Untitled Love

Untitled Love
Ep 24



Seminggu berlalu,


Yuri mengikuti acara malam bersama seperti tahun lalu yang diadakan di hotel milik TBC School.


Yuri memimpin anggota ekskul Teater. Mereka mengadakan acara di sekitaran kolam renang. Keseruan terus berlangsung sampai acara di tutup dengan pesta kembang api.


"Ri, kamu suka banget ya sama kembang api?" Tanya Nathan.


"Gak terlalu." Jawab singkat Yuri.


"Kembang api itu indah loh, warna-warni." Kata Nathan.


"Iya, tapi bagi aku biasa saja." Balas Yuri.


"Kalau sama aku, kamu suka gak?" Tanya Nathan. Yuri terkejut mendengar pernyataan Nathan.


"Hahaha,, ka~kamu bercanda kan?" Tanya Yuri sambil tertawa.


"Aku serius Ri, mungkin karena kita selalu berpasangan saat latihan, bahkan saat tampil." Jelasnya.


"Ta~tapi,," Yuri terdiam.


"Yuri awas!" Nathan menarik Yuri. Sayangnya mereka sama-sama tak seimbang sehingga mereka berdua jatuh.


Yuri tak bisa berenang dan Yuri terjatuh di kolam yang dalam. Nathan yang mampu berenang muncul kepermukaan sedangkan Yuri tak juga muncul.


Seseorang langsung menyelam untuk menolong Yuri. Nathan masih kaget dengan orang yang tiba-tiba nyemplung ke dalam kolam.


"Zee~zein?" Nathan melihat Zein menolong Yuri.


Nathan menyusul naik ke tepi kolam renang. Ia langsung menghampiri Prisa yang masih terdiam.


"Kamu sengaja ya mendorong Yuri?" Tanya Nathan.


"Aku gak sengaja. Sungguh aku benar-benar gak sengaja Than." Jawab Prisa.


"Sudah-sudah kalian jangan ribut." Panitia memisahkan Prisa dengan Nathan.


Zein sudah membawa Yuri ke kamarnya. Tak hanya Zein, sang manajer juga bersama dengannya. Dia menghubungi dokter langganannya.


Tubuhnya terasa dingin. Karena sedang musim dingin dan air kolam juga akan terasa dingin sekali saat malam hari. Zein meminta sang manajer untuk menggantikan pakaian Yuri.


Setelah Yuri di ganti bajunya dengan baju tidur milik manajernya. Zein menyelimuti Yuri dengan selimutnya.


"Zein, apa tidak berbahaya kamu membawanya kesini?" Tanya sang manajer.


"Di luar sana banyak paparazi. Banyak orang juga yang mengenalimu tadi." Lanjutnya.


"Aku tak peduli. Aku hanya ingin dia selamat dan baik-baik saja." Jawabnya.


"Kamu boleh kembali ke kamar kamu. Sebisa mungkin rahasiakan ini semua dari anggota yang lain." Pinta Zein.


Kartika adalah manajer Boys Band. Saat ini, mereka habis mengisi acara di hotel tersebut. Mereka mendapatkan jatah menginap 2 malam.


Zein di kenal sebagai pribadi yang tertutup. Dia tidak ingin berbagi kamarnya dengan siapapun. Tapi, dia membawa Yuri ke kamarnya. Dia sudah membuat semua orang kebingungan mencari Yuri. Sampai memutuskan bahwa Yuri sudah di bawa ke rumah sakit. Sehingga mereka tak lagi mencari Yuri.


Semua anggota ekskul kembali ke kamarnya masing-masing. Kondisi Yuri baik-baik saja. Hanya saja, dia masih perlu istirahat. Dokter juga menyediakan obat demam, khawatir Yuri akan demam tinggi nantinya.


Benar saja, hingga larut malam Yuri tak kunjung bangun. Tubuhnya panas tinggi, tapi ia harus minum obat untuk menurunkan demamnya.


Zein bingung dan mencoba untuk membangunkan Yuri. Berkali-kali Zein mengguncangkan tubuh Yuri agar ia terbangun. Tapi tetap saja Yuri masih tertidur. Zein memesan makanan untuk Yuri.


Begitu balik, Zein melihat mata Yuri terbuka dan terlihat sedang kebingungan. Zein segera mendekati Yuri.


"Kamu sudah sadar?" Tanya Zein.


"A~aku kenapa disini?" Yuri bertanya balik.


"Oh, tadi kamu~" jawaban Zein terhenti ketika Yuri berteriak.


"Bajuku?" Tanya Yuri.


"Tenang, tenang. Tadi manajerku yang menggantikan. Untungnya dia bawa dua baju tidur." Zein menjelaskannya.


***


Sepanjang malam, Kenzie sangat khawatir Yuri tak bisa di hubungi berkali-kali. Ia menghubungi Prisa juga tak di jawab.


"Prisa!" Panggil Kenzie.


"Kamu tahu Yuri dimana?" Tanya Kenzie.


"Prisa, jawab!" Kenzie memegang kedua pundak Prisa.


"Kenapa sih semua Yuri, Yuri, Yuri?" Prisa kesal.


"Memang ada apa sama Yuri?" Tanya Kenzie.


Prisa tak juga menjawab. Ia melihat ada Nathan yang baru saja keluar dari kamarnya. Kenzie menghampiri Nathan dan menanyakan keberadaan Yuri.


"Tadi ada insiden yang buat dia jatuh ke kolam renang." Jawab Nathan.


"Apa? Yuri sejak kecil tidak bisa berenang. Dimana dia sekarang?" Tanya Kenzie.


"Aku gak tau, tadi ada Zein vokalis Boys Band nolong Yuri dan membawanya. Aku gak tau di bawa ke rumah sakit mana." Jawab Nathan.


"Dimana barang-barang Yuri?" Tanya Kenzie.


Nathan mengantar Kenzie ke kamarnya. Di dalam ada Cindy yang sudah merapikan barang bawaan Yuri. Ia berniat ingin membawanya nanti saat pulang acara. Karena Kenzie sudah memintanya, ia serahkan semua barang bawaan Yuri yang tak banyak.


Sepanjang jalan Kenzie sangat khawatir dengan kondisi Yuri yang tidak ia tahu. Dulu, saat sekolah dasar ia selalu menolak setiap di ajak ke kolam renang. Ia tidak bisa berenang dan tidak berani untuk mencobanya.


***


"Gimana keadaan kamu?" Tanya Zein.


"Sudah membaik, terimakasih ya." Jawab Yuri.


Baju yang basah semalam langsung di bawa ke laundry oleh Kartika. Dengan pelayanan yang cepat, siang harinya baju Yuri sudah di antar kembali ke ruangan Zein.


"Kamu mau kemana?" Tanya Zein.


"Ya mau pulang lah, masa mau menginap disini?" Jawab Yuri.


"Dengan senang hati kalau kamu ingin menginap disini. Jadi aku ada yang nemenin deh." Jawab Zein.


"Kamu yakin ingin pulang sekarang? Keluar dari kamar aku begitu saja. Bagaimana kalau ada paparazi yang mengambil gambar kamu dan membuat berita yang tidak benar?" Lanjut Zein.


Perkataan Zein ada benarnya, tapi ia tak mungkin untuk menginap sekamar dengan lawan jenis. Walaupun Zein adalah idolanya.


"Tenang saja, aku gak seburuk yang kamu pikirkan kok." Kata Zein.


"Mending kamu sarapan dulu. Aku sudah meminta Kartika untuk membawakan sarapan." Ajak Zein.


Yuri berjalan ke meja kotak yang berada di sudut kamar. Mejanya penuh dengan makanan. Bahkan ada beberapa piring yang tertumpuk di atasnya.


"Sebanyak ini?" Tanya Yuri.


"Ya, kenapa? Lagi juga kan kita disini tamu. Memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada. Termasuk menu makanan mereka. Kalau bisa di nikmati semua kenapa engga?" Jawab Zein.


Ia tak menyangka jika idolanya seperti itu. Zein menikmati menu sarapannya. Yuri tak menyangka akan sarapan bersama idolanya dan sekamar dengan idolanya.


"Menurutku ini enak banget!" Zein memberikan Yuri sesuap pudding.


Zein mengusap sisa makanan yang masih menempel di bibir Yuri. Yuri tak menyangka akan mendapat perlakuan tersebut.


"Menurutmu, bagaimana tanggapan mu tentang cinta pandangan pertama?" Tanya Zein.


"Ya sesuai dengan lirik lagu Boys Band yang berjudul pandangan pertama." Yuri menjelaskan dan menyanyikan beberapa lirik dari lagu pandangan pertama.


"Bagaimana jika ada orang yang menyatakan cintanya seperti itu ke kamu?" Tanya Zein.


"Ya, aku tidak ingin melukai siapapun, menyakiti siapapun. Jadi aku akan langsung menjawab sesuai dengan apa yang aku rasakan padanya." Jawab Yuri.