Untitled Love

Untitled Love
Ep 86



Hari ini Yuri tidak perlu lagi menunggu Kenzie di Swalayan. Sudah ada Mama dan Papanya yang menemaninya. Karena jadwal Kenzie yang super padat hari ini, ia pulang larut malam. Yuri sudah tertidur di kamarnya. Hani dan Indra juga sudah berada di dalam kamarnya.


"Ken." Sapa Indra.


"Astaga!" Kenzie kaget tiba-tiba Indra keluar dari kamar dan menyapanya.


"Pa, Belum tidur?" Tanya Kenzie sambil mengelus dadanya dan mengatur napasnya.


"Baru jam segini, Papa belum bisa tidur. Kamu baru pulang kerja Ken?" Tanya Indra.


"Iya Pa, hari ini jadwal Ken padat banget. Jadi harus pulang larut seperti ini." Jawab Kenzie.


"Kalau kamu pulang selarut ini, Yuri biasanya dengan siapa?" Tanya Indra.


"Gimana maunya Yuri saja, Pa. Kadang dia mau nunggu di Swalayan, kadang di rumah bunda. Tapi Yuri lebih suka di swalayan karena dia sempat kerja di sana." Jawab Kenzie.


"Iya Pa, dulu saat pertama Yuri datang kesini," Kenzie menceritakan apa yang ia tahu tentang Yuri.


"Pantas saja ia tidak pernah meminta untuk dikirimkan uang. Padahal saya tahu biaya hidup disini begitu mahal." Indra meneteskan air matanya. Mengingat bagaimana Yuri setelah lulus. Yuri turut membantunya untuk menyekolahkan adiknya.


Pembicaraan mereka berlangsung tidak lama. Mengingat hari juga sudah berganti mereka menyudahi obrolan mereka. Indra menceritakan kisah Yuri sejak kecil sampai ia memutuskan untuk ke Singapura agar bisa bersama Kenzie.


Kenzie membuka pintu kamarnya. Ia melihat sang istri sudah tertidur pulas di bawah selimut tebalnya. Kenzie mendekatinya dan mencium keningnya. Ia membersihkan tubuhnya yang sudah seharian bekerja.


Pagi harinya, Kenzie tidak langsung bangun. Ia memeluk sang istri dari belakang. Tubuh Yuri berbalik dan saling berhadapan dengan Kenzie. Kenzie mencium sang istri dengan penuh cinta.


"Pagi sayang." Sapa Kenzie.


"Sayang, olahraga pagi yuk. Sudah lama nih kita gak olahraga bersama." Ajak Kenzie.


Tanpa menolak, Yuri menerima ajakan Kenzie. Ia membalas ciuman suaminya. Mereka mulai olahraga pagi bersama. Walau Kenzie pulang larut dan baru tiga jam ia tidur, tapi ia tetap semangat olahraga bersama sang istri.


Selesai olahraga, mereka sama-sama pergi ke kamar mandi. Yuri sudah rapi dengan pakaiannya dan Kenzie masih dengan santai memakai kaos dan celana pendek. Hani sudah menyiapkan sarapan untuk semuanya. Indra sedang menonton TV sendiri.


"Pagi Ma, Pa." Sapa Yuri.


"Yuri, Kenzie, Yuk sarapan dulu. Mama sudah buatkan sarapan untuk kalian." Kata Hani.


Mereka berkumpul dan makan bersama. Selesai makan, Yuri membantu Hani merapikan kembali meja makannya. Indra dan Kenzie sudah duduk di sofa sambil menonton TV.


"Ma, Pa."


"Kemarin Yuri sudah memberi tahu saya. Kalau mama sama papa ingin menetap disini." Kata Kenzie.


"Iya Nak Kenzie. Mamanya Yuri yang ingin sekali menetap disini. Tapi jika Nak Kenzie keberatan tidak apa-apa." Jawab Indra.


"Ken justru senang Mama sama Papa akan menetap disini." Kata Kenzie sambil mengeluarkan sesuatu.


"Apa itu Zie?" Tanya Yuri.


"Bagaimana kalau Mama, papa ikut saya?" Ajak Kenzie.


"Aku gak di ajak? Mau kemana sih Zie?" Tanya Yuri.


Kenzie mengajak Hani dan Indra keluar dan menuju ke unit yang ada di depannya. Karena dalam satu lantai hanya ada dua unit. Kebetulan Unit yang di depannya kosong dan di jual oleh pemiliknya.


"Ma, Pa. Masuk yuk." Ajak Kenzie.


"Aku gak di ajak Zie?" Tanya Yuri.


"Iya sayang, kamu juga ayo masuk." Ajak Kenzie.


Di dalam tidak kalah mewah dari unit Yuri dan Kenzie. Sudah ada beberapa barang yang masih terbungkus plastik. Mereka semua masuk, Hani terlihat takjub melihat isi unit tersebut.


"Wah, Mama suka banget seperti ini. Keren banget, Ken." Ucap Hani.


"Saya senang jika Mama dan Papa suka." Kata Kenzie. Seketika Hani, Indra dan Yuri mendekati Kenzie.


"Jadi gini, kemarin saya," Kenzie menjelaskan niatnya secara rinci.


"Ken, apa ini tidak terlalu berlebihan? Kami tidak apa-apa kok jika satu apartemen dengan kalian." Kata Indra.


"Kenzie hanya bisa membelikan Mama dan Papa ini. Semoga kalian bisa nyaman disini." Kata Kenzie.


"Nak, maafkan kami ya. Kami sudah merepotkan kalian." Kata Indra.


"Pa, Ma. Kenzie tidak merasa di repot kan. Justru Ken senang ada Mama sama Papa yang bisa bantu Ken jaga Yuri." Kata Kenzie.


"Kemarin Ken juga sudah bicara ke Ayah. Ken ingin Papa bantu kelola Swalayan. Nanti lebih jelasnya Yuri dan Pak Moko bisa menjelaskannya." Lanjutnya.


Indra memeluk Kenzie dengan erat. Sebelumnya ia sudah menyiapkan surat lamaran. Ia juga sudah mencari dan memasukkan lamaran kerja ke beberapa perusahaan.


"Papa kerja, Yuri kuliah, Kenzie kuliah sambil kerja. Terus mama sama siapa dong?" Tanya Hani.


"Nanti Mama bisa main ke rumah bunda atau bisa juga Bunda yang kesini. Nanti Mama tinggal bilang saja ke Kenzie. Biar Kenzie minta supir yang antar Mama kemanapun." Jawab Kenzie.


Kenzie mengantar Yuri terlebih dahulu. Lalu ia mengajak Indra untuk ke Swalayannya. Kedatangan Kenzie di sambut oleh Pak Moko yang sedang memantau karyawannya kerja.


"Pak Kenzie, tumben nih pagi-pagi sudah kesini." Sambut Pak Moko.


"Begini Pak, sebelumnya perkenalkan ini Pak Indra mertua saya." Kata Kenzie.


"Ayahnya Yuri? Wah, kok gak mirip ya?" Tanya Pak Moko.


"Hahaha bisa saja Pak. Memang banyak yang bilang Yuri lebih mirip ke Mamanya." Jawab Indra.


"Hahaha iya iya. Jadi gimana?" Tanya Pak Moko.


"Saya ingin mertua saya bekerja disini." Kata Kenzie.


"Jadi maksudnya gimana?" Pak Moko sedikit melow.


"Mertua saya, akan bekerja mengelola Swalayan ini." Kata Kenzie kembali.


"Jadi, saya di pecat gitu Pak Kenzie?" Air mata Pak Moko sudah mengumpul.


"Tidak Pak, saya tidak memecat Pak Moko." Kenzie menjelaskan tugas Mertuanya tersebut dan juga tugas Pak Moko.


"Jadi begitu Pak." Kata Kenzie.


"Oh, saya kira saya di pecat. Baik Pak kalau begitu serahkan pada saya." Pak Moko main menarik tangan Indra dan meninggalkan Kenzie sendiri.


"Loh, kok aku di tinggal? Tapi ya sudahlah. Masih ada waktu buat istirahat." Kata Kenzie sendiri.


Kenzie kembali pulang ke apartemennya. Ia kembali melanjutkan tidurnya. Tak terasa waktu begitu cepat. Kenzie membuat makan siangnya sendiri dan pergi ke kampus.


Pemandangan tak terduga pun terjadi. Kenzie melihat Andre yang sedang bertemu dengan Stella. Ia berniat untuk menjebak Andre agar dapat kejelasan dari dirinya.


"Ehem," Kenzie berdehem di dalam mobil.


"Ken?" Andre salah tingkah.


"Aku tunggu penjelasannya lima menit lagi." Kata Kenzie.


Andre melanjutkan percakapannya dengan Stella. Mereka tidak ingin teman-teman mereka tahu tentang hubungan mereka. Tapi ternyata mereka tertangkap oleh Kenzie.