dan ya, layaknya teman biasa." Jawab Yuri.


"Tapi, bagaimana jika dia nembak kamu?" Tanya Kenzie.


"Mati dong Zie aku kalau di tembak sama dia." Jawab Yuri.


"Maksud aku, jika dia menyatakan cintanya ke kamu Ri! Gimana? Kamu terima atau apa?" Tanya Kenzie.


"Ya, jika dia terus berusaha membuat aku jatuh cinta sama dia, kenapa aku harus menolaknya? Mungkin saat ini aku masih menganggapnya sebagai teman ekskul biasa. Tapi gak tau gimana kedepannya." Kata Yuri sambil bertanya balik.


Kenzie melemas, ia merasa tidak ada kesempatan untuknya. Ia juga masih takut untuk menyatakan cintanya. Ia takut jika Yuri malah menjauh darinya.


"Kamu kenapa sih Zie? Kenapa tiba-tiba diem gitu?" Tanya Yuri.


Entah kapan, Yuri mulai mengubah panggilannya ke Kenzie. Kini Yuri memanggil Kenzie dengan sebutan 'Zie'.


Bel istirahat berbunyi. Yuri langsung keluar menuju kelas Marsha. Ia datang bersamaan dengan Raisa.


"Ken! di cariin tuh!" teriak salah seorang temannya.


"Eh Neng Raisa. Sini neng, Abang Kenzie sudah menanti." canda temannya.


Kenzie senyum-senyum ketika temannya meledeknya. Ia tersenyum sambil melirik ke arah Yuri. Yuri berjalan dengan santai ke meja Marsha.


"Ken, kamu sudah tau materi ini belum? aku masih belum ngerti nih." Modus Raisa.


Kenzie melihat materi yang di bawa oleh Raisa. Ia pun langsung mengeluarkan penanya. Ia menjelaskan materi yang di maksud dengan Raisa.


"Thanks ya Ken. Aku gak ngerti, mana hari ini kan ada ujian materinya dia." kata Raisa.


"Hah? hari ini? Serius Sa?" tanya salah satu teman sekelasnya Kenzie.


"Nanti kasih tahu kita ya soalnya apa saja." lanjutnya.


"Tergantung." Jawab Raisa.


"Apa yang di gantung Sa?" tanyanya.


"Baju di gantung!" balas temannya yang lain.


"Kalau Kenzie mau ngedate sama aku hari ini. Aku bakal kasih tahu semua soalnya. Tapi kalau engga, ya sudah. Kalian tahu sendiri kan Bu Leni selalu mau yang perfect." jawab Raisa.


"Modus kamu mah." kata Irsan.


"Mau dia mah udah. Jangan lupa fotoin soalnya ya." kata temannya.


"Udah tenang aja, itu mah gampang. Kenzie pasti mau deh." kata temannya yang lain.


"Oke, pulang sekolah aku tunggu di gerbang depan ya." ucap Raisa.


"Woah!" sorak teman-temannya Kenzie begitu melihat Raisa yang berani mencium pipi Kenzie.


Kenzie hanya terdiam. Sejujurnya ia tidak menyukai caranya Raisa yang menarik perhatian orang lain. Dia juga tidak suka dengan Raisa.


Pulang sekolah, Raisa sudah menunggu Kenzie di depan gerbang. Kenzie menghentikan motornya tepat di depan Raisa.


Mereka menuju Mall terdekat dari sekolah. Raisa memilih film romantis yang sedang booming di kalangan remaja.


Selesai nonton Kenzie mengajaknya ke restoran langganannya. Ia merasa lapar setelah berada di ruang teater selama dua jam.


"Mbak! saya pesan." Kenzie memesan makanan favoritnya.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Kenzie.


"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya?" canda Raisa.


"Oh, sudah itu saja Mbak." Ucap Kenzie.


"Kenzie!" Raisa cemberut.


"Mbak tunggu dulu." Raisa langsung mencari makanan yang akan ia pesan.


Selesai makan Kenzie mengeluarkan ponselnya dari tasnya. Ia juga mengeluarkan dompetnya.


"Ken." panggil Raisa.


"Thanks ya untuk hari ini." katanya.


"Ya, sesuai dengan permintaanmu. Jangan lupa untuk menepati janjimu dengan yang lain." jawab Kenzie.


"Aku sudah kirim foto soal-soal tadi kok." kata Raisa.


Pesanan Kenzie lebih dulu datang. Tak lama, Pesanan Raisa juga datang. Raisa langsung mengeluarkan ponselnya dan membuat video pendek yang memperlihatkan dirinya dan Kenzie yang sedang makan bersamanya.


Selesai makan, Kenzie santai sejenak dan memanggil pelayan restoran.


"Mbak, saya minta bill nya ya." pinta Kenzie.


Raisa tak ingin cepat-cepat berpisah dengan Kenzie. Ia memperlambat makannya agar bisa lebih lama dengan Kenzie.


Raisa mengeluarkan kembali ponselnya dan mengajak Kenzie berfoto.


"Ken, foto yuk." ajak Raisa. Kenzie masih juga menunduk sambil memainkan ponselnya.


"Kenzie!" Hentak Raisa agar Kenzie melihat ke depan.


Tepat Kenzie menatap ke depan, Raisa menekan tombol bulat yang ada di tengah bawah. Tak lupa ia hiasi fotonya dengan gambar-gambar lucu dan stiker berbentuk hati.


"Aku pulang." ucap singkat Kenzie.


"Ken tunggu!" Raisa bergegas berdiri dan mengikuti Kenzie.


Postingan Raisa tersebar ke seluruh murid TBC School. Banyak yang menanggapi postingannya dan mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang sangat serasi.


"Aku akan buat kamu jatuh cinta padaku Ken." ucap Raisa dalam hati.


Raisa anggota Dance yang terkenal cantiknya. Kenzie walau dirinya tak mengikuti ekskul, tapi banyak yang mengenali dirinya karena pesonanya.


Apalagi setiap Kenzie lewat di depan murid perempuan dengan senyumannya. Mampu membuat mereka melayang dan menghayal menjadi kekasihnya.


Tingginya yang hampir dua meter, dengan wajahnya yang mungil dan berkulit putih, senyumannya yang manis. Bersatu dengan gadis yang memiliki postur tubuh yang ideal, berambut panjang dan berwarna cokelat, wajah yang cantik, memiliki lesung pipi yang manis, pintar dance.


Hal tersebut yang membuat mereka terlihat serasi. Raisa dengan berbangga hati mendapat pujian cocok dengan Kenzie.


"Sa, kalian tuh lagi jadi trending topik tahu." kata Tiara.


"Romantis banget sih kalian nonton Pilan, makan di restoran hits." lanjutnya.


"Aku juga gak tau bakal di ajak makan disitu. Ken yang lebih dulu mengajakku makan setelah nonton." kata Raisa.


"Itu tandanya dia juga suka Sa, sama kamu." sambung Fenny.


Raisa semakin yakin bahwa Kenzie juga menyukainya. Tapi, ia tidak ingin terlalu terburu-buru. Ia ingin membuat Kenzie mengejarnya lebih dulu.